sign up SIGN UP search


kehamilan

Mengenal Jenis Kembar Siam dan Deteksi Dini pada Kehamilan

Annisa Karnesyia Senin, 24 May 2021 19:00 WIB
Bayi kembar caption
Jakarta -

Bunda pasti sudah enggak asing dengan istilah kembar siam ya? Kembar siam adalah kelahiran bayi yang cukup langka di dunia.

Menurut dokter anak Joel Forman, MD, bayi kembar siam terjadi hanya 1 dari 200.000 kelahiran hidup. Dalam kondisi ini, bayi kembar akan berbagi kulit, jaringan, atau mungkin berkembang dengan organ dan anggota tubuh yang sama.

"Kembar siam adalah jenis kembar monozigot. Artinya, mereka berasal dari satu zigot (sel telur yang telah dibuahi) yang terbagi menjadi dua," kata Forman, dilansir Very Well Family.


"Tidak ada cara yang diketahui bisa mencegah bayi kembar siam. Tetapi untuk mengatasinya, kita perlu memahami lebih banyak tentang kondisi ini," sambungnya.

Setelah pembuahan dan saat zigot bergerak menuju rahim untuk implantasi, sel-selnya akan membelah. Dalam kasus kembar siam, sel-sel ini membelah dan membentuk dua blastokista atau embrio yang sudah berkembang dan berusia sekitar lima hari. Blastokista ini lalu menghasilkan bayi kembar, Bunda.

Proses ini dapat terjadi dalam beberapa hari, tetapi dalam beberapa kasus dapat tertunda. Saat inilah, bayi kembar siam akan terjadi dan berkembang di dalam rahim.

"Seperti namanya, mereka secara harfiah adalah dua individu yang bergabung menjadi satu," ujar Forman.

Penyebab kembar siam

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab bayi lahir kembar siam, Bunda. Meski ada beberapa teori kembar siam, ada banyak hal yang tidak bisa dipastikan sebagai penyebab.

Kembar siam juga tidak dapat dikaitkan dengan faktor genetik, lingkungan, perilaku ibu, trauma, virus, penyakit, atau faktor-faktor lainnya.

"Tidak ada alasan yang bisa mengidentifikasi dengan jelas, kenapa beberapa sel telur yang dibuahi membelah dan berkembang menjadi dua individu. Tidak ada pula penjelasan mengapa proses tersebut bisa tertunda dan menyebabkan kembar siam," kata Forman.

Tanda hamil kembar siam

Sama seperti penyebab, tidak ada tanda khusus yang mengindikasikan kehamilan kembar siam. Mengutip Mayo Clinic, seperti pada kehamilan bayi kembar lainnya, rahim atau perut akan cepat membesar dibandingkan kehamilan bayi tunggal.

Bunda juga bisa mudah lelah serta sering mual dan muntah di awal kehamilan. Kondisi hamil kembar siam bisa dideteksi di awal kehamilan melalui ultrasonografi (USG.

Banyak kembar siam tidak mampu bertahan hidup atau meninggal setelah lahir. Namun, kemajuan dalam dunia medis telah meningkatkan kelangsungan hidup bayi kembar siam.

Beberapa bayi masih bisa bertahan hidup setelah menjalani operasi pembedahan. Tetapi, keberhasilannya akan bergantung pada organ atau bagian tubuh yang menempel, serta kemampuan tim bedah.

Jenis kembar siam

Bayi kembar siam dapat diklasifikasikan menurut tempat atau organ mereka yang menempel. Berikut penjelasannya:

1. Dada (Thoracopagus)

Pada kondisi ini, bayi kembar akan menempel di dada. Mereka umumnya sering berbagi organ hati dan usus bagian atas yang sama. Kondisi ini paling umum dialami kembar siam.

2. Perut atau abdomen (Omphalopagus)

Kembar siam di abdomen banyak berbagi organ liver dan beberapa bagian bawah usus kecil (ileum), serta usus besar. Kondisi ini termasuk paling langka dan hanya 0,5 persen bayi kembar mengalaminya. Dalam kasus ini, bayi biasanya tidak berbagi organ hati, Bunda.

