sign up SIGN UP search

kehamilan

6 Jenis Makanan yang Dilarang untuk Program Hamil

Haikal Luthfi Sabtu, 20 Feb 2021 17:09 WIB
Ilustrasi hamil muda caption
Jakarta -

Bunda sedang menjalani program hamil? Sudah barang tentu sebaiknya memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.

Menjaga pola makan sangat penting, apalagi menjelang memasuki masa kehamilan. Jika makanan yang dikonsumsi tidak tepat, ini justru dapat mempengaruhi perkembangan janin, Bunda. Sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi.

Masa kehamilan merupakan waktu yang tepat untuk mendapatkan makanan bergizi, namun ternyata ada makanan tertentu yang sebaiknya dihindari. Menurut ahli gizi, Dr.dr.Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., terdapat makanan tertentu yang menjadi pantangan dan harus dihindari.


"Ada beberapa kategori makanan yang perlu dihindari ibu hamil karena bisa berbahaya untuk kesehatan janin dan si ibu," ujar beliau saat berbincang dengan HaiBunda beberapa waktu lalu.

Penting untuk mengetahui proporsi nutrisi yang tepat dan jadwal diet yang harus diikuti untuk kesehatan yang baik. Oleh karena itu, Bunda juga perlu mengetahui makanan yang harus dihindari saat mencoba untuk hamil.

Nah beberapa jenis makanan berikut sebaiknya dihindari ketika sedang menjalani program hamil, Bunda. Mengutip Healthline, beberapa diantaranya seperti:

1. Ikan yang mengandung merkuri

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun, Bunda. Zat ini diketahui paling sering ditemukan di perairan yang tercemar.

Dalam kadar yang lebih tinggi, merkuri sangat berbahaya bagi sistem saraf, sistem kekebalan, dan ginjal. Zat Ini juga dapat menyebabkan masalah perkembangan yang serius pada anak-anak.

Karena ditemukan di laut yang tercemar, ikan besar dapat mengakumulasi merkuri dalam jumlah tinggi. Karena itu, sebaiknya hindari ikan merkuri tinggi saat hamil dan menyusui.

Jenis ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi dan patut dihindari seperti ikan todak, hiu, mackerel, tuna, dan marlin.

2. Ikan mentah

Bagi penggemar makanan sushi, terutama yang mentah, ada baiknya untuk mengurangi makanan jenis tersebut, Bunda. Sebab ini dapat menyebabkan infeksi virus, bakteri, atau parasit, seperti norovirus, salmonella, dan listeria.

Sushi Termasuk Makanan Sehat atau Tidak? Ini Kata Ahli Gizisushi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Ryzhkov

Beberapa dari infeksi tersebut dapat mengakibatkan tubuh lemas dan dehidrasi. Bahkan infeksi yang ditimbulkan bisa menular ke bayi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika, ibu hamil memungkinkan bisa 10 kali lebih rentan terinfeksi oleh listeria.

Bakteri ini dapat ditemukan di tanah dan air atau tanaman yang terkontaminasi. Ikan mentah dapat terinfeksi selama pemrosesan, termasuk pengasapan atau pengeringan.

Listeria dapat ditularkan pada bayi melalui plasenta, meskipun tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Ini dapat menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Sehingga, sangat disarankan untuk menghindari ikan dan kerang mentah, termasuk hidangan sushi.

3. Daging mentah

Sama halnya dengan ikan mentah, daging yang kurang matang atau mentah memiliki risiko terkena infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk toksoplasma, E. coli, listeria, dan salmonella.

Bakteri dapat mengancam kesehatan si kecil, yang memungkinkan menyebabkan lahir mati atau penyakit saraf, termasuk cacat, kebutaan, dan epilepsi.

Meskipun sebagian besar bakteri ditemukan di permukaan potongan daging, bakteri lain mungkin tertinggal di dalam serat otot. Sebaiknya tidak mengonsumsi produk daging olahan kecuali benar-benar telah masak.

4. Telur mentah

Telur yang mentah dapat terkontaminasi oleh bakteri salmonella. Gejalanya termasuk demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.

Sebagian besar produk yang mengandung telur mentah dibuat dengan telur yang dipasteurisasi dan aman dikonsumsi. Namun, Bunda harus selalu membaca labelnya untuk memastikannya.

Untuk amannya, pastikan selalu memasak telur sampai matang atau gunakan telur yang sudah dipasteurisasi.

5. Kecambah mentah

Kecambah mentah, termasuk alfalfa, lobak, dan tauge mungkin terkontaminasi salmonella. Lingkungan lembab dibutuhkan benih untuk memulai bertunas sangat ideal untuk jenis bakteri ini, dan hampir mustahil untuk dibasuh.

Untuk alasan ini, disarankan untuk menghindari kecambah mentah sama sekali. Namun, kecambah aman dikonsumsi setelah dimasak.

6. Junk food

Makanan cepat saji atau junk food umumnya rendah nutrisi dan tinggi kalori, gula, dan lemak tambahan, Bunda.

Meskipun beberapa penambahan berat badan diperlukan selama kehamilan, penambahan berat badan yang berlebihan telah dikaitkan dengan banyak komplikasi dan penyakit. Ini termasuk peningkatan risiko diabetes gestasional, serta komplikasi kehamilan atau kelahiran.

Pilihlah makanan dan camilan yang berfokus pada protein, buah-buahan, lemak sehat, dan karbohidrat kaya serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran.

(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi