sign up SIGN UP search

kehamilan

Kapan Detak Jantung Janin Mulai Berdetak? Ketahui Waktu untuk Bisa Mendengarnya

Hasna Fadhilah   |   Haibunda Kamis, 17 Nov 2022 09:13 WIB
A pregnant woman and her female doctor are indoors in a hospital. The doctor is performing an ultrasound. caption

Salah satu tindakan yang biasa dilakukan ketika ibu hamil memeriksakan kandungannya ke dokter ialah memeriksa detak jantung janin. Mengapa begitu? Jantung yang berdetak tentunya menandakan bahwa janin berkembang dengan baik di dalam rahim. Selain itu, mendengar detak jantung janin untuk pertama kalinya merupakan momen yang pasti sangat ditunggu-tunggu oleh Ayah dan Bunda. 

Lalu kapan pertama kali detak jantung janin dapat didengarkan? Atau apakah detak jantung janin dapat mendengarnya langsung misalnya dengan menempelkan telinga di atas perut ibu hamil?

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya berikut ini ya, Bunda.


Kapan ibu bisa mendengar detak jantung janin?

Saat bayi berada di dalam kandungan, cara kerja sistem peredaran darahnya berbeda ketika saat ia lahir ke dunia. Pada saat di dalam rahim, bayi tidak bernapas karena paru-parunya belum berfungsi sebelum ia lahir. Jantung bayi di dalam perutlah yang menggantikan fungsi paru-paru di dalam perut.

Selama di dalam rahim, sistem peredaran darah yang dipompa oleh jantung bayi terhubung pada tali pusar untuk menyalurkan pasokan darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. 

Ayah dan Bunda dapat mulai mengetahui detak jantung janin ketika kehamilan memasuki usia 5-6 minggu. Meski begitu, pada usia kandungan 6-7 minggu, biasa dokter juga akan mengecek kembali karena dirasa detak jantung dinilai lebih baik dan sekaligus untuk memeriksa tanda-tanda kehamilan yang sehat dan berkembang. 

Bagaimana cara mengetahui detak jantung janin?

Seringkali, Bunda mengira merasakan detak jantung janin di dalam perut lalu menempelkan tangan untuk menghitungnya. Namun cara mengetahui detak jantung janin dengan tangan merupakan hal yang kurang tepat dilakukan.

Pasalnya, ketukan yang Bunda rasakan bukanlah detak jantung melainkan gerakan bayi di dalam perut. Wah, jangan sampai tertukar ya kalau begitu, Bunda.

Untuk mengetahui detak jantung pada janin tidak bisa dilakukan selain dengan menggunakan sebuah alat. Kini, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui detak jantung janin, di antaranya sebagai berikut:

1. Stetotoskop

Penggunaan stetoskop merupakan hal yang umum dilakukan oleh dokter untuk mengetahui detak jantung janin. Alat medis yang satu ini digunakan untuk mampu memperkuat suara internal terutama untuk jantung dan paru-paru, sehingga terbukti mampu mendengarkan dengan baik detak jantung janin di dalam kandungan.

Bunda dapat mendengarkan detak jantung Si Kecil dengan stetoskop ketika memasuki usia kehamilan 18-20 minggu. Meski begitu, hal tersebut juga tidak bisa lepas dari faktor-faktor lain seperti berat badan ibu, dan posisi tempat bayi berada.

2. Fetoskop 

Fetoskop merupakan alat sederhana yang digunakan untuk mengetahui detak jantung janin.  Cara penggunaannya sama dengan stetoskop meski tidak menggunakan teknologi ultrasound. Fetoskop dapat digunakan ketika usia kehamilan memasuki 12 minggu. 

Namun untuk menggunakannya, dibutuhkan keterampilan dari dokter ataupun bidan yang  mampu membedakan suara yang didengar. Detak jantung janin umumnya terdengar seperti jarum jam tangan yang berdetak di bawah bantal.

3. Pinard Horn 

Pinard Horn merupakan alat pendengar detak jantung janin yang terbuat dari kayu. Untuk menggunakannya, cukup letakkan ujungnya yang rata pada telinga dokter atau bidan, sedang bagian yang berbentuk tanduk digunakan di sekitar perut ibu hamil. Alat ini dapat digunakan ketika usia kandungan 18-20 minggu. 

4. Fetal Doppler 

Fetal doppler menggunakan teknologi ultrasound untuk memantulkan gelombang suara dari bayi untuk menggambarkan detak jantungnya. Suara detak jantung yang muncul mirip seperti kuda yang tengah berlari kencang. Alat ini pun bisa digunakan sejak usia kehamilan 8 minggu. 

Saat ini, pada umumnya pemeriksaan kehamilan oleh dokter atau bidan akan menggunakan fetal doppler untuk mengetahui detak jantung janin.

5. Fetal Monitor 

Fetal monitor memang dapat digunakan selama pemeriksaan kehamilan berlangsung, namun biasanya para dokter akan menggunakan pada masa akhir kehamilan. Hal ini disebabkan karena fetal monitor karena dapat pula digunakan untuk memantau kontraksi pada ibu hamil. 

Perkembangan jantung janin tiap trimester

Jantung pada bayi tidak serta merta terbentuk begitu saja. Jantung akan mulai berkembang ketika kehamilan memasuki usia 4 minggu.  Proses perkembangan jantung janin dapat diamati tiap trimester. Penjelasan selengkapnya berikut ini:

Detak jantung janin trimester 1

Pada masa trimester 1 atau dimulai ketika minggu ke-4 kehamilan, sekelompok jaringan sel yang berbeda telah terbentuk di dalam embrio ibu yang kemudian akan segera berkembang menjadi jantung dan sistem peredaran darah bayi. 

Pada tahap ini, jantung yang awalnya menyerupai tabung akan membelah dan akhirnya membentuk katup jantung. Pembuluh darah pun mulai terbentuk di dalam embrio pada masa ini. 

Ketika menginjak usia 5 minggu, jantung janin akan mulai berdenyut secara spontan. Kemudian, detak jantung janin 7 minggu akan mulai berdenyut sekitar 110 kali per menit. Selanjutnya detak jantung janin 8 minggu berdenyut dengan kecepatan 150-170 kali per menit. 

Walau begitu, detak jantung janin 9 minggu setelahnya akan berkisar 170 kali per menit dan kemudian akan melambat. 

Detak jantung janin trimester 2

Pada usia kehamilan 17 minggu, otak janin sudah mulai mengatur detak jantung. Pembuluh darah kapiler juga akan terbentuk pada trimester 2 untuk mengirimkan darah mengandung oksigen ke seluruh jaringan tubuh bayi dan mendaur ulang darah yang terdeoksigenasi untuk kembali ke sistem peredaran darah. 

Setelah itu, antara usia 17 dan 20 minggu, ruang jantung akan berkembang sehingga dapat terlihat dengan jelas ketika pemeriksaan bersama dokter. Selama proses tersebut, dokter akan mulai memeriksa struktur jantung bayi dan mencari apakah ada kemungkinan bayi mengidap catat jantung bawaan. 

Oleh karena itu, pastikan Bunda juga menjelaskan kepada dokter apabila memiliki riwayat keluarga dengan kelainan jantung bawaan atau jika Bunda ternyata mengidap diabetes atau penyakit autoimun seperti fenilketonuria. 

Detak jantung janin trimester 3

Ketika kehamilan memasuki trimester 3 maka sistem peredaran darah bayi akan terus tumbuh perlahan dan sempurna selama masa ini. Sehingga pada usia kehamilan 40 minggu, bayi siap untuk lahir.  

Selama proses persalinan, detak jantung bayi berkisar antara 110-160 kali per menit. Meski begitu, detak jantung janin di atas 160 kali per menit juga normal terjadi karena berbagai alasan.

Terdapat beberapa cara menormalkan detak jantung janin yang dapat dilakukan seperti mengondisikan ibu hamil agar tidak panik, memberikan pasokan oksigen yang cukup, dan miringkan ibu hamil ke arah kiri. Apabila detak jantung janin masih tinggi, maka segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.   

Namun jika detak jantung janin berkisar di bawah 110-160 kali per menit, maka kemungkinan bayi mengalami detak jantung lemah atau fetal bradycardia. Walau begitu, dalam beberapa kasus detak jantung janin yang lemah akan kembali normal seiring dengan perkembangannya.  

Setelah memahami penjelasan di atas, menjadi hal penting bagi Bunda untuk memperhatikan dan menjaga tumbuh kembang bayi selama masa kehamilan. Salah satu yang penting adalah detak jantung bayi, agar Si Kecil dapat selamat ketika dilahirkan ke dunia atau mendapatkan penanganan yang cepat jika terjadi sesuatu. 

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak cerita Gracia indri mengenai perbedaan USG di Belanda dan Indonesia melalui video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
kehamilan
Kehamilan Trimester 1 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 1 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!