KEHAMILAN
Simak Panduan Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan HPHT
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 17 Apr 2023 17:35 WIBKebanyakan hasil tes kehamilan menunjukkan hasil positif beberapa hari setelah menstruasi terlambat, biasanya dua minggu. Jika Bunda belum mengecek ke dokter bisa langsung memperkirakan berapa usia kehamilan. Panduan cara menghitung usia kehamilan bisa dengan hari pertama haid terakhir (HPHT).
Dengan perhitungan HPHT ini, Bunda juga dapat mengetahui perkiraan jatuh temponya.
Mengetahui usia kehamilan yang akurat diperlukan untuk merencanakan perawatan kebidanan dan mencegah potensi komplikasi. Tonggak pertumbuhan bayi diukur dalam usia janin tetapi umumnya harus selaras dengan masa kehamilan.
Panduan cara menghitung usia kehamilan dengan HPHT
Ada sejumlah cara yang berbeda untuk menghitung tanggal jatuh tempo. Brian Levine, MD, MS, FACOG. Dokter Spesialis Kebidanan dan Ginekologi merincinya sebagai berikut:
- Tanggal konsepsi atau ovulasi
- Perhitungan dilakukan selama USG
- Tanggal transfer (jika Bunda melakukan fertilisasi in vitro)
Jadi para profesional kesehatan menggunakan standar universal untuk memperkirakan berapa lama setiap kehamilan dengan mulai dari HPHT.
Levine mengatakan, tanggal jatuh tempo itu dianggap 40 minggu (280 hari) setelah HPHT atau 38 minggu (266 hari) setelah ovulasi. Bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap prematur.
"Dengan asumsi Anda mengetahui tanggal haid terakhir Anda, penyedia perawatan primer Anda akan menggunakan ini untuk mengetahui tanggal jatuh tempo. Banyak bidan dan dokter kandungan menggunakan roda kehamilan, yaitu alat sederhana yang dengan cepat menambahkan hari ke-280 dari haid terakhir Anda," ujar Levine dilansir dari Verywellfamily.
Untuk menentukan berapa minggu kehamilan, cobalah hitung sudah berapa minggu sejak HPHT. Misalnya, jika periode terakhir dimulai pada 3 April dan sekarang tanggal 22 Mei, Bunda sudah hamil 7 minggu.
Sebenarnya, ada rumusnya untuk menghitung minggu kehamilan. Rumus dasar tanggal jatuh tempo itu adalah HPHT + 280 hari = EDD (perkiraan tanggal jatuh tempo). Sedangkan untuk penghitungan minggu kehamilan dimulai pada HPHT, dimulai dengan Minggu 0 (bukan 1) dan menghitungnya hingga minggu 40, atau paling tinggi hingga minggu 42.
Ibu hamil juga bisa berpikir dengan cara ini, satu minggu setelah hari pertama haid terakhir, dokter menganggap Bunda hamil satu minggu.
Namun ibu hamil juga perlu mengingatnya bahwa rumus ini berdasarkan siklus menstruasi 28 hari, yang hanya merupakan panjang siklus rata-rata. Siklus ibu hamil ini ada yang lebih pendek dan lebih panjang, dan ini juga dapat memengaruhi tanggal jatuh tempo.
Sehingga estimasi ini bisa saja tidak selalu akurat. Karena tidak memperhitungkan faktor-faktor seperti perubahan dalam siklus menstruasi, variasi dalam ovulasi, dan pasien lupa dengan HPHT-nya.
Tanggal jatuh tempo
Bayi yang lahir pada tanggal jatuh temponya itu hanya sekitar 4 persen. Menurut data kelahiran yang dikumpulkan CDC, pada tahun 2021 lebih dari 10% bayi di AS lahir tiga minggu atau lebih sebelum tanggal jatuh tempo, dan hampir 56 persen lahir pada minggu sebelum EDD.
Tanggal jatuh tempo ini lebih seperti penanda waktu. Tanggal jatuh tempo menunjukkan minggu ke-40 sejak HPHT atau minggu ke-38 sejak ovulasi.
Setelah menghitung tanggal jatuh tempo, ibu hamil kemungkinan besar akan melahirkan dalam periode empat minggu yang mengelilingi tanggal jatuh tempo. Terkadang selama dua minggu sebelum dan dua minggu setelah tanggal jatuh tempo yang ditetapkan, kemungkinan besar Bunda akan bertemu dengan bayi.
Sekitar 70 dari setiap 100 orang hamil akan melahirkan bayi mereka dalam waktu 10 hari dari tanggal jatuh tempo. Dengan asumsi tidak ada komplikasi, yang lain akan melahirkan sedikit lebih awal atau lebih lambat dari itu.
Bagaimana dengan tanggal kelahiran, apa beda dengan tanggal jatuh tempo?
Natalia Viarenich, MD, Dokter Spesialis Kandungan-Ginekologi mengatakan bahwa tanggal kelahiran itu adalah hari ketika seseorang melahirkan. Tanggal kelahiran seseorang mungkin berbeda dari tanggal jatuh tempo karena berbagai alasan.
"Ibu hamil dapat melahirkan lebih awal dari tanggal jatuh tempo, lebih lambat dari tanggal jatuh tempo, memerlukan operasi caesar darurat, atau harus diinduksi. Semua faktor ini dapat menyebabkan tanggal kelahiran berbeda dari tanggal jatuh tempo," ujar Viarenich dilansir dari Flo Health.
Lupa HPHT & usia kehamilan
Nah, kalau lupa dengan HPHT bagaimana cara menghitungnya?
Dr. Christine Sterling, ahli obgyn bersertifikat, menjelaskan dalam laman Baby List, jika ibu hamil tidak terbiasa melacak siklus dengan aplikasi atau kalender, jangan khawatir. Dokter akan melakukan ultrasound (USG). Apabila dokter atau bidan tidak otomatis melakukan USG saat pemeriksaan, Bunda bisa memintanya.
Sterling bilang, USG sering dianggap sebagai pengukuran minggu kehamilan yang paling akurat, jadi jangan heran jika dokter atau bidan memberitahu usia kehamilan Bunda melompat maju atau mundur dalam seminggu, karena ini tergantung pada ukuran bayi.
Ibu hamil terkadang lupa dengan minggu kehamilannya saat ini, terutama menjelang akhir trimester. Rasanya setiap minggu itu sama saja. Namun kini banyak aplikasi kehamilan untuk menghitung minggu kehamilan.
Bagaimana mencari tahu di trimester mana usia kehamilan Bunda? Sterling mengatakan membedakan trimester kehamilan tidak sesederhana 40 minggu dibagi menjadi tiga porsi yang sama. Sebaliknya, trimester ini dibagi sebagai berikut:
Trimester pertama: Minggu 1 hingga minggu 12.
Trimester kedua: Minggu 13 hingga minggu 27.
Trimester ketiga: Minggu 28 hingga kelahiran.
Bunda sudah mencoba cara perhitungan usia kehamilan dari HPHT di atas, kira-kira usia kehamilan Bunda sudah berapa minggu?
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu hamil lainnya? Langsung aja yuk, klik di sini.
Saksikan video tentang 30 daftar barang yang perlu dibawa ke rumah sakit untuk persalinan:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Menghitung Usia Kehamilan Paling Mudah yang Bunda Bisa Coba
Cara Hitung Usia Kehamilan Jika Lupa HPHT
Cara Menghitung Usia Kehamilan dari HPHT
4 Cara Menghitung Usia Kehamilan Jika Lupa HPHT
TERPOPULER
Cerita Richa Novisha & Anak-Anak Jalani Ramadhan Pertama Tanpa Mendiang Gary Iskak
Kenali Aneurisma Aorta Abdominal, Ketika Perut Berdetak Seperti Jantung
Angelina Jolie Bongkar Arti di Balik Bekas Luka setelah Operasi Pengangkatan Payudara
Hamil Anak Kedua? Ini Perubahan pada Otak dan Tubuh Bunda yang Jarang Disadari
Timur Tengah Memanas, Meisya Siregar & Bebi Romeo Susah Pulang Setelah Umrah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Perjalanan Kehamilan-Melahirkan Gracia Indri, Baby Bump Sudah Terlihat saat Liburan di Bali
Daftar Nama Anak Nabi Muhammad SAW & Siti Khadijah Beserta 30 Inspirasi Rangkaiannya
Kenali Aneurisma Aorta Abdominal, Ketika Perut Berdetak Seperti Jantung
Cerita Richa Novisha & Anak-Anak Jalani Ramadhan Pertama Tanpa Mendiang Gary Iskak
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Di Balik Layar Drama Pendek China, Banyak Aktris Diduga Alami Pelecehan
-
Beautynesia
4 Cara Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Selama Puasa
-
Female Daily
Rahasia Tampil Stylish di Lebaran: 4 Aksesori Lokal yang Wajib Kamu Intip
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
6 Alasan Drakor Our Universe Seru Ditonton, Kisah Co Parenting Bikin Hati Hangat
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Cafe Keren untuk WFH saat Mudik ke Jawa Barat