3. Tulang belakang (Rachipagus)

Pada kembar siam ini, tulang belakang dua bayi akan menempel saling membelakangi. Kondisi ini jarang terjadi pada kasus kembar siam.

4. Panggul (Ischiopagus)

Bayi kembar pada Ischiopagus menempel di panggul. Banyak bayi dengan kondisi ini berbagi liver, organ saluran genital dan kemih, serta saluran pencernaan bagian bawah. Setiap bayi kembar ini mungkin memiliki dua atau tiga kaki.

5. Trunk (Paparagus)

Pada kondisi ini, bayi kembar akan menempel di panggul dan sebagian atau seluruh perut dan dada dengan kepala terpisah. Bayi kembar ini umumnya memiliki dua hingga empat lengan dan dua atau tiga kaki.

6. Kepala (Craniopagus)

Kembar Craniopagus membuat organ kepala bayi kembar menempel, entah di atas atau samping kepala. Pada kondisi ini, bayi kembar akan berbagi sebagian tengkorak. Beberapa akan berbagi jaringan otak, meski keseluruhan organ otak terpisah.

7. Kepala dan dada (Cephalopagus)

Bayi kembar diam ini menempel antara kepala dan tubuh bagian atasnya. Kepala yang menempel dapat berada di sisi berlawanan dan mereka akan berbagi otak. Bayi kembar dengan kondisi ini jarang bertahan hidup.

Bayi kembarIlustrasi bayi kembar/ Foto: iStock

Komplikasi kehamilan kembar siam

Kehamilan bayi kembar siam cukup rumit, Bunda. Risiko terjadinya komplikasi karena kehamilan bisa meningkat.

Bayi kembar siam dapat lahir melalui proses persalinan dengan operasi caesar. Kemungkinan besar mereka akan lahir secara prematur atau salah satu atau keduanya lahir hidup atau meninggal setelah lahir.

Bayi kembar siam yang lahir bisa mengalami masalah kesehatan yang cukup serius, seperti kesulitan bernapas atau masalah jantung. Dalam jangka panjang, mereka bisa terkena skoliosis, cerebral palsy, atau mengalami kesulitan belajar.

Penanganan bayi kembar siam

Perawatan bayi kembar siam dapat bervariasi tergantung organ yang menempel, Bunda. Melansir dari Parenting Firstcry, berikut langkah perawatan dan penanganan bayi kembar siam:

1. Memantau kehamilan

Dokter biasanya akan memantau Bunda bila hamil kembar siam. Dokter mungkin akan merujuk ke spesialis lain untuk perawatan yang tepat.

2. Persalinan dengan operasi caesar

Persalinan normal tidak memungkinkan untuk kelahiran bayi kembar siam. Proses persalinan dengan operasi caesar akan dilakukan sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL), biasanya dua hingga empat minggu sebelumnya. Setelah bayi lahir, kesehatan dan kondisinya akan dievaluasi.

3. Operasi pemisahan kembar siam

Operasi pemisahan mungkin akan dilakukan untuk memisahkan bayi kembar siam, Bunda. Segala jenis pembedahan dapat dilakukan sekitar dua atau empat bulan setelah bayi lahir.

Terkadang, pemisahan darurat bisa dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor. Dokter akan melakukan tindakan operasi ini dengan mempertimbangkan faktor, seperti apakah kedua bayi cukup sehat, berbagi organ vital atau tidak, apa jenis bedah rekonstruktif dibutuhkan, dan berapa tingkat keberhasilan operasi pemisahan.

4. Perawatan bila tidak dipisahkan

Dalam beberapa kasus, operasi pemisahan mungkin tidak bisa dilakukan pada bayi kembar siam. Dalam kondisi ini, dokter akan memberikan saran orang tua untuk merawat bayi agar menjalani kehidupan normal dengan kondisinya ini.

5. Perawatan lanjutan

Bayi yang sudah terpisah atau belum tetap harus melakukan perawatan lanjutan untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Pemantauan rutin oleh dokter juga dibutuhkan untuk bayi kembar siam ini.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi