sign up SIGN UP search


kehamilan

Posisi Tidur Bumil agar Bayi Tidak Sungsang, Disarankan Miring

Annisa Karnesyia Senin, 17 May 2021 13:16 WIB
Shot of a pregnant woman sleeping on a bed at home caption
Jakarta -

Untuk melahirkan secara normal, posisi bayi dalam kandungan perlu diperhatikan ya, Bunda. DalamĀ kehamilan yang normal, bayi akan otomatis berputar di dalam rahim dengan posisi kepala di bawah jalan lahirnya.

Pada bayi sungsang, posisi ini akan berbeda atau mengalami kelainan. Misalnya, posisi kepala bayi menghadap ke atas rahim, sementara kakinya di bawah atau jalan lahir.

Ada tiga jenis kehamilan sungsang, yakni frank breech, complete breech, dan footling breech. Ketiganya tergantung dengan posisi bayi di dalam rahim. Namun, pada semua kehamilan sungsang, biasanya kepala bayi tidak menghadap ke bawah atau jalan lahir.


Penyebab bayi sungsang

1. Ukuran janin lebih kecil dari ruang rahim Bunda dapat mengakibatkan janin bebas berputar dalam kandungan.

2. Janin terlalu besar menyebabkan posisi kepala sulit berputar ke bawah atau jalan lahir.

3. Bentuk rahim tidak normal.

4. Air ketuban yang terlalu banyak.

5. Ada tumor atau mioma di dalam rahim.

6. Posisi plasenta berada di bawah sehingga menutupi jalan lahir bayi.

7. Bayi terlilit tali pusat.

8. Hamil anak kembar dan multiparitas atau kehamilan anak kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, yang jarang terjadi di kehamilan pertama.

Pemeriksaan bayi sungsang

Bunda dapat mengetahui bayi sungsang sejak kehamilan memasuki trimester kedua. Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah ultrasonografi (USG) atau secara manual, yakni dokter meraba bagian luar perut.

"Pemeriksaan manual dengan indikasi jika bagian yang paling keras dan besar berada di sisi atas, maka bayi diduga dalam posisi sungsang," kata Tim Naviri, dalam Buku Pintar Ibu Hamil.

Tindakan koreksi bayi sungsang dapat dilakukan sebelum melahirkan, Bunda. Selain dibantu dokter, kita dapat melakukannya sendiri. Caranya dapat melakukan posisi sujud selama 5 sampai 10 menit dengan frekuensi dua kali sehari.

Sementara itu, koreksi posisi dengan bantuan dokter umumnya dapat dilakukan melihat kondisi janin dan usia kehamilan. Dokter akan melakukan metode koreksi luar setelah usia kehamilan 34 minggu. Meski begitu, tindakan ini sudah jarang dilakukan karena berisiko pada ibu dan bayinya.

Koreksi luar dilakukan dengan memutar janin sampai ke posisi yang benar. Tindakan ini umumnya dilakukan bila ukuran bayi tidak lebih besar dari panggul ibu, tidak ada lilitan tali pusat, tidak ada kondisi plasenta previa, mioma, dan hidrosefalus bayi.

Melahirkan bayi sungsang

Bayi sungsang dapat terjadi di setiap kehamilan. Jika Bunda hamil anak pertama, maka kondisi ini enggak boleh dianggap sepele ya.

Dokter kandungan dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr.dr.Suskhan Djusad, mengatakan bahwa melahirkan anak pertama dengan letak kepala sungsang bisa berisiko 'tersangkut' di jalan lahir. Bila bayi dipaksa keluar selama proses persalinan, rahim ibunya bisa robek atau ruptur. Oleh karena itu, proses persalinan dengan operasi perlu dilakukan untuk kondisi ini.

"Kalau sungsang anak pertama biasanya memang melahirkan secara caesar karena ada risiko 'nyangkut' kepalanya. 'Nyangkut' itu dikenal juga after coming head. Kalau sudah nyangkut dan dipaksa, bisa robek rahimnya," kata Suskhan kepada HaiBunda, belum lama ini.

ilustrasi ibu hamil tidurilustrasi ibu hamil tidur/ Foto: iStock

Pada obstetri modern, bayi sungsang tidak boleh dilahirkan dengan persalinan normal, apabila sudah tidak bisa dikoreksi. Cara ini dapat berbahaya dan berisiko menyebabkan bayi meninggal.

Sebuah ulasan di British Journal of Obstetrics and Gynecology menjelaskan bahwa wanita dengan kehamilan sungsang sebenarnya tetap bisa melakukan persalinan normal, asalkan ditangani tenaga kesehatan terlatih. Namun, secara umum sebagian besar tenaga kesehatan lebih memilih untuk melakukan operasi caesar karena dianggap aman untuk kehamilan sungsang.

Posisi tidur agar bayi tidak sungsang

Bayi sungsang sebenarnya bisa dicegah dan dikoreksi dengan mengatur posisi yang tepat saat Bunda tidur. Praktisi perawat keluarga, Rue Khosa, ARNP, FNP-BV, IBCLC, mengatakan bahwa mempertahankan posisi dan postur bisa membuat panggul terbuka lebar dalam posisi apa pun.

Khosa menyarankan para Bunda untuk tidur dengan posisi miring dengan bantal di antara lutut dan pergelangan kaki. Cara ini dapat memudahkan bayi memposisikan kepalanya di bawah.

"Semakin banyak ruang yang dimiliki bayi, semakin mudah bagi mereka untuk menemukan jalan ke posisi lahir," kata Khosa, dilansir Healthline.

Penulis The Motherly Guide to Becoming Mama, Diana Spalding, MSN, CNM, juga setuju nih. Menurut wanita yang berprofesi sebagai bidan ini, tidur miring dengan bantal di antara kedua kaki bisa menciptakan posisi yang optimal bagi bayi untuk berbalik.

"Ini bisa membantu bayi keluar dari panggul dan berputar," katanya.

Posisi miring kiri

Sebenarnya, Bunda bisa tidur dengan posisi miring kanan atau kiri agar bayi tidak sungsang. Namun, banyak pakar menyarankan bahwa posisi miring kiri lebih baik atau ideal.

Tidur miring kiri dapat mengurangi kompresi vena cava inferior (IVC) yang membawa darah ke jantung Bunda dan si Kecil. Pada akhirnya, tidur dengan posisi ini dapat membuat aliran darah optimal.

Para ahli berpendapat bahwa berbaring miring dengan bantal untuk menopang perut adalah posisi tidur yang disarankan saat hamil. Paling penting Bunda menghindari tidur telentang untuk menghindari penekanan pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke bayi.

Saat tidur denganĀ posisi tidur miring kiri, Bunda harus dalam kondisi yang nyaman ya. Saat berguling miring, pastikan kaki ditekuk dan diganjal bantal. Posisi ini akan memberikan bayi lebih banyak ruang untuk berbalik dan mencegah sendi pinggul sakit.

Untuk jenis bantal, Bunda dapat memilih bantal kehamilan bentuk 'C' untuk memberi ruang pada perut. Sebaiknya hindari penggunaan bantal yang tebal karena bisa bikin enggak nyaman saat tidur.

(ank)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!