KEHAMILAN
Mengenal Infertilitas Sekunder, Penyebab, Gejala dan Perawatannya
Putri Monica Patricia | HaiBunda
Sabtu, 01 Jul 2023 22:00 WIBSecondary Infertility atau infertilitas sekunder adalah kondisi ketika Bunda kesulitan hamil padahal sudah pernah melahirkan sebelumnya. Infertilitas sekunder bisa menjadi membingungkan dan kerap kali tidak disadari.
Banyak pasangan yang menunda memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami infertilitas sekunder. Hal ini terjadi karena kebanyakan dari Ayah dan Bunda menolak mengakui sedang mengalami ketidaksuburan dan merasa sehat, karena telah berhasil memiliki anak sebelumnya.
Nah, jika Bunda sedang berjuang untuk kehamilan berikutnya, namun tidak kunjung berhasil hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, bisa jadi Bunda sedang mengalami infertilitas sekunder. Sebelum memeriksakan diri ke dokter. simak dulu artikel berikut ini yuk, Bunda!
Apa itu secondary infertility?
Melansir dari Cleveland Clinic, infertilitas sekunder adalah kondisi ketika Bunda tidak dapat hamil atau hamil sampai cukup bulan walaupun sebelumnya pernah melahirkan dan memiliki riwayat kehamilan yang sehat.
Untuk mengklasifikasikan infertilitas sekunder, kelahiran sebelumnya harus terjadi tanpa bantuan obat atau perawatan kesuburan, seperti fertilisasi in vitro (IVF). Dokter biasanya baru bisa mendiagnosis Bunda mengalami infertilitas sekunder setelah Ayah dan Bunda telah mencoba untuk hamil selama enam bulan hingga satu tahun.
Seberapa umum infertilitas sekunder?
Mengutip dari Verywell Family, kebanyakan orang mengira infertilitas primer, atau kondisi kemandulan sedari awal lebih umum daripada secondary infertility. Padahal, menurut sebuah studi yang diterbitkan tahun 2018, infertilitas sekunder ustru adalah bentuk ketidaksuburan paling umum yang terjadi pada wanita lho, Bunda.
Gejala infertilitas sekunder
Tanda utama Bunda mengalami infertilitas sekunder adalah jika Bunda tidak bisa hamil setelah memiliki satu atau lebih anak kandung.
Jika Bunda berusia lebih muda dari 35 tahun, dokter mungkin baru bisa mencurigai Bunda mengalami infertilitas sekunder setelah Bunda mencoba program hamil selama satu tahun (12 bulan).
Namun, jika Bunda telah berusia lebih dari 35 tahun, dokter dapat mengklasifikasikan kondisi Bunda sebagai sebagai infertilitas sekunder setelah Bunda enam bulan melakukan program hamil dan tidak berhasil.
Penyebab infertilitas sekunder
Mengutip dari WebMD, infertilitas sekunder dapat dikaitkan dengan masalah kesuburan baik pada pasangan pria atau wanita.
Sekitar sepertiga kasus infertilitas sekunder dipengaruhi oleh kesuburan Bunda, sedangkan sepertiga lainnya disebabkan oleh faktor kesuburan ayah. Sementara 30 persen kasus sisanya, infertilitas sekunder terkait dengan kesuburan kedua belah pihak atau penyebabnya tidak diketahui sama sekali.
Berikut ini adalah beberapa penyebab infertilitas sekunder paling umum dikutip dari Cleveland Clinic:
- Sperma yang rusak atau sel telur yang rusak.
- Usia.
- Komplikasi dari kehamilan sebelumnya.
- Komplikasi dari operasi sebelumnya.
- Peