sign up SIGN UP search


kehamilan

Berbahayakah Bayi Terlilit Tali Pusar? Simak Penyebab hingga Prosedur Persalinannya

dr. Alexander Mukti, Sp.OG   |   Haibunda Jumat, 29 Jul 2022 07:25 WIB
Bayi terlilit tali pusar caption
Jakarta -

Bunda pasti sudah sering mendengar istilah bayi terlilit tali pusar. Meski sering dianggap kondisi yang tak berbahaya, bayi terlilit tali pusar sebaiknya tidak diabaikan begitu saja ya.

Bayi terlilit tali pusar dapat dialami janin ketika sudah mulai bergerak dalam kandungan. Dalam istilah medis, bayi terlilit tali pusar disebut nuchal cord, Bunda.

Bayi terlilit tali pusar sebenarnya merupakan kondisi yang normal dialami ibu hamil. Angka kejadian ini adalah sekitar 70 persen dari semua kehamilan.


Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian bila lilitan terjadi di leher bayi. Dokter biasanya akan menilai jumlah lilitan untuk menentukan indikasi gawat janin.

Jumlah lilitan tali pusar

Jumlah lilitan tali pusar di leher bayi perlu dilihat secara spesifik. Jumlah lilitan tali pusar sebanyak satu kali biasanya masih dianggap normal.

Tapi, bila jumlah lilitan tali pusar lebih dari satu kali, dokter biasanya akan memberikan perhatian lebih pada janin. Bunda membutuhkan pengawasan dari dokter sepanjang kehamilan sampai persalinan.

Penyebab bayi terlilit tali pusar

Ada dua faktor penyebab bayi terlilit tali pusar, yakni:

1. Penyebab langsung

Penyebab langsung bayi terlilit tali pusar adalah gerakan janin di dalam kandungan. Bayi yang sudah mulai bergerak aktif bisa terlilit tali pusar, bahkan sampai lebih dari dua kali lilitan di leher.

2. Penyebab tidak langsung

Bayi terlilit tali pusar juga dapat terjadi karena penyebab tidak langsung, yaitu:

  • Panjang tali pusar tidak normal ditambah pergerakan janin menyebabkan lilitan di leher.
  • Air ketuban berlebih menyebabkan bayi mudah bergerak, sehingga meningkatkan kemungkinan terlilit tali pusar.
Bayi terlilit tali pusarBayi terlilit tali pusar/ Foto: iStockphoto

Bayi terlilit tali pusar pada masa kehamilan

Bayi terlilit tali pusar sudah dapat dideteksi dari pemeriksaan USG sejak usia kehamilan 12 minggu. Bila kondisi janin normal dan jumlah lilitan hanya satu, biasanya dokter tidak akan melakukan tindakan medis.

Bayi terlilit tali pusar saat persalinan

Di awal kehamilan, dokter biasanya hanya bisa melihat jumlah lilitan tali pusar melalui USG. Dokter tak bisa menilai erat atau tidaknya lilitan tali pusar di leher janin.

Pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan menjelang persalinan atau saat usia kehamilan 36 minggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan Cardiotocography (CTG) untuk merekam detak jantung selama 10 sampai 20 menit. Bila hasilnya detak jantung melambat, kemungkinan lilitannya erat di leher bayi.

Bahaya bayi terlilit tali pusar

Kalau kondisi janin baik, Bunda tidak perlu panik. Pada kebanyakan kasus, lilitan tali pusar tidak membahayakan janin karena ini adalah kondisi normal. Banyak bayi terlilit tali pusar lahir dengan kondisi normal, Bunda.

Tapi, lilitan tali pusar dapat membahayakan bila terjadi gawat janin. Bayi bisa meninggal karena kekurangan oksigen. Selain itu, perkembangan bayi juga menjadi tidak bagus atau terhambat.

Proses persalinan bayi terlilit tali pusar

Prinsip utama bayi terlilit tali pusar adalah wait and see until 9 months. Artinya, dokter akan terus memantau kondisi janin sampai proses persalinan.

Bayi yang terlilit tali pusat lahir normal bila:

  • Kondisi janin sehat, seperti aktif bergerak dan detak jantung normal
  • Tidak ditemukan indikasi gawat janin
  • Ibu sudah menunjukkan tanda siap melahirkan, seperti sudah mulai proses pembukaan lahiran.

Indikasi melahirkan normal atau caesar utamanya dilihat dari lilitan tali pusar. Apakah lilitan tersebut menyebabkan gawat janin atau tidak.

Bila ada indikasi gawat janin, maka persalinan dapat dilakukan secara caesar. Sebaliknya, bila tidak ada indikasi gawat janin, ibu hamil dapat melahirkan bayi dengan normal.

Perlu diketahui, meningkatnya jumlah lilitan tali pusar pada bayi tidak dapat dijadikan acuan untuk melahirkan caesar. Tapi, jumlah lilitan lebih dari satu kali pasti risikonya lebih tinggi.

Bayi terlilit tali pusarBayi terlilit tali pusar/ Foto: iStockphoto

Pencegahan dan penanganan bayi terlilit tali pusar

Tidak ada cara untuk mencegah bayi terlilit tali pusar, bahkan di kehamilan berikutnya. Sebab, kondisi ini adalah hal yang normal.

Paling penting adalah konsultasi ke dokter dan menjaga kehamilan. Itu sebabnya, Bunda juga harus rutin menghitung gerakan janin. Normalnya, gerakan janin yang aktif adalah 10 kali per 24 jam.

Sedangkan untuk penanganannya hanya bisa melalui proses persalinan. Artinya, Bunda harus menunggu sampai melahirkan untuk memutus tali pusar yang melilit bayi.

Perlu diketahui, lilitan tali pusar sebenarnya dapat lepas dalam kandungan. Tapi, ini hanya bisa dilakukan oleh janin melalui gerakan dalam kandungan.

Bayi yang terus bergerak bisa melepas lilitan atau malah menambah lilitan. Pengecekan melalui USG diperlukan untuk melihat kondisi janin. Tapi, USG hanya mencerminkan keadaan bayi saat itu, tidak menjamin kondisi lilitan tali pusar ke depannya.

Kondisi lain yang berhubungan dengan tali pusar

Lilitan tali pusar tak hanya bisa melilit leher bayi, Bunda. Tali pusar juga bisa mengikat dirinya sendiri saat janin bergerak di dalam kandungan.

Kondisi ini disebut juga true knots. True knots terjadi pada kurang dari 1 persen (< 1 persen) kelahiran. Dalam tinjauan sistematis, kondisi ini bisa meningkatan risiko bayi meninggal atau lahir mati menjadi empat kali lipat.

Simak juga penyebab air ketuban sedikit dan pengaruhnya untuk janin dalam video di bawah ini:

(anm/rap)
kehamilan
Kehamilan Trimester 2 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 2 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!