sign up SIGN UP search


kehamilan

6 Cara Mudah Rampingkan Kembali Perut setelah Melahirkan, Coba yuk Bun

Amira Salsabila   |   Haibunda Senin, 10 Jan 2022 07:00 WIB
Woman hand holding her own belly fat and cellulite on white background. Women before weight loss and shape up healthy stomach muscle concept. Ilustrasi pasca melahirkan/Foto: Getty Images/iStockphoto/sorrapong

Jakarta - Menurunkan berat badan setelah persalinan memang bukan hal yang mudah, ya Bunda. Setelah melahirkan, perut Bunda tidak bisa segera kembali ke bentuk semula. 

Perubahan hormonal pasca melahirkan memang akan menyebabkan perut mengecil seiring berjalannya waktu. Untuk mempercepatnya, Bunda bisa mengupayakan beberapa hal untuk membantu mengecilkan perut seperti semula.

Apa saja yang dapat Bunda lakukan untuk mengecilkan perut setelah melahirkan Si Kecil? Simak penjelasannya, ya Bunda.


Mengapa Bunda masih terlihat hamil setelah melahirkan?

Beberapa Bunda juga akan memiliki garis gelap di perut mereka. Ini disebut dengan linea nigra. Bunda juga mungkin melihat stretch mark di sepanjang perut Bunda, yang disebabkan oleh peregangan kulit yang ekstensif selama kehamilan.

Sembilan bulan peregangan adalah waktu yang lama, Bunda. Jadi, butuh waktu lama bagi tubuh Bunda terutama perut untuk pulih sepenuhnya.

Kelahiran memicu perubahan hormon yang akan menyebabkan rahim Bunda berkontraksi ke ukuran normal. Namun, proses ini bisa memakan waktu enam sampai delapan minggu.

Selain itu, semua cairan ekstra dalam tubuh Bunda yang akumulasi selama kehamilan akan dikeluarkan melalui tubuh dalam waktu beberapa minggu.

Namun, hal ini masih bisa meninggalkan kelebihan lemak perut yang membandel di sekitar bagian tengah Bunda. Sementara itu, stretch mark dapat memudar, lemak tidak mudah dihilangkan.

Penyebab perut Bunda masih gemuk

Banyak lemak perut Bunda bisa disalahkan pada kehamilan Bunda baru-baru ini. Namun, tidak semua Bunda mengalami hal ini. Berikut ini ada beberapa penyebab perut gemuk setelah melahirkan.

1. Genetik

Beberapa orang secara genetik membawa lebih banyak lemak perut daripada yang lain. Hal ini karena sifat yang diturunkan dari orang tua Bunda. Itu juga bisa menjadi bagian dari riasan biologis Bunda, dan begitulah fungsi tubuh Bunda secara normal.

“Jika Anda merasa sulit untuk menjaga berat badan Anda sebelum hamil, kemungkinan besar akan memakan waktu lebih lama untuk menurunkan berat badan setelah kehamilan, juga,” kata Charlie Launder, pendiri Bumps & Burpees, dikutip dari Women’s Health.

Banner Model Bosnia DisekapBanner Model Bosnia Disekap/ Foto: HaiBunda/Mia

2. Hormon

Hormon adalah faktor pendorong utama di balik perubahan tubuh Bunda selama kehamilan. Beberapa hormon memiliki pengaruh yang lebih besar pada penambahan berat badan dan cara Bunda menyimpan lemak.

Khususnya bagi wanita, peningkatan kadar estrogen selama kehamilan dapat menyebabkan Bunda menambah berat badan di perut, payudara, dan paha. Ini mempersiapkan tubuh menyusui dan menjaga bayi tetap aman selama kehamilan.

Cara lain bahwa hormon dapat menyebabkan penambahan berat badan adalah melalui stres. Hormon pelepas stres yang disebut kortisol meningkat selama situasi tekanan tinggi. Seiring berjalannya waktu, ini dapat membuat Bunda menyimpan lebih banyak lemak.

3. Pemisahan perut

Pada dua pertiga kehamilan, masalah bisa muncul yang disebut dengan pemisahan perut. Ini melibatkan pemisahan otot perut dan tengah perut.

Ini lebih mungkin terjadi pada Bunda yang lebih tua. Namun, bagi setiap Bunda yang mengalami pemisahan perut, hal itu bisa menyebabkan tonjolan di bagian tengah tubuh Bunda.

Lalu, bagaimana cara mengecilkan perut setelah melahirkan? Simak halaman berikutnya, ya Bunda.

Simak juga video tentang rata-rata berat badan normal bayi baru lahir di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



6 CARA KECILKAN PERUT SETELAH MELAHIRKAN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!