sign up SIGN UP search


kehamilan

40 Ciri Hamil Muda, Dilihat dari Perubahan Raut Wajah hingga Perut Buncit

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Kamis, 24 Mar 2022 18:15 WIB
Pregnant woman drinking milk on a sofa caption
Jakarta -

Ciri-ciri hamil muda kerap kali tidak disadari oleh para calon Bunda nih. Padahal, mengetahui kehamilan lebih cepat dapat bermanfaat untuk memantau kondisi janin.

Bersamaan dengan perkembangan janin, tubuh Bunda akan menyesuaikan diri dalam proses kehamilan. Penyesuaian ini memicu perubahan-perubahan, baik secara fisik atau emosional.

"Pada bulan-bulan pertama kehamilan, orang tidak akan banyak menyadari sedang hamil, karena saat ini memang belum banyak terlihat perubahan nyata pada tubuh. Tapi, sebenarnya tubuh secara aktif bekerja untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional dalam proses kehamilan ini," kata Suririnah, dalam Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan.


Cara mudah untuk mengetahui ciri-ciri hamil muda adalah memerhatikan kondisi dan perubahan tubuh yang berlangsung terus-menerus. Bunda tak cuma dituntut peka, tapi juga memahami ciri-ciri hamil muda bahkan sebelum program hamil.

Ciri-ciri hamil muda

Melansir dari berbagai sumber, berikut 40 ciri-ciri hamil muda yang Bunda perlu tahu:

1. Kram dan timbul bercak

Memasuki usia kehamilan 1 sampai 4 minggu, kram dan bercak darah bisa muncul. Bercak darah ini kerap dianggap tetesan darah di awal haid. Padahal, tanpa disadari itu ciri-ciri hamil Bunda sedang hamil muda.

Kram PerutKram perut/ Foto: iStock

Kenapa ada bercak darah yang sering keliru dianggap darah haid? Jadi, sel telur yang dibuahi akan menciptakan blastocyst, yakni sel-sel berisi cairan yang akan berkembang menjadi organ tubuh bayi.

Bila Bunda merasakan perut kram plus timbul bercak darah, apalagi sudah telat haid, sebaiknya cek test pack. Hindari penggunaan obat tertentu, minum alkohol, dan merokok. Sebab, ketiganya dihubungkan dengan pendarahan hebat.

2. Perbesaran payudara

Ciri hamil paling umum di awal kehamilan adalah perubahan payudara. Payudara akan terisi untuk mempersiapkan ASI setelah melahirkan.

Selain bengkak, payudara menjadi sangat lunak dan sensitif. Sayangnya, salah satu ciri hamil ini mirip dengan tanda menjelang haid.

"Payudara akan membesar dan mengencang karena terjadi peningkatan hormon kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui," ujar Suririnah.

3. Areola menghitam

Perubahan hormon saat hamil juga bisa menyebabkan daerah puting susu atau areola menghitam lebih lebar. Kondisi ini umumnya terjadi di tiga bulan pertama kehamilan.

Ilustrasi payudaraAreola menghitam/ Foto: Istock

Areola menghitam terjadi karena respons tubuh untuk mempersiapkan produksi ASI ketika Bunda menyusui setelah melahirkan. Bunda tak perlu panik kalau perlahan areola terlihat lebih hitam dari biasanya ya.

4. Sering buang air besar

Selama hamil, kadar hormon akan berubah sehingga memengaruhi kerja tubuh. Perubahan-perubahan hormon ini juga memicu Bunda sering buang air besar selama hamil.

Intensitas buang air besar yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan diare, Bunda. Supaya kondisi tidak semakin parah, coba kurangi konsumsi makanan berserat tapi tetap penuhi asupan cairan ya.

5. Sering buang air kecil

Hormon kehamilan dapat menyebabkan Bunda sering buang air kecil di usia kehamilan 2 minggu. Keinginan buang air kecil ini disebabkan karena rahim yang membesar menekan kandung kencing.

Cropped image of beautiful young woman sitting on toilet. Her panties is hanging on her legsBuang air kecil/ Foto: istock

Selain itu, perubahan hormonal juga menyebabkan peningkatan volume darah yang menyebabkan ginjal memproduksi cairan. Kebiasaan sering buang air kecil akan mulai berkurang di trimester kedua.

6. Konstipasi

Konstipasi sering dialami di awal kehamilan karena peningkatan hormon progesteron. Hormon ini menyebabkan relaksasi otot, sehingga usus bekerja kurang efisien.

Selain hormon, penggunaan tablet zat besi (Fe) juga bisa memicu masalah konstipasi. Gangguan di saluran cerna ini dapat dihindari dengan minum cukup air, sering bergerak, dan konsumsi makanan berserat.

7. Mudah lelah

Tubuh biasanya akan menjadi lemas dan gampang lelah selama hamil. Ini karena banyak energi terbuang saat mengandung janin.

Ilustrasi wanita lelah atau pegalMudah lelah/ Foto: iStock

Di awal kehamilan, tubuh bekerja secara aktif menyesuaikan diri, baik secara fisik dan emosional. Selama itu juga, pola tidur akan berubah dan Bunda mudah mengantuk karena peningkatan hormon progesteron.

8. Morning sickness

Jurnal yang diterbitkan di Autonomic Neuroscience tahun 2017 menyatakan, diperkirakan 70 hingga 80 persen Bunda hamil mengalami morning sickness. Biasanya, ciri hamil muda ini dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan.

Mual biasanya akan berakhir pada 14 minggu kehamilan dan pada beberapa kasus dan jarang terjadi, ini dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga.

9. Perubahan mood

Ciri hamil ini mirip dengan tanda-tanda mau haid. Perubahan mood adalah perubahan emosi yang terjadi selama kehamilan.

Frustrated young woman suffering from the headache while sitting on the sofa at homePerubahan mood/ Foto: iStock

Kondisi ini wajar terjadi karena hormon yang berfluktuasi selama kehamilan akan berpengaruh pada kondisi psikologis.

Nah, perubahan mood kerap dikaitkan dengan tanda haid alias premenstual syndrome (PMS). Sehingga, lagi-lagi ibu hamil bisa keliru mengiranya sebagai tanda haid.

10. Pusing seperti ingin pingsan

Terjadinya perubahan hormon, ditambah detak jantung meningkat untuk memompa darah bisa menyebabkan tekanan darah menurun. Ya, saat terbentuk embiro di rahim, lebih banyak darah dibutuhkan untuk tumbuh kembang embrio yang nantinya bakal jadi janin yang kemudian berkembang menjadi bayi.

Hal tersebut membuat Bunda sering merasa ingin pingsan di awal kehamilan. Kondisi ini umumnya didahului dengan rasa pusing berlebih. Demikian seperti mengutip Today's Parent.

11. Indra penciuman sensitif

Ciri hamil ini biasanya mulai terasa di usia kehamilan 2 minggu. Penyebabnya karena hormon estrogen yang dapat meningkatkan kemampuan mencium aroma berbeda di sekitar Bunda.

7 Cara Mengembalikan Indra Penciuman secara AlamiPenciuman sensitif/ Foto: iStock

Para ilmuwan membuat hipotesis bahwa penciuman sensitif ini dapat memicu morning sickness. Sebuah penelitian menemukan, wanita yang lahir tanpa indra penciuman (anosmia), tidak mengalami morning sickness saat hamil.

12. Perubahan suhu basal

Suhu tubuh basal atau suhu tubuh di pagi hari biasanya meningkat di awal kehamilan. Suhu inti tubuh Bunda juga dapat meningkat lebih mudah selama beraktivitas atau cuaca panas.

Hormon progesteron yang diproduksi setelah ovulasi akan meningkatkan suhu, yang merupakan dasar dari grafik suhu tubuh basal. Bunda dapat mengukur suhu tubuh di pagi hari menggunakan termometer khusus untuk memastikan kondisi.

"Kehamilan menghasilkan produksi progesteron yang jauh lebih besar dan sedikit peningkatan suhu, yang dapat dianggap sebagai demam oleh wanita tetapi sebenarnya hanya peningkatan suhu kecil yang normal," kata Dokter Obgyn, Felice Gersh, M.D, dikutip dari Romper.

13. Nyeri panggul

Nyeri atau sakit panggul terjadi saat ovarium melepaskan sel telur di dalam tubuh. Ketika ini terjadi, Bunda bisa merasakan sakit di satu sisi perut.

Nyeri ini sering disebut nyeri ovulasi dan tidak berlangsung lama. Tidak semua wanita mengalami nyeri ovulasi dan sering disamakan dengan nyeri haid.

Woman suffering from back ache on the bed, healthcare and problem conceptNyeri panggul / Foto: iStock

14. Peningkatan cairan vagina

Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal karena adanya perubahan hormonal, Bunda. Cairan ini akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Mendekati persalinan, teksturnya akan lebih cair.

Selama terjadi peningkatan cairan vagina ini, Bunda perlu menjaga kebersihan daerah kewanitaan ya. Segera hubungi dokter bila cairan berbau, daerah kewanitaan gatal, sakit, atau berdarah.

15. Sering meludah

Selama hamil muda, Bunda mungkin akan lebih sering meludah dari biasanya. Tak perlu merasa khawatir bila air ludah menjadi agak berlebihan ya.

Ibu hamil batukSering meludah/ Foto: iStock

Sering meludah umumnya terjadi pada Bunda yang mengalami morning sickness nih. Untuk mengatasinya, Bunda bisa menyikat gigi dan berkumur atau mengisap permen yang mengandung mint.

16. Raut wajah berubah

Perubahan raut wajah sebagai ciri hamil dapat berbeda pada tiap Bunda. Perubahan ini bisa karena retensi cairan atau pelepasan hormon esterogen yang menghasilkan cairan dan disimpan dalam tubuh, salah satunya di wajah.

Penyebab lainnya bisa karena peningkatan aliran darah di kapiler, yang berarti wajah ibu hamil bisa terlihat memerah dan lebih cerah dengan pipi yang tampak penuh.

Beberapa perubahan raut wajah selama hamil bisa terlihat dari hidung yang membengkak, munculnya malesma, mata sembab, bulu mata dan alis rontok, hingga muncul freckles.

17. Perut buncit

Hamil biasanya identik dengan perut membesar. Namun, tak semua orang mengalami kondisi ini di awal kehamilan, Bunda.

Woman worried about body fat touching her bellyPerut buncit/ Foto: iStock

Perut buncit dapat disebabkan penumpukan lemak dan jarang aktivitas fisik. Pada Bunda hamil, kondisi ini mungkin terjadi karena perut kembung.

18. Libido meningkat

Perubahan hormon menjelang ovulasi dapat meningkatkan libido atau keinginan untuk berhubungan seksual nih, Bunda. Kondisi ini dapat menjadi tanda hamil dua minggu..

Jika Bunda merasa libido meningkat dari biasanya, maka Bunda mungkin mendekati waktu ovulasi. Jadikan itu petunjuk untuk memeriksakan kehamilan.

19. Sering bermimpi

Selama hamil, Bunda akan cenderung lebih sering terbangun sepanjang malam dan mengalami beberapa fase tidur REM yang terganggu, yakni saat mimpi terjadi. Jika terbangun selama tahap tidur REM atau sesudahnya, Bunda lebih mungkin mengingat mimpi.

Serene calm young woman sleeping well on orthopedic soft pillow under warm duvet in comfortable cozy fresh bed having good night peaceful healthy sleep enjoying nap dreams resting enough conceptSering bermimpi/ Foto: iStock

Sering bermimpi juga mungkin disebabkan oleh fluktuasi hormonal yang dapat memancing emosi, bahkan saat tidur. Selain itu, Bunda lebih sering mengalami kondisi ini karena cenderung mengingat mimpi. Setidaknya, 20 sampai 25 persen tidur terdiri dari mimpi. Saat hamil, wanita bisa mengingat lebih banyak dari persentase itu.

20. Rasa logam di mulut

Rasa logam di mulut sering dirasakan beberapa ibu hamil. Sampai sekarang, belum ada penjelasan ilmiah tentang gejala ini.

Untuk meredakan gejala ini, baiknya Bunda mengonsumsi air es atau makanan manis untuk meredam mulut berasa logam. Umumnya, rasa logam di mulut ini akan berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan.

21. Sering merasa lapar

Saat hamil muda, Bunda biasanya akan mudah lapar. Hal ini dapat disebabkan peningkatan hormon progesteron yang memengaruhi kerja ghrelin dan leptin, yakni hormon pemicu lapar dan kenyang.

Hadist Rasulullah SAW Soal Keutamaan LaparMudah lapar/ Foto: iStock

Saat ada janin di rahim, karena kerja sama berbagi kelenjar dan organ, otak memerintahkan tubuh untuk mengaktifkan hormon lapar karena makanan yang dikonsumsi ibu turut dialirkan ke janin.

22. Terlambat haid

Terlambat haid bisa jadi indikator kehamilan. Kebanyakan orang memeriksakan test pack setelah telat haid, Bunda.

Meski begitu, tidak semua yang terlambat haid pasti hamil ya. Pemicu telat haid bisa karena stress atau penggunaan obat tertentu.

23. Sakit kepala

sakit kepala sering terjadi di awal kehamilan. Penyebabnya bisa karena faktor fisik atau emosional, Bunda.

sakit kepalaSakit kepala/ Foto: iStock

Selain itu, rasa mual, kelelahan, lapar, tekanan darah rendah selama kehamilan, juga dapat memicu sakit kepala. Pada kondisi lanjutan, sakit kepala bisa berdenyut atau menjadi migrain.

Migrain bisa dirasakan ketika jumlah darah lebih banyak dialirkan ke tubuh, termasuk kepala hingga menimbulkan tekanan di kranial.

24. Perut kembung

Penyebab perut kembung saat hamil adalah fluktuasi hormon. Hormon kehamilan dapat mengendurkan rahim dan membuat otot-otot pencernaan lebih rileks, sehingga memperlambat sistem pencernaan.

Hal ini dapat menyebabkan perut terasa tak nyaman dan kembung. Selain itu, Bunda yang memiliki riwayat irritable bowel syndrome (IBS) juga lebih berisiko mengalami kondisi ini saat hamil.

Perut kembung sering muncul di trimester pertama, dan mungkin bertambah buruk selama trimester ketiga. Memasuki minggu ke-29, janin akan 'mengambil' lebih banyak ruang dan menekan organ di sekitarnya sehingga menyebabkan perut kembung.

25. Sembelit

Gejala sembelit di awal kehamilan dapat ditandai dengan sering buang air kecil karena ukuran uterus yang terus bertambah. Selain itu, sembelit mungkin terjadi karena morning sickness, sakit kepala, atau perut kembung.

Woman With Abdomen Problems in Bed, She Use Hands to Massage Painful Place. People with diarrhea problem concept. Woman with menstrual painSembelit/ Foto: iStock

Di awal kehamilan, penyebab sembelit biasanya karena adanya perubahan hormon, Bunda. Penyebab lainnya bisa karena asupan vitamin kompleks yang mengandung kalium dan zat besi tinggi.

26. Muncul jerawat

Beberapa wanita mungkin harus berurusan dengan jerawat selama hamil. Jerawat disebabkan hormon yang memproduksi minyak di wajah meningkat, begitu pun sebum yang membuat pori-pori tersumbat.

Banyak produk kecantikan yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini, Bunda. Namun, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat jerawat topikal dan oral ya.

Jangan pernah menggunakan obat jerawat oral seperti tetrasiklin dan accutane karena bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi. Untuk jerawat parah, gunakan pencuci wajah yang mengandung asam hidroksi alfa yang disetujui untuk ibu hamil.

27. Sakit perut di bagian bawah

Keluhan lain yang mungkin muncul di trimester awal kehamilan adalah munculnya di perut bagian bawah seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi. Ini karena peregangan tigamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin besar.

ilustrasi sakit perutSakit perut/ Foto: iStock

Tapi Bunda enggak perlu khawatir ya karena rasa sakit di bagian perut bawah hanya terjadi beberapa menit dan tidak menetap.

28. Berat badan naik

Berat badan bisa naik di awal kehamilan lho. Meski begitu, tak semua Bunda mungkin menyadarinya sebagai ciri hamil muda.

Peningkatan berat badan dapat disebabkan pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan perbesaran rahim dan hormon progesteron yang menyebabkan tubuh menahan air. Berat badan ini akan terus naik sampai trimester akhir.

29. Detak jantung meningkat

Jantung berdebar juga bisa menjadi ciri hamil muda. Detak jantung meningkat saat hamil disebabkan peningkatan hormon progesteron.

Heart monitorDetak jantung meningkat/ Foto: iStock

Saat hamil, volume darah Bunda juga akan naik sehingga menyebabkan detak jantung lebih cepat. Peningkatan volume darah bertujuan untuk membawa oksigen dan nutrisi dari Bunda ke janin.

30. Ngidam

Ngidam sering dikaitkan dengan ciri-ciri hamil muda. Ngidam biasanya ditandai dengan munculnya preferensi terhadap makanan tertentu selama hamil.

Hingga kini masih belum diketahui penyebab pasti ngidam. Namun, kemungkinan besar karena perubahan hormon selama masa kehamilan.

31. Hidung tersumbat

Tak semua Bunda hamil mengalami hidung tersumbat di awal kehamilan ya. Menurut perawat spesialis THT, Kristin Hayes, RN, penyebab hidung tersumbat dan pilek pada ibu hamil umumnya karena rhinitis.

Ilustrasi waniita batuk pilek fluHidung tersumbat/ Foto: iStock

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 39 persen wanita hamil mengalami hidung tersumbat dan gejala rhinitis," kata Hayes, dikutip dari Very Well Family.

Selain itu, hidung tersumbat juga bisa disebabkan peningkatan hormon estrogen. Hormon ini menyebabkan dinding saluran pernapasan membengkak, sehingga meningkatkan produksi lendir dalam hidung.

32. Sulit tidur

Sulit tidur saat hamil muda seringkali menyebabkan perasaan tidak nyaman selama kehamilan. Kondisi ini sering dipicu ciri-ciri hamil lainnya, Bunda.

Penyebab sulit tidur umumnya karena peningkatan detak jantung, sembelit, sering buang air kecil, dan morning sickness. Selain itu, kram perut yang kerap terjadi di awal kehamilan juga bisa memicu sulit tidur.

33. Mudah haus

Bila Bunda sangat haus, mungkin sudah saatnya untuk melakukan tes kehamilan. Ciri hamil muda yang jarang disadari adalah mudah haus nih.

Thirsty young woman drinking milk from a glass in the kitchenMudah haus/ Foto: iStock

Penyebab Bunda hamil mudah haus bisa karena peningkatan hormon, peningkatan volume darah, atau tekanan darah turun. Saat merasa haus, Bunda bisa penuhi asupan cairan dengan minum air putih atau konsumsi makanan tinggi serat. Sebaiknya, hindari makanan tinggi garam karena dapat menyebabkan retensi cairan.

34. Badan meriang dan terasa seperti masuk angin

Di awal kehamilan, banyak Bunda merasa tubuhnya meriang dan menyangka bahwa sedang mengalami masuk angin biasa. Perubahan hormon kehamilan membuat tubuh terasa sakit. Menurut Karno Suprapto SpOG dari Mayapada Hospital, Lebak Bulus, hamil muda memang terkadang memiliki gejala seperti masuk angin.

"Pada awal kehamilan itu memang hampir sama gejalanya dengan masuk angin. Agak susah membedakannya, nah cara membedakannya ada dua hal: kalau masuk angin, begitu dia minum obat pasti sembuh. Kalau hamil, mau minum obat apapun kecuali minum obat anti mual yang dianjurkan pasti masih muntah-muntah," kata Karno kepada HaiBunda.

35. Rambut rontok

Perubahan hormonal dapat menjadi penyebab rambut rontok saat hamil muda. Setidaknya sekitar 40 sampai 50 persen wanita mengalami masalah ini selama kehamilan.

Attractive Asian woman serious about her brush for presentation hair loss problem and looking at combRambut rontok/ Foto: iStock

Selain karena perubahan hormon, rambut rontok juga bisa disebabkan karena kekurangan vitamin dan mineral atau penggunaan obat-obatan. Bila sulit dicegah, Bunda bisa mengatasinya dengan melakukan perawatan rambut, seperti menggunakan sampo yang aman, hindari menyisir saat rambut basar, serta banyak konsumsi sayur dan buah.

36. Keputihan

Keputihan selama kehamilan biasanya berwarna putih susu atau tidak berwarna, dan tidak berbau. Keputihan ini disebut sebagai leukorea, yang mengacu pada keputihan selama kehamilan.

Leukorea merupakan keputihan normal yang juga terjadi pada wanita tidak hamil. Nah, selain warna yang tidak berubah, keputihan selama hamil juga bisa dilihat dari peningkatan jumlah volume.

Selama kehamilan, produksi keputihan akan meningkat karena peningkatan hormon estrogen dan aliran darah ke area vagina. Di trimester pertama, keputihan akan meningkat sebagai upaya untuk menghilangkan sel-sel mati dan bakteri dari rahim dan vagina untuk membantu mencegah infeksi.

37. Mudah lupa

Beberapa Bunda hamil bisa jadi pelupa di awal kehamilan lho. Tidak ada yang tahu penyebab pastinya.

Ilustrasi sakit kepala atau pusing saat bangun tidurMudah lupa/ Foto: iStock

Pelupa mungkin disebabkan karena tubuh Bunda terus bekerja untuk perkembangan janin, sehingga menimbulkan blok pikiran karena pengaruh hormonal.

Bunda tak perlu khawatir. Selama hamil, coba luangkan waktu untuk istirahat dan yakinlah bahwa kondisi ini hanya sementara.

38. Sendawa dan buang angin

Ciri hamil yang jarang disadari adalah sering sendawa dan buang angin. Bunda tak perlu khawatir bila intensitas sendawa dan buang angin terjadi terlalu sering ya.

Sendawa dan buang angin sering terjadi karena adanya peregangan usus selama kehamilan, sehingga Bunda merasa kembung dan tak nyaman.

39. Gusi berdarah

Perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke gusi, bisa menyebabkan jaringan di sekitarnya menjadi lebih lembut dan lunak. Akibatnya, gusi bisa mudah berdarah ketika menyikat gigi, Bunda.

ilustrasi gigiGusi berdarah/ Foto: iStock

"Perubahan hormonal selama kehamilan juga meningkatkan terbentuknya plak gigi dan bakteri, sehingga mempermudah pendarahan gusi," ujar Suririnah.

40. Rasa panas di perut

Rasa panas di perut adalah keluhan yang paling sering dialami selama kehamilan, Bunda. Kondisi ini terjadi karena peningkatan tekanan akibat rahim yang membesar.

Rasa panas juga muncul karena pengaruh hormonal yang menyebabkan rileksasi otot saluran cerna. Akibatnya, asam lambung terdorong ke atas.

Untuk mencegahnya, Bunda bisa hindari makanan berlemak dan pedas selama hamil. Hindari juga makan dalam jumlah besar, terutama sesaat sebelum tidur.

Simak juga 5 fakta tentang baby bump, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
kehamilan
Kehamilan Trimester 1 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 1 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!