sign up SIGN UP search


kehamilan

9 Cara Mengetahui Masa Subur Wanita, Hitung Sistem Kalender hingga Cek Suhu Tubuh

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Jumat, 23 Sep 2022 21:23 WIB
Ilustrasi Masa Subur 9 Cara Mengetahui Masa Subur Wanita, Hitung Sistem Kalender hingga Cek Suhu Tubuh/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Mengetahui masa subur wanita sangat penting untuk perencanaan kehamilan. Tapi, sayangnya masih banyak Bunda yang bingung dengan cara menghitungnya nih.

Perlu diketahui, bagian penting dalam masa subur wanita adalah siklus haid. Ketika mengetahui siklus haid, peluang Bunda untuk hamil bisa meningkat.

Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan beberapa cara untuk melacak masa subur. Ada dengan cara menghitung hingga memeriksa kondisi tubuh.


Banner Gawat Janin

Pengertian masa subur

Menurut dr. Ivan R. Sini, SpOG dalam buku Bayi Tabung: Mempersiapkan Kehamilan dan Menanti Kehamilan, masa subur adalah suatu masa dalam siklus bulanan seorang wanita, saat dia menghasilkan sel telur yang matang. Saat inilah proses pembuahan (ovulasi) akan terjadi dengan mudah.

Selain wanita, pria juga memiliki kesuburan. Tapi, hal tersebut tidak tergantung pada siklus seperti yang dialami wanita.

"Pria dapat menghasilkan sel sperma kapan saja. Sejauh dia dapat memproduksi sel sperma yang sehat dalam jumlah yang mencukupi, dia disebut subur," tulis Ivan.

Pengertian lain juga dijelaskan oleh Bidan Ewa Molika Sitompul AM. Keb di buku Panduan Pintar Menghitung Masa Subur. Menurutnya, masa subur merupakan sebuah masa dalam siklus haid wanita di mana terdapat sel telur yang matang siap dibuahi. Bila wanita tersebut melakukan hubungan seksual, dimungkinkan terjadi kehamilan.

Masa subur wanita juga dapat diartikan suatu masa yang berada di sekitar waktu keluarnya sel telur tersebut. Umumnya, bagi yang mempunyai siklus haid 28-30 hari berada antara hari ke-12 hingga hari ke-18 dihitung dari hari pertama haid.

Negative pregnancy test with circling date in calendar. Planning of pregnancy, trying to have baby. Top view.Ilustrasi Masa Subur/ Foto: iStock

Cara menghitung masa subur

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum 9 cara mengetahui masa subur:

1. Menghitung masa subur siklus haid teratur

Memahami siklus haid sangat penting untuk mengetahui masa subur. Dilansir Mayo Clinic, siklus haid adalah rangkaian perubahan setiap bulan yang dialami tubuh wanita sebagai persiapan kehamilan.

Setiap bulannya akan terjadi proses ovulasi, di mana salah satu ovarium akan melepaskan sel telur. Pada saat yang sama, perubahan hormonal akan terjadi untuk mempersiapkan rahim dan kehamilan.

Jika ovulasi terjadi tapi sel telur tidak dibuahi, maka lapisan rahim akan keluar melalui vagina. Kondisi inilah yang terjadi pada siklus haid.

Menghitung masa subur siklus haid teratur

Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum terjadi siklus haid di periode berikutnya. Perkiraan ini dialami mereka yang memiliki siklus bulanan 28 hari ya.

Kebanyakan wanita mengalami ovulasi antara hari ke-11 dan ke-21 dari siklus haidnya. Ovulasi tidak selalu terjadi pada hari yang sama setiap bulan dan dapat bervariasi.

Bagian dari siklus ovulasi disebut juga sebagai masa subur. Sebab, peluang wanita untuk hamil sangat tinggi pada waktu ini. Misalnya, jika seorang wanita berovulasi pada hari ke 14, maka dia dapat hamil pada hari itu atau dalam 24 jam berikutnya.

Berikut rumus menghitung masa subur pada siklus normal (28 hari):

Masa subur = tanggal haid terakhir + (14-1)/ (14+1)

Contoh perhitungan:

Misalnya, hari pertama haid adalah tanggal 8 Februari, maka tanggal ini ditandai dengan hari ke-1. Dengan demikian, masa subur jatuh pada:

Hari pertama masa subur: 8 + (14-1) = 21 Februari
Hari terakhir masa subur: 8 + (14+1) = 23 Februari

Masa subur umumnya dimulai beberapa hari sebelum ovulasi karena sperma dapat bertahan hingga 5 hari di dalam tubuh wanita. Misalnya, Bunda tidak melakukan hubungan seksual di hari ke-14 atau ke-15, peluang hamil masih terbuka bila melakukan hubungan seksual tanpa kondom di hari ke-9 hingga ke-13, seperti perhitungan di atas.

Young woman hiding behind a periods calendar and showing a positive pregnancy testIlustrasi Masa Subur/ Foto: istock

2. Menghitung masa subur dengan rumus Neagle

Mengetahui masa subur dengan rumus Neagle hanya bisa dilakukan bila Bunda sudah memahami siklus haid, baik yang teratur atau tidak teratur. Kepala departemen obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K) mengatakan kepada HaiBunda, perhitungan dengan rumus Neagle dapat dilakukan pada siklus haid tidak teratur atau lebih dari 28 hari.

Perhitungan masa subur dengan rumus Neagle

Contoh perhitungan, misalnya siklus haid dalam tiga bulan adalah 34, 35, 36 hari. Ketiganya lalu dijumlahkan dan diambil nilai rata-rata lalu dikurangi (-) 14.

Jumlah siklus haid dalam tiga bulan: 34 + 35 + 36 = 105
Nilai rata-rata tiga bulan: 105 : 3 = 35
Maka, masa subur adalah 35 - 14 = 21

Artinya, masa subur wanita dengan siklus haid tidak teratur atau lebih dari 28 hari adalah di hari ke-21. Bunda dapat berhubungan seksual di waktu ini agar cepat hamil.

3. Menghitung masa subur dengan sistem kalender

Sistem kalender biasanya direkomendasikan untuk melacak masa subur wanita pada siklus haid tidak teratur. Cara melacaknya dengan mencatat hari pertama haid setiap bulannya. Pencatatan dilakukan paling sedikit 6 bulan atau siklus haid.

Perhitungan dengan sistem kalender

Berikut langkah perhitungan sistem kalender untuk mengetahui masa subur wanita:

  • Temukan siklus yang paling pendek dan paling panjang
  • Jumlahkan hari pada siklus terpendek tersebut, lalu dikurangi 18
  • Jumlahkan hari pada siklus terpanjang, lalu dikurangi 11
  • Lingkari hari pertama masa haid

Contoh perhitungan sistem kalender

Siklus terpendek: 28
Siklus terpanjang: 32

Hari pertama masa subur adalah jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, maka 28 - 18 = 10

Hari terakhir masa subur adalah jumlah hari pada siklus terpanjang dikurangi 11, maka 32 - 11 = 21

Maka, masa subur akan jatuh pada hari ke-10 sampai hari ke-21 setelah hari pertama haid.

Young beautiful woman holding menstruation calendar at home serious face thinking about question, very confused ideaIlustrasi Masa Subur/ Foto: iStock

Cara mengetahui masa subur

Selain dengan perhitungan, Bunda juga bisa mengetahui masa subur dari perubahan kondisi tubuh. Berikut 4 cara mengetahui masa subur:

4. Mengukur suhu tubuh basal

Dalam buku Kehamilan Sehat & Mengatur Jenis Kelamin Anak karya dr. Iskandar Junaidi, dijelaskan bahwa suhu tubuh dasar atau basal adalah suhu tubuh saat Bunda belum melakukan aktivitas atau ketika bangun tidur di pagi hari. Suhu tubuh akan meningkat saat ovulasi terjadi.

"Ketika terjadi ovulasi terjadi, suhu tubuh akan naik secara bertahap atau bahkan melonjak tiba-tiba sampai kurang dari 1 derajat Celsius," tulis Iskandar.

Penyebab suhu tubuh basal berubah

Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya hormon. Saat Bunda ovulasi, hormon progesteron bisa menyebabkan suhu tubuh naik dan dapat bertahan selama dua minggu. Kemudian tepat sebelum haid dimulai, hormon progesteron akan turun dan menyebabkan suhu basal juga ikut turun.

5. Perubahan lendir serviks

Mendekati waktu ovulasi, tubuh akan menghasilkan lebih banyak estrogen, sehingga menyebabkan lendir serviks muncul dan berwarna seperti putih telur. Lendir serviks ini dapat membantu sperma berenang ke sel telur yang dilepaskan selama ovulasi, Bunda.

Jumlah dan bentuk lendir serviks dapat bervariasi pada setiap wanita. Untuk mengujinya, Bunda bisa masukkan jari yang bersih ke dalam vagina, lalu ambil sebagian lendir dan kemudian rentangkan di antara jari-jari. Jika lendir tampak lengket atau sangat basah dan licin, maka itu pertanda sedang berada di masa subur.

6. Nyeri panggul tanda masa subur

Nyeri panggul dapat menjadi pertanda ovulasi lho, Bunda. Nyeri ini dapat berlangsung antara beberapa menit sampai hitungan jam.

Timbulnya rasa nyeri ini bisa dibarengi dengan munculnya keputihan atau mual. Nyeri bisa hilang dengan sendirinya atau minum obat anti-inflamasi. Tetapi bila nyeri yang dirasakan cukup berat dan persisten, segera periksa ke dokter ya.

7. Indera penciuman meningkat

Indera penciuman bisa menjadi lebih sensitif pada paruh terakhir dari siklus haid normal. Ini juga bisa menjadi tanda ovulasi atau masa subur.

"Pada beberapa wanita, indra penciuman bisa lebih sensitif ketika mereka sedang dalam masa subur. Terutama di tengah siklus menstruasi," kata Donnica L. Moore, MD, presiden Sapphire Women's Health Group di New Jersey, dilansir The Bump.

8. Nyeri payudara

Masa subur juga dapat ditandai dengan munculnya rasa nyeri di payudara. Umumnya, payudara akan terasa kencang atau puting menjadi sakit saat terjadi ovulasi.

Nyeri payudara ini dapat disebabkan karena faktor hormonal, Bunda. Peningkatan luteinizing hormone (LH) serta perubahan hormon estrogen dan progesteron bisa menyebabkan payudara terasa kencang dan nyeri.

9. Perubahan libido

Dorongan seksual wanita disebut meningkat selama masa suburnya. Dalam fase subur ini, tubuh akan lebih tertarik pada lawan jenis. Meski begitu, perubahan libido bukan pertanda utama masa subur ya, Bunda.

"Dorongan seksual dapat dipengaruhi oleh apa saja, termasuk apa yang dimakan atau perubahan suasana hati," ujar Moore.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga 5 cara cepat hamil yang Bunda perlu tahu, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/pri)
program-kehamilan
Program Hamil Ketahui lebih jauh 30 hari perencanaan kehamilan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!