sign up SIGN UP search


kehamilan

Kehamilan Ektopik: Gejala, Ciri, dan Pencegahan Sejak Awal Rencana Kehamilan

dr. Gorga I.V.W Udjung, Sp. OG Rabu, 21 Apr 2021 11:33 WIB
Ilustrasi USG kehamilan caption
Jakarta -

Proses kehamilan terjadi ketika ada pertemuan sel telur dengan sperma yang kemudian berkembang menjadi embrio. Embrio inilah yang akhirnya menempel di dinding rahim hingga menjadi janin yang siap untuk lahir pada usia 37-40 minggu.

Pertemuan sperma dengan sel telur haruslah melalui saluran tuba falopi. Biasanya dalam satu kali pembuahan, akan ada 5-10 juta sperma yang melaju mencari sel telur. Jika pembuahan ini sukses, maka embrio akan berakhir di dinding rahim dan menempel setelah hari keenam sampai ketujuh pasca berhubungan.


Idealnya, kehamilan yang sehat didukung juga oleh Bunda yang kondisi tubuhnya sehat juga. Tidak ada faktor risiko tinggi seperti usia di atas 35 tahun, obesitas, diabetes, atau pun hipertensi. Maka itu sebelum kehamilan, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih dulu.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar dinding rahim. Di mana embrio menempel di saluran tuba falopi di bagian tengah, pangkal, atau pun ujung. Biasanya kehamilan ektopik berisiko tinggi terjadi pada seseorang yang sering mengeluhkan keputihan yang berulang. Kenapa? Karena itulah pertanda adanya infeksi di organ intim wanita.

Radang (infeksi) berulang di organ intim wanita bisa menyebabkan kuman migrasi naik ke saluran tuba falopi. Sedangkan di saluran inilah tempat berkumpulnya ciliata (rambut getar) yang bisa membantu pergerakan embrio masuk ke dinding rahim. Saat kuman masuk ke saluran tersebut, maka ciliata tidak bisa melanjutkan tugasnya dengan baik. Di saluran ini pulalah akhirnya embrio berkembang dan bukannya menuju ke dinding rahim.


Gejala kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik membuat seseorang mengalami gejala sakit di perut bagian bawah dan flek berupa darah mirip haid. Ini bersumber dari saluran tuba falopi yang mulai terganggu hingga robek atau pecah (ruptur) akibat pertumbuhan kehamilan yang tidak pada tempatnya itu.

Perlu diingat ya, Bunda, saluran tuba falopi ada di kiri dan kanan. Sehingga jika salah satu saluran tersebut yang tertempel embrio, maka di lokasi itulah perut Bunda merasakan sakit, bisa di kiri ataupun kanan.

Pecahnya saluran ini menyebabkan darah bisa keluar lewat vagina berupa flek-flek, dengan darah yang jumlahnya sedikit-sedikit disertai dengan nyeri perut atau darah akan keluar di rongga perut dan menumpuk di sana sehingga membuat Bunda sering mual/muntah disertai rasa nyeri pada perut.

Jika ini Bunda alami, segeralah periksakan diri ke dokter. Sebab dibutuhkan operasi besar untuk evakuasi kantung kehamilan dan menghentikan pendarahan yang terjadi.

Pecahnya tuba falopi ini karena embrio berkembang di saluran yang bukan pada tempatnya. Biasanya di usia kehamilan 7-8 minggu akan terasa. Sedangkan di usia kandungan 5-6 minggu Bunda sudah mengalami gejala nyeri.

A pregnant woman and her female doctor are indoors in a hospital. The doctor is performing an ultrasound.Ilustrasi kehamilan ektopik/ Foto: Getty Images/FatCamera

Pencegahan kehamilan ektopik

Semua tindakan medis di atas tidak perlu terjadi apabila sejak awal perencanaan kehamilan sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Mulai dari tidak ada risiko komorbid (penyakit bawaan), kebersihan area intim yang tidak ada infeksi kuman, dan tidak merokok.

Jika semua sudah dianggap sehat oleh dokter kandungan, silakan dimulai program kehamilan Bunda. Nah, saat positif hamil juga langsung periksakan diri ke dokter ya.

Jangan ragu untuk menggunakan USG transvaginal karena bisa terlihat secara detail apa yang terjadi di rahim. Dari USG ini pula bisa kelihatan jika ada kantung kehamilan di dalam rahim yang berarti menyingkirkan kemungkinan embrio menempel bukan pada dinding rahim.

Bisakah hamil lagi pasca kehamilan ektopik?

Meski menyisakan satu saluran tuba falopi, hamil kembali pasca kehamilan ektopik masih berpeluang besar untuk terjadi. Bahkan mencapai persentase 80-90 persen setelah 18 bulan.


Ini bisa dilakukan setelah Bunda menjalani terapi selama tiga bulan. Tujuannya adalah membersihkan organ intim dari segala macam jenis infeksi yang bisa membahayakan kesehatan organ reproduksi dan kelanjutan hidup embrio.

Bunda juga masih memiliki satu saluran tuba falopi yang sehat dan bisa dilalui oleh sperma. Jangan lupa juga hindari rokok karena nikotin di dalamnya bisa mengganggu gerak cillia di tuba falopi. Lalu, jaga kesehatan diri dan suami, terutama kesehatan area intim.

Terpenting, tidak perlu takut hamil lagi, Bunda.

Bunda, simak juga yuk penyebab kehamilan ektopik seperti dijelaskan dokter kandungan di video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi