sign up SIGN UP search


kehamilan

Apakah Ada Perbedaan Gerakan Janin Laki-laki dan Perempuan dalam Kandungan? Ini Penjelasannya

Nanie Wardhani   |   Haibunda Jumat, 22 Apr 2022 11:43 WIB
Front view of cropped long hair brunet caucasian pregnant woman, sitting in crossed legs, in yoga pose, in bed at home, holding her belly with hand. Maternity, pregnancy, new life. caption

Ada berbagai mitos tentang apakah Bunda dapat mengetahui jenis kelamin janin sejak dalam kandungan. Bunda mungkin pernah mendengar orang mengatakan bahwa jika bayi tidak terlalu aktif di dalam rahim, kemungkinan besar Bunda akan melahirkan anak perempuan.

Atau jika Bunda merasa bayi Bunda bergerak lebih awal maka Bunda mungkin memiliki anak laki-laki. Menurut Babycenter, ada banyak hal yang dapat memengaruhi seberapa aktif bayi Bunda dan seberapa banyak gerakan yang Bunda rasakan.

Hal ini termasuk apakah Bunda kelebihan berat badan, seberapa sibuk dan aktif Bunda. Apakah Bunda berdiri atau berbaring dan bahkan ketika Bunda terakhir makan.


Perbedaan antara gerakan janin laki-laki dan perempuan dalam kehamilan

Bayi Bunda akan mulai bergerak sedini tujuh minggu, membuat gerakan leher yang lambat. Mereka kemudian menambah kemampuan mereka, dengan cegukan, mengisap jempol, menguap, menendang, meninju, dan berguling.

Namun, sebagian besar bunda tidak akan merasa banyak sampai minggu ke-16 hingga ke-18 kehamilan. Ada banyak variabel yang membuat perbedaan pada seberapa banyak Bunda merasakan gerakan bayi.

Jika Bunda pernah mengalami kehamilan sebelumnya, Bunda mungkin merasakan gerakan bayi dari 13 minggu. Sementara beberapa bunda yang pertama kali dengan rahim posterior mungkin tidak merasakan apa-apa sampai 26 minggu.

Gerakan yang dilakukan bayi penting untuk mengembangkan tulang dan persendian yang kuat  dan Bunda pasti akan merasakan bayi semakin kuat seiring pertumbuhannya. Tidak ada jumlah gerakan 'normal' yang pasti selama kehamilan, setiap bayi dan bunda berbeda.

Untuk mempelajari perbedaan gerakan bayi laki-laki dan perempuan dalam kandungan, terdapat kesulitan teknis. Satu-satunya cara untuk benar-benar mengukur jenis kelamin mana yang lebih aktif di dalam rahim adalah di rumah sakit.

Ilustrasi USG kehamilanIlustrasi gerakan janin/ Foto: Getty Images/DjelicS

Jadi, siapa yang lebih banyak bergerak, laki-laki atau perempuan?

Tidak ada ilmu yang jelas tentang siapa yang menendang lebih banyak selama kehamilan, laki-laki atau perempuan. Ada banyak penelitian yang menemukan bahwa anak laki-laki lebih banyak bergerak daripada bayi perempuan. 

Perbedaan terbesar antara gerakan bayi laki-laki dan perempuan dalam satu penelitian adalah bahwa ada lebih banyak gerakan kaki pada anak laki-laki di semua tahap selama kehamilan. Namun penelitian lain tidak menemukan korelasi antara jenis kelamin dan jumlah gerakan dalam rahim. Mungkin saja tidak ada perbedaan antara gerakan anak laki-laki dan perempuan, dan sains belum bisa menjamin apa pun 100 persen, Bunda.

Siapa yang melakukan tendangan kuat, laki-laki atau perempuan?

Tendangan dikatakan memiliki kekuatan 2 kg pada 20 minggu, dan itu berlipat ganda menjadi 4 kg kekuatan pada usia kandungan 30 minggu. Lalu akan berkurang setelah itu, karena ada lebih sedikit ruang bagi bayi untuk bergerak. Jadi tampaknya tidak ada korelasi antara kekuatan tendangan pada bayi laki-laki atau perempuan.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi saat kehamilan

Jika Bunda ingin mengetahui jenis kelamin bayi Bunda, Bunda mungkin dapat melakukannya selama USG 20 minggu. Namun, itu tidak selalu dijamin. Jika bayi Bunda berbaring dalam posisi yang canggung, mungkin sulit bagi ahli sonografi untuk mengetahui jenis kelaminnya.

Selain dengan melakukan USG, ada beberapa metode medis lain yang bisa turut mengungkapkan jenis kelamin bayi yang sedang Bunda kandung. Dilansir dari Healthline, berikut beberapa metode yang bisa turut mengungkapkan jenis kelamin bayi Bunda, walau sebenarnya tujuan utama metode-metode berikut ini bukan hanya untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

1. Fertilisasi in vitro dengan seleksi jenis kelamin

Jika Bunda merencanakan fertilisasi in vitro (IVF), ada pilihan untuk memilih jenis kelamin bayi Bunda dalam hubungannya dengan prosedur ini. IVF membantu kesuburan dengan menggabungkan sel telur yang matang dengan sperma di luar tubuh. Ini menciptakan embrio, yang kemudian ditanamkan di dalam rahim.

Jika Bunda memilih, Bunda dapat mengidentifikasi jenis kelamin embrio yang berbeda, dan kemudian hanya mentransfer embrio dari jenis kelamin yang Bunda inginkan.

2. Tes prenatal non-invasif

Tes prenatal non-invasif (NIPT) memeriksa kondisi kromosom seperti down syndrome. Tes ini tidak mendiagnosis kelainan kromosom. Ini hanya menyaring kemungkinan.

Untuk tes ini, Bunda akan memberikan sampel darah, yang dikirim ke laboratorium dan diperiksa keberadaan DNA janin yang terkait dengan kelainan kromosom. Tes ini juga secara akurat menentukan jenis kelamin bayi Bunda. 

3. Pengambilan sampel vili korionik

Pengambilan sampel villus kronis (CVS) adalah salah satu tes genetik untuk mengidentifikasi down syndrome. Tes ini mengambil sampel chorionic villus, jenis jaringan yang ditemukan di plasenta. Metode ini akan mengungkapkan informasi genetik tentang bayi Bunda.

Karena memiliki informasi gen tentang bayi Bunda, maka tes ini juga dapat mengungkapkan jenis kelamin bayi Bunda.

4. Amniosentesis

Amniosentesis adalah tes yang membantu mendiagnosis masalah perkembangan pada janin. Dokter Bunda mengumpulkan sejumlah kecil cairan ketuban, yang mengandung sel-sel yang menunjukkan kelainan. Sel-sel diuji untuk Down syndrome, spina bifida, dan kondisi genetik lainnya.

Selain mendeteksi cacat lahir dan kelainan lain pada bayi Bunda, amniosentesis juga dapat mengidentifikasi jenis kelamin Si Kecil. 

Demikian informasi mengenai perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan dalam perempuan. Semoga bermanfaat Bunda.

 

[Gambas:Video Haibunda]



 

 

(som/som)
kehamilan
Kehamilan Trimester 2 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 2 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!