HaiBunda

KEHAMILAN

Dapat Menurun ke Anak, Kenali Penyakit Thalassemia yang Tidak Bisa Disembuhkan

Annisa A   |   HaiBunda

Rabu, 02 Jun 2021 12:10 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff
Jakarta -

Penyakit genetik dapat diturunkan oleh orang tua ke anak tanpa disadari. Salah satunya adalah thalassemia. Penyakit langka ini dapat dialami oleh anak sejak di dalam kandungan, Bunda.

Thalassemia merupakan penyakit genetik yang disebabkan oleh kerusakan atau tidak terbentuknya rantai hemoglobin di dalam darah. Akibatnya, sel darah merah mudah pecah sehingga fungsi darah untuk mengangkut oksigen tak lagi efektif.

"Setiap tahun diperkirakan akan lahir 2500 bayi dengan Thalassemia major. Jumlah Thalassemia di Indonesia yang teregisitrasi baru mencapai 9123 pada 2016," kata Bambang Sudarmanto, Sp.A(K), MARS, Dokter spesialis Anak Konsultan Hematologi RS. Kariadi Semarang di virtual media briefing Kalbe, Senin (31/05/21).


Jumlah tersebut kemungkinan masih dapat bertambah karena banyaknya kasus yang belum dilaporkan. Sebab tak semua rumah sakit di Indonesia mampu mendiagnosis thalassemia, Bunda.

Anak yang menderita penyakit Thalassemia akan mengalami kekurangan kadar hemoglobin (Hb) yang disebut anemia. Kondisi tersebut menyebabkan
organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal dan lainnya mengalami hipoksia kekurangan oksigen.

Seperti dikethui, hemoglobin berfungsi untuk mengangkut oksigen yang dihirup ketika bernapas dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Terhambatnya penyebaran oksigen menyebabkan tumbuh kembang anak terganggu serta terjadinya komplikasi.

"Karena kekurangan darah, maka pasien membutuhkan transfusi secara teratur. Biasanya anak yang sudah sering transfusi darah wajahnya terlihat pucat dan agak kekuningan karena penumpukan bilirubin akibat pecahnya sel darah merah," jelasnya.

Thalassemia tidak dapat disembuhkan sehingga pasien selalu membutuhkan transfusi darah sepanjang hidupnya. Namun transfusi ini juga dapat memberi efek samping pada tubuh penderita thalassemia, Bunda.

Terlalu sering transfusi darah dapat menyebabkan penumpukan zat besi. Hal ini juga berujung pada komplikasi organ tubuh jika dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, penyandang thalassemia juga harus melakukan kelasi besi.

Kelasi besi merupakan terapi yang dapat diberikan untuk mengeluarkan kelebihan zat besi pada tubuh akibat transfusi darah rutin. Terapi ini dilakukan dengan memakai obat yang harus dikonsumsi setiap hari.


Bagaimana tata cara terapi kelasi besi untuk anak penderita thalassemia? Simak di halaman berikutnya.

Simak juga Bunda, kiat screening thalassemia dini agar calon buah hati kelak terlahir sehat dan unggul.



(anm)
PERAWATAN THALASSEMIA

PERAWATAN THALASSEMIA

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

Hasil USG Laki-Laki, Lahirnya Perempuan? Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sah! Pasangan Viral Korban Bayi Tertukar saat IVF Resmi Dapat Hak Asuh Bayi yang Dibesarkan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ciri Perempuan yang Lebih Suka Kafe dengan Suasana Tenang untuk Me Time

Mom's Life Nadhifa Fitrina

10 SD Favorit Jakarta Timur dengan Siswa Berprestasi Terbanyak

Parenting Nadhifa Fitrina

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Kebiasaan Berbicaranya

Mom's Life Azhar Hanifah

7 Ciri Kepribadian Perempuan Bermental Kuat saat Menghadapi Orang yang Meremehkannya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Cara Mendapatkan Freelance Job Online, Tambahan Penghasilan In This Economy

Kapan Anak Mulai Bisa Berlari? Ketahui Perkembangannya Yuk Bunda

Merasa Aroma Parfum Favorit Tiba-Tiba Berubah saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Ciri Perempuan yang Lebih Suka Kafe dengan Suasana Tenang untuk Me Time

10 SD Favorit Jakarta Timur dengan Siswa Berprestasi Terbanyak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK