HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Ibu Hamil 8 Bulan Lindungi Anak-anaknya dari Reruntuhan Longsor Cijeruk

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Senin, 23 May 2022 16:00 WIB
Ilustrasi hamil/ Foto: Getty Images/Satoshi-K
Jakarta -

Kabar duka datang dari Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Bunda. Pada Sabtu (21/5/2022), terjadi longsor di daerah tersebut.

Fitri salah satu korban selamat dari longsor di Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor menceritakan saat-saat tembok penahan tebing (TPT) roboh. Dia pun sempat menahan reruntuhan demi menyelamatkan tiga anaknya.

Fitri menyebut, longsor terjadi begitu cepat pada Sabtu (21/5) sore. Saat kejadian, ia bersama suami, Duduh, dan tiga anaknya sedang berada di depan rumah. Fitri berada di pintu utama dan melihat TPT mulai tergerus air.


"Jadi waktu itu suami saya baru pulang kerja, terus bilang kan itu banyak air keluar dari tebing vila. Saya di pintu sama anak-anak, suami di depan rumah. Pas lihat air makin keluar dari bawah (tebing) saya langsung lari sama anak-anak, lari ke dapur," kata ditemui di rumah pengungsian sementara, Minggu (22/5/2022).

Fitri yang tengah hamil 8 bulan itu selamat setelah berlari ke ruang dapur bersama 3 anaknya. Sementara sang suami, Duduh, tidak dapat menghindar dan tertimpa batu serta beton TPT yang longsor.

"Suami saya enggak sempat lari, keburu tertimpa tebing beton itu, suami saya tertimbun. Itu terakhir kelihatan suami saya," kata Fitri.

Fitri dan 3 anaknya sempat terjebak di ruang dapur selama sekitar 5-10 menit. Ia juga terus berjuang menahan reruntuhan dengan punggungnya agar tidak menimpa ketiga anaknya. Saat itu, ketiga anak Fitri terus memeluk tubuhnya.

Fitri mengaku tidak bisa banyak bergerak, karena kakinya sudah terhimpit reruntuhan tanah dan lumpur. Ia hanya terus memastikan ketiga anaknya selamat. Karena saat itu, pandangannya sudah terbatas akibat suasana gelap dan banyak debu berterbangan.

"Saya sudah enggak bisa gerak lagi di dapur, punggung ketimpa itu runtuhan rumah. Saya juga jaga anak anak saya, pada peluk saya kan. Jadi punggung saya saja tertimpa reruntuhan rumah, terus kaki ini sudah tertutup lumpur," cerita Fitri.

"Tapi alhamdulilah-nya bagian kepala mah enggak tertutup, nyeplos di sela-sela lubang. Kepala anak-anak juga ke angkat semua. Jadi saya juga masih bisa merhatiin anak-anak di mana. Anak saya yang ini gerak gerak tangannya tuh cari lubang mau keluar, tapi terus enggak lama ada warga, diangkat. Lumayan ya ada 5 menitan (terjebak reruntuhan)," tambahnya.

Warga yang berhasil mengevakuasi Fitri dan 3 anaknya dari reruntuhan, langsung membawanya ke tempat penampungan sementara. Sementara warga lainnya mengevakuasi Duduh, dan 3 orang lainnya yang juga tertimbun.

Duduh yang tertimbun sejak sekitar pukul 17.50 WIB kemudian ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB. Ia ditemukan meninggal dunia di halaman rumahnya, di bawah timbunan batu dan beton.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

 



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tanggapan Pihak Atalia Praratya Usai Status Arka Sah Jadi Anak Ridwan Kamil

Mom's Life Tim HaiBunda

Kisah Greysia Polii & Nitya Maheswari Berjuang Kalahkan Ego Demi Emas Asian Games

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang Hyper-Independent Terlihat dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Mom's Life Amira Salsabila

Kehamilan Ektopik di Bekas Luka Caesar: Gejala, Risiko, & Pentingnya Diagnosis Dini

Kehamilan Melly Febrida

Pedoman Hari Anak Nasional 2026: Jadwal, Acara, Tema, hingga Panduan Lengkap

Parenting Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ummi Quary Beli Rumah Impian Bergaya Kastel secara Tunai, Kini Betah di Rumah

Kisah Greysia Polii & Nitya Maheswari Berjuang Kalahkan Ego Demi Emas Asian Games

Kehamilan Ektopik di Bekas Luka Caesar: Gejala, Risiko, & Pentingnya Diagnosis Dini

Pedoman Hari Anak Nasional 2026: Jadwal, Acara, Tema, hingga Panduan Lengkap

Tanggapan Pihak Atalia Praratya Usai Status Arka Sah Jadi Anak Ridwan Kamil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK