sign up SIGN UP search


kehamilan

Cara Menghitung Masa Subur untuk Haid yang Tidak Teratur

Haikal Luthfi Selasa, 09 Feb 2021 16:43 WIB
Young woman hand holding Ovulation test strip with calendar and red clock in background. Positive result. It is a time for baby.Gynecology concept caption
Jakarta -

Masa subur menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui, Bunda. Sebab, ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat terjadinya kehamilan.

Masa ini disebut juga sebagai fase ovulasi, dimana sel telur dilepaskan dari ovarium. Pada waktu pelepasan, sel telur sudah dalam keadaan matang dan menunggu dibuahi oleh sperma. Salah satu cara mengetahui masa subur yaitu dengan mengetahui siklus menstruasi, Bunda.

Ya, siklus menstruasi merupakan cara termudah untuk mengetahui masa subur. Kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi selama 28 hari, yang merupakan siklus teratur menstruasi. Dengan mengetahui siklus haid menjadi salah satu syarat untuk mulai menghitung masa subur


Sehingga saat Bunda melakukan hubungan seksual ada kemungkinan terjadi kehamilan. Menurut Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K), kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, masa subur sangat dipengaruhi oleh siklus menstruasi wanita. Pada siklus yang teratur, masa subur bisa dihitung dengan sistem perhitungan kalender haid.

Siklus haid yang teratur, umumnya terhitung 28 hari selama 3 bulan. Masa subur pada siklus teratur terjadi pada hari ke-14. Jadi di hari ke-14, Bunda dan Ayah dapat memanfaatkannya untuk berhubungan seksual agar terjadi konsepsi dan cepat hamil.

Selain itu, ovulasi pada masa subur memiliki tanda-tanda yang penting untuk Bunda ketahui. Mengutip Medical News Today, tanda-tandanya meliputi:

  • Kram ringan di perut bagian bawah
  • Lendir serviks seperti putih telur
  • Peningkatan suhu tubuh basal
  • Dorongan seks yang lebih tinggi

Perubahan lendir serviks serta peningkatan suhu tubuh mungkin akan dialami oleh kebanyakan wanita, namun tak sedikit juga dari mereka hanya mengalami sebagian bahkan tidak sama sekali.

Cara menghitung masa subur untuk haid tidak teratur

Ada kalanya siklus menstruasi menjadi tidak teratur, Bunda. Sebab, siklus haid pada tiap wanita berbeda-beda. Kondisi seperti ini biasanya mengkhawatirkan. Apalagi, haid dan kehamilan memiliki keterkaitan.

White sanitary pad with red and pink flowers on it, woman health or body positive concept. Pink background.  Flatlay. CopyspaceIlustrasi haid/ Foto: iStock

Ada banyak kemungkinan penyebab siklus haid tidak teratur dan mempengaruhi ovulasi sehingga membuat kehamilan sulit terjadi. Dalam beberapa kasus, penyebab haid tidak teratur belum diketahui.

Namun, terdapat beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi ovulasi. Mengutip Healthline penyebab tersebut meliputi:

1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah suatu kondisi di mana tubuh wanita mengeluarkan terlalu banyak androgen. Terlalu banyak androgen dapat mencegah telur matang berkembang dan dilepaskan oleh saluran tuba.

PCOS bisa merupakan kelainan genetik, tetapi bisa juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, seperti kelebihan berat badan dan tidak banyak bergerak.

2. Perimenopause

Perimenopause adalah waktu dalam kehidupan reproduksi wanita ketika estrogen dan progesteron menurun secara alami. Hal ini menyebabkan ovulasi tidak teratur dan menstruasi sebelum berhenti sama sekali, menandakan menopause. Biasanya, perimenopause berlangsung sekitar empat tahun, tetapi beberapa wanita bisa mengalaminya lebih lama.

3. Penyakit tiroid

Penyakit tiroid merupakan gangguan yang disebabkan oleh kelainan fungsi kelenjar tiroid. Ini juga dapat mempengaruhi ovulasi dan menstruasi. Dalam sebuah penelitian, hampir 14 persen remaja perempuan dengan gangguan tiroid juga mengalami menstruasi yang tidak teratur.

4. Berat badan

Kelebihan atau kekurangan berat badan yang parah dapat memicu reaksi berantai dalam tubuh yang mengganggu fungsi hormonal. Hal itu dapat menyebabkan tidak adanya ovulasi atau tidak teratur, yang juga dapat menyebabkan tidak adanya menstruasi atau tidak teratur.

5. Stres

Stres dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk ovulasi. Dalam sebuah penelitian melaporkan tingkat stres yang dirasakan lebih tinggi cenderung mengalami ketidakteraturan menstruasi dibandingkan dengan mereka yang tidak merasa sangat stres.

Disamping itu, ovulasi yang tidak teratur diketahui menyumbang 30 hingga 40% dari semua kasus infertilitas. Memiliki menstruasi yang tidak teratur kerap sebagai tanda bahwa wanita tidak berovulasi.

Meski begitu, kondisi ini tidak menutup kemungkinan untuk Bunda bisa hamil. Siklus menstruasi tidak teratur sebenarnya mungkin tampak normal, tetapi yang membedakan dari siklus menstruasi normal yakni terjadi pada interval yang tidak biasa.

Mengutip What to Expect, ini biasanya terjadi lebih dari 35 hari atau kurang dari 21 hari, pada periode yang tidak dapat diprediksi atau kombinasi keduanya. Lebih lanjut, menurut Dr. Suskhan, pada siklus haid tidak teratur, Bunda dapat melacak masa subur dengan menggunakan perhitungan rumus Neagle.

Perhitungan ini akan mencari nilai rata-rata siklus haid tiga bulan untuk mengetahui masa subur. Misalnya, siklus haid dalam tiga bulan adalah 34, 35, 36 hari. Ketiganya lalu dijumlahkan dan diambil nilai rata-rata. Untuk mendapatkan masa subur, nilai rata-rata ini harus dikurangi 14.

Jumlah siklus haid dalam tiga bulan: 34 + 35 + 36 = 105

Nilai rata-rata tiga bulan: 105 : 3 = 35

Masa subur Bunda: 35 - 14 = 21

Artinya, masa subur dengan siklus haid tidak teratur atau lebih dari 28 hari adalah di hari ke-21. Bunda dapat berhubungan intim di waktu tersebut agar cepat hamil.

(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi