sign up SIGN UP search


kehamilan

10 Pantangan Ibu Hamil dalam Kepercayaan Adat Jawa

Haikal Luthfi Jumat, 05 Feb 2021 19:09 WIB
Pregnant women with her husband feeling happy, father is  touching to the baby in mother's womb. caption
Jakarta -

Mitos bisa jadi merupakan cerminan budaya pada suatu daerah. Tidak bisa dipungkiri, pengaruh budaya memiliki andil yang cukup kuat seperti adanya mitos, salah satunya mitos seputar kehamilan dan persalinan, Bunda.

Meski zaman terus berkembang, ternyata masih adanya mitos-mitos seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Misalnya, wanita yang tengah hamil sangat rawan terhadap gangguan-gangguan makhluk halus.

Dalam masyarakat Jawa, masa kehamilan sering kali disebut masa peralihan, yaitu peralihan dari alam gaib menuju alam nyata. Sehingga masa peralihan sangat rawan akan gangguan-gangguan yang menghambat prosesnya.


Hildred Geertz dalam bukunya yang berjudul Keluarga Jawa (1982) menyebutkan janin berumur 7 bulan belum sepenuhnya terbentuk dan masih sangat rawan untuk dimasuki oleh roh-roh jahat. Oleh sebab itu, Bunda harus berhati-hati apalagi jika kehamilan tersebut adalah kehamilan pertama baginya.

Sebagian masyarakat Jawa percaya dengan mitos-mitos yang dikembangkan oleh pendahulunya. Bahkan terdapat beberapa tradisi yang menjadi pantangan bagi ibu hamil lho Bunda. Seperti halnya mitos berpantangan makan dan juga tingkah laku selama kehamilan.

Mengutip buku berjudul Kehamilan, Kelahiran, Perawatan Ibu dan Bayi dalam konteks Budaya (1998) disebutkan bahwa pantangan tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu makanan yang tidak boleh dimakan dan pantangan dalam perbuatan, yang melarang wanita hamil dan suaminya melakukan sesuatu yang berakibat buruk bagi bayi mereka.

Dengan demikian, wanita yang tengah hamil harus mematuhi pantangan-pantangan yang berlaku. Jika tidak, tentu hal ini dipercaya dapat menimbulkan malapetaka baik bagi ibu dan juga bayinya.

Pantangan ibu hamil adat Jawa

Terdapat beberapa pantangan ibu hamil dalam kepercayaan adat Jawa, Bunda. Beberapa studi menyebutkan dampak yang ditimbulkan, seperti kesusahan saat melahirkan, keguguran, hingga bayi cacat, menjadi konsekuensi jika tidak mematuhi pantangan tersebut yang dirangkum sebagai berikut:

Young pregnant woman working in home officeIbu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn

1. Tidak boleh duduk di tengah pintu

Jika pantangan ini dilanggar akan mendapatkan halangan saat melahirkan. Duduk di tengah pintu akan membuat proses kelahiran menjadi susah serta menyakitkan.

2. Tidak boleh membunuh binatang

Pantangan ini berlaku juga untuk sang suami, supaya kelak bayi yang lahir tanpa cacat tubuh dan juga mental.

3. Tidak boleh membatin orang

Kebiasaan ini dipercaya akan membuat bayi yang dikandung mengalami hal serupa dengan apa yang dilakukan oleh ibunya. Hal ini dipercaya jika sifat buruk orang yang dibenci akan menurun pada bayi yang sedang dikandungnya.

4. Tidak boleh keluar malam

Pantangan ini diyakini demi mencegah perhatian makhluk gaib. Jika ini dilanggar, ibu hamil bisa kehilangan janin dalam kandungannya karena telah diambil oleh makhluk gaib tersebut.

5. Tidak boleh merendam cucian terlalu lama

Hal ini dipercaya bisa membuat kaki ibu hamil bengkak dan terasa berat. Dahulu, orang mencuci dengan menjongkok. Jika dilakukan terlalu lama, hal itu bisa menyebabkan bengkak pada kaki.

6. Tidak boleh menggaruk perut yang gatal

Kebiasaan ini dipercaya bisa membuat kulit bayi di dalam kandungan menjadi lebam. Sebab, ibu hamil kerap kali mengalami rasa gatal pada perutnya.

7. Tidak boleh menyangga piring selagi makan

Ini dimaksudkan agar kelak bayi yang dikandung tersebut tidak terbiasa seperti apa yang dilakukan oleh ibunya.Sebab kebiasaan ibu saat mengandung sangat mempengaruhi psikologi bayi itu sendiri.

8. Tidak boleh makan buah

Buah yang dimaksud seperti nanas dan durian karena bersifat panas. Pantangan ini dilakukan demi mencegah keguguran pada ibu hamil. Selain itu, ini dipercaya juga dapat menyebabkan keputihan.

9. Tidak boleh makan daging

Ibu hamil tidak dianjurkan untuk memakan daging yang bersifat panas seperti daging kuda dan rusa. Sebab jika makan daging hewan tersebut akan mengakibatkan pendarahan. Ibu hamil yang terlalu banyak makan daging berpotensi menimbulkan tensi darahnya naik dan juga membahayakan perkembangan janin, Bunda.

10. Tidak boleh makan ikan gabus

Hal ini dikhawatirkan dapat membuat bayi sewaktu di kandungan hilang. Ikan gabus merupakan jenis ikan air tawar yang secara simbolik merupakan ikan yang biasa memakan jenisnya sendiri.


.

(haf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi