sign up SIGN UP search


kehamilan

Dear Bunda, Hindari 11 Pantangan Ibu Hamil Demi Kesehatan Kandungan

Inkana Putri Senin, 18 Jan 2021 10:23 WIB
Woman enjoying pregnancy caption
Jakarta -

Jakarta - Kehamilan tentu jadi salah satu momen bahagia yang ditunggu. Tak heran saat hamil, menjaga kesehatan kandungan menjadi hal yang diprioritaskan.

Selain dengan menerapkan pola hidup sehat, ternyata Bunda juga perlu lho menghindari pantangan ibu hamil. Penasaran apa saja pantangannya? Melansir Healthline dan Medical News Today, 11 pantanganĀ ibu hamil di bawah ini perlu Bunda hindari selama hamil.

1. Mengonsumsi makanan tertentu

Adanya perubahan indera penciuman selama masa kehamilan biasanya membuat Bunda menghindari makanan tertentu karena merasa mual. Namun, ada kalanya juga Bunda merasakan ngidam makanan tertentu saat hamil. Saat hamil, pastikan Bunda menghindari mengonsumsi makanan seperti berikut.


- Jus dan susu yang tidak dipasteurisasi. Produk susu dan jus yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung listeria dan bakteri lain yang dapat menyebabkan keracunan makanan pada janin.

- Ikan bermerkuri tinggi. Beberapa jenis ikan seperti hiu dan mackerel termasuk ikan yang mengandung merkuri tinggi. Janin yang terkena merkuri dapat mengalami kerusakan otak atau masalah pendengaran dan penglihatan.

- Daging, telur, dan ikan mentah. Makanan seperti sushi dan tiram mentah dapat mengandung salmonella dan toksoplasmosis. Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit bawaan makanan dari patogen ini, yang menyebabkan dehidrasi, demam, dan infeksi darah mematikan bagi janin.

2. Terlalu banyak konsumsi kafein

HobiĀ minum teh atau kopi? Mulai sekarang, ada baiknya Bunda mengurangi minuman tersebut. Pasalnya, minum terlalu banyak kafein setiap hari bisa meningkatkan tekanan darah, dan detak jantung.

Bukan hanya itu saja Bunda, kafein yang Bunda konsumsi juga bisa masuk ke dalam janin melalui plasenta. Agar tetap aman, Bunda bisa konsumsi kafein sekitar 150-300 mg per hari. Ingatlah juga bahwa kafein tidak hanya ada dalam teh dan kopi, melainkan juga pada cokelat, soda, dan obat-obatan.

3. Memakai stiletto

Beberapa dari Bunda mungkin masih harus bekerja ke kantor, berpakaian rapi, atau bahkan mengenakan stiletto atau sepatu dengan hak tinggi saat bekerja. Jika hal tersebut memang diwajibkan, mungkin Bunda bisa hindari mengenakan hak yang tinggi, pusat gravitasi Bunda pun akan berubah. Dengan begitu, Bunda mungkin akan sulit untuk menyeimbangkan diri, ditambah pergelangan kaki akan mudah bengkak.

4. Berendam air panas dan sauna

Bersantai di air panas mungkin bisa jadi salah satu cara untuk meredakan stress. Tapi sayangnya, aktivitas ini merupakan salah satu pantangan ibu hamil yang perlu dihindari.

Menurut American Pregnancy Association, mandi atau berendam air panas dapat menyebabkan hipertermia, atau suhu tubuh yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi. Aktivitas lainnya yang juga dapat menyebabkan suhu tubuh naik terlalu tinggi meliputi berjemur terlalu lama hingga paparan panas yang ekstrem.

5. Olahraga berat

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan agar wanita hamil sebaiknya menghindari beberapa olahraga, seperti sepakbola atau tinju. Pasalnya, olahraga tersebut meningkatkan risiko solusio plasenta, yakni pemisahan prematur plasenta dari dinding rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, atau lahir mati.

Selain itu, wanita hamil lebih rentan mengalami cedera karena perubahan hormonal dalam tubuh sehingga membuat ligamen menjadi lebih longgar. Meskipun demikian, bukan berarti Bunda tidak bisa melakukan olahraga. Beberapa olahraga masih bisa dilakukan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga ringan.

6. Merokok dan menghirup asap rokok

Merokok sangat buruk bagi kesehatan Bunda dan Si Kecil, sama halnya dengan menghisap asap rokok. Hal ini mengingat ada sekitar 4.000 bahan kimia dalam perokok pasif, dan beberapa di antaranya berisiko menyebabkan kanker.

Paparan asap rokok orang lain selama kehamilan juga berdampak terhadap kesehatan janin. Bahkan, hal tersebut juga meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, sindrom kematian bayi mendadak, dan kelainan bawaan.

7. Angkat barang-barang berat

Menurut American Pregnancy Association, wanita hamil harus menghindari angkat beban yang terlalu berat. Bagi sebagian wanita, mengangkat benda berat dapat meningkatkan risiko terhadap kondisi tubuhnya seperti hernia atau otot tertarik. Tak hanya itu saja Bunda, hal ini juga bisa menyebabkan persalinan prematur hingga berat badan bayi rendah saat lahir.

8. Berdiri dan duduk terlalu lama

Selama kehamilan, duduk atau berdiri dalam jangka waktu yang lama ternyata bisa menjadi masalah. Bahkan, dua hal ini dapat menyebabkan masalah lain seperti pergelangan kaki bengkak dan masalah vena. Jadi, sebaiknya Bunda beri jeda untuk bergerak setelah duduk atau berdiri. Atau, Bunda juga bisa sering beristirahat sejenak beberapa saat.

9. Minum alkohol

Menerapkan pola hidup sehat selama hamil adalah kunci menjaga kesehatan diri sendiri dan Si Kecil. Salah satunya yaitu dengan menghindari minuman beralkohol seperti anggur, bir, atau minuman keras lainnya.

Alkohol bisa mengalir cepat dari aliran darah Bunda melalui plasenta dan tali pusat ke bayi. Ini tentunya dapat membahayakan perkembangan otak dan organ bayi. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga berisiko potensial menyebabkan kelahiran prematur, kerusakan otak, cacat lahir, keguguran, dan kelahiran mati.

10. Konsumsi obat-obatan tertentu

Selama hamil mungkin dokter memberi Bunda beberapa obat atau suplemen tertentu. Tapi, Bunda juga perlu tahu bahwa ada obat yang bisa membahayakan janin. Saat hamil, dokter menyarankan untuk menghindari obat-obatan seperti ibuprofen, obat-obatan herbal dalam jumlah banyak, obat flu dan obat jerawat dengan kandungan tertentu.

11. Membersihkan kotoran hewan peliharaan

Jika Bunda memelihara hewan, sebaiknya hindari mengganti dan membersihkan kotak kotoran karena dapat berisiko terkena toksoplasmosis.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), jika seorang wanita hamil menularkan toksoplasmosis ke janin, bayi dapat mengalami gejala yang parah, termasuk kebutaan, cacat intelektual, kerusakan otak, hingga kerusakan mata.

Itulah Bunda beberapa pantangan ibu hamil yang harus dihindari agar Bunda dan Si Kecil dalam perut bisa tetap sehat. Semoga membantu, Bunda.

Simak juga jenis pekerjaan yang pantang dilakukan oleh ibu hamil dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Pasangan Kritis Karena Ngeyel Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari
(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi