sign up SIGN UP search


kehamilan

Sakit Pinggang Saat Hamil, Bun? Waspadai Tubuh Kurang Kalsium

dr. Alexander Mukti, Sp.OG Jumat, 11 Jun 2021 11:50 WIB
Healthcare, treatment. Young pregnant woman feeling sudden pain in her back. Future mom suffering from backpain. High quality photo Sakit pinggang saat hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Sakit pinggang adalah salah satu keluhan yang kerap dialami Bunda saat hamil. Kondisi ini bisa saja muncur sejak trimester pertama dan muncul kembali di trimester akhir. Apakah kondisi sakit pinggang ini bisa membahayakan janin?

Pada umumnya, penyebab dan risiko sakit pinggang memang sulit untuk dijelaskan. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena sakit pinggang tidak berbahaya bagi Bunda hamil. Meskipun rasa sakit ini cukup mengganggu selama kehamilan.

Penyebab sakit pinggang saat hamil

Sakit pinggang saat hamil pun bisa disebabkan karena beberapa faktor yang kita ulas di bawah ini:


1. Jaringan di rahim tertarik

Sakit pinggang saat hamil biasanya disebabkan karena penarikan pada pemegang rahim itu sendiri. Jadi, secara fisiologis rahim dipegang oleh jaringan. Nah, jaringan ini selama hamil akan tertarik dan seringkali menimbulkan sakit pinggang.

2. Kekurangan kalsium

Kekurangan zat mikronutrien, seperti kalsium juga bisa menyebabkan sakit pinggang. Asupan kalsium pada ibu hamil setara dengan 1.000 hingga 2.000 mg per hari.

Kebutuhan ini seringkali dilewatkan oleh para Bunda. Tak sedikit ibu hamil hanya konsumsi satu vitamin lengkap selama kehamilan. Padahal, dosis vitamin ini masih dianggap kurang untuknya. Bunda yang mengalami kekurangan kalsium, perlu mendapatkan vitamin tambahan dari dokter. Konsultasikan dengan dokter, seberapa banyak suplemen kalsium perlu dikonsumsi per hari.

Tanda sakit pinggang yang perlu diwaspadai

Ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya ketika Bunda mengalami sakit pinggang selama hamil. Tanda tersebut seperti infeksi saluran kemih (ISK) yang bisa naik ke atas dan menimbulkan infeksi ginjal, sehingga menimbulkan nyeri pinggang.

Tanda-tanda ISK di antaranya meliputi nyeri saat buang air kecil (BAK), ada rasa tidak lampias saat BAK, atau bahkan Bunda hamil mengalami demam. Tanda-tanda ini perlu diwaspadai dan diawasi selama masa kehamilan. Saat Bunda mengalami salah satunya, segera periksakan diri ke dokter.

Nah, jika memang sudah terjadi infeksi ginjal, maka ibu hamil harus diberi antibiotik yang aman. Terjadinya masalah di ginjal bisa berbahaya karena ini adalah organ vital manusia.

Kapan biasanya terjadi sakit pinggang selama hamil?

Bunda bisa mengalami sakit pinggang di trimester pertama, yakni sekitar usia kehamilan 12 sampai 20 minggu. Kondisi ini biasanya disebabkan cadangan kalsium di dalam tubuh sudah mulai habis.

Bayi dalam kandungan bila tidak diberikan kalsium, dia akan mengambil jatah kalsium dari tubuh ibunya, salah satunya dari tulang. Tak heran banyak Bunda hamil sering mengeluh nyeri pinggang, kram di daerah kaki, hingga gigi goyang karena kalsium berkurang di tulang rahang.

Jika Bunda merasakan gejala-gejala tersebut, maka sebaiknya segera ke dokter. Asupan kalsium tambahan dari vitamin mungkin akan diberikan untuk mengatasinya.

Sakit pinggang bisa dialami juga di trimester ketiga atau menjelang persalinan. Kondisi ini dapat disebabkan berat badan bayi yang cenderung meningkat saat hamil.

Bila diibaratkan, Bunda menggendong tas dengan beban berat selama sembilan bulan. Tas atau rahim ini memiliki beban berupa berat bayi sekitar 3 kg, ari-ari bayi sekitar 1 kg, hingga berat cairan ketuban. Bila ditotal, Bunda dapat menanggung beban rata-rata 5 sampai 6 kg. Pada trimester akhir, kondisi tersebut wajar menimbulkan sakit pinggang.

Simak juga ya, penyebab sakit pinggang sebelah kiri di halaman selanjutnya!

Bunda hamil, pelajari juga yoga seperti dalam video di bawah ini yuk untuk mencegah sakit pinggang:

[Gambas:Video Haibunda]



SAKIT PINGGANG SEBELAH KIRI DAN CARA MEREDAKANNYA
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi