sign up SIGN UP search


kehamilan

4 Kandungan Makanan Penambah Darah & 3 Jenis Makanan Pantangan Bagi Penderita Anemia

Tim HaiBunda Minggu, 26 Sep 2021 20:35 WIB
Top view of an iron grill with two fresh beef steak fillets on wooden kitchen table filled with cooking and seasoning ingredients. DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM caption
Jakarta -

Bunda sering mendengar istilah anemia? Dalam dunia medis, anemia adalah suatu keadaan di mana tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit. Jika Bunda mengalami anemia selama kehamilan, sebaiknya segera menjadi perhatian ya.

Saat seseorang mengalami anemia dalam kondisi hamil biasanya akan muncul berbagai keluhan seperti pusing, kulit pucat, mudah lelah, bahkan sampai pingsan. Di sinilah peranan asupan makanan penambah darah sangat penting, Bun.

Pasalnya, anemia sebenarnya bisa diatasi dengan mengasup beberapa jenis makanan berupa sayuran, aneka jenis daging, hingga biji-bijian. Berikut contoh asupan makanan penambah darah yang dapat Bunda konsumsi untuk mengatasi anemia.


5 kebiasaan aneh orang IndonesiaFoto: Mia Kurnia Sari

Makanan Penambah Darah untuk Penderita Anemia

1. Makanan dengan kandungan zat besi

Makanan yang memiliki zat besi yang tinggi dapat membantu memproduksi hemoglobin yang dibutuhkan sel darah merah. Makanan tersebut dapat bersumber dari daging segar, unggas, makanan laut.

Zat besi yang berasal dari hewani dapat diserap tubuh sebanyak 70 persen. Tak hanya itu, zat besi yang berasal dari nabati seperti sayur bayam dan sayuran hijau lainnya, juga dapat mencegah anemia atau kekurangan darah.

2. Makanan kaya tembaga

Selain makanan yang memiliki zat besi tinggi, makanan yang memiliki banyak asupan tembaga juga dapat digunakan untuk penambah darah. Makanan penambah darah tersebut dapat ditemui pada gandum, kacang-kacangan, makanan laut, cokelat, dan daging unggas. Mineral tembaga itu sendiri dapat berfungsi untuk meningkatkan produksi sel darah merah.

3. Makanan tinggi asam folat

Asam folat atau biasa disebut vitamin B9 merupakan nutrisi yang dapat meningkatkan jumlah sel darah merah. Makanan yang mengandung asam folat tinggi di antaranya kacang merah, kacang polong, jeroan, sayuran hijau. Jika Bunda ingin memasak makanan yang mengandung asam folat, ada baiknya agar memasaknya tidak terlalu lama.

4. Makanan kaya vitamin B12

Jika seseorang kekurangan vitamin B12, sel darah merah yang dihasilkan akan abnormal dan cenderung memiliki bentuk oval. Sedangkan bentuk sel darah merah yang normalnya seharusnya adalah bulat dan terpisah-pisah. Makanan yang mengandung B12 di antaranya ikan, telur, sereal, daging merah.

Selain beberapa asupan makanan penambah darah, ada pula makanan yang menjadi pantangan bagi seseorang penderita anemia. Berikut makanan pantangan yang harus dihindari oleh penderita anemia.

Makanan yang Dilarang untuk Penderita Anemia

1. Makanan yang mengandung tanin

Tanin merupakan zat alami yang dapat ditemukan dalam sumber makanan nabati. Makanan yang mengandung tanin ini sendiri seperti kopi, anggur, jagung, teh hijau. Tanin harus dihindari oleh penderita anemia karena dapat mengurangi penyerapan zat besi.

2. Makanan yang mengandung fitat

Makanan yang mengandung fitat umumnya dapat mengikat zat besi di saluran pencernaan.

3. Makanan yang mengandung gluten

Jika Bunda memiliki penyakit anemia dan celiac secara bersamaan, akan lebih baik jika menghindari makanan yang mengandung gluten. Sebab, gluten akan membuat zat besi dicegah untuk terserap tubuh. Makanan yang mengandung gluten biasanya ditemukan dalam pasta dan gandum. (PK)

Simak juga video berikut mengenai makanan pencegah untuk ibu hamil, mana yang Bunda doyan?

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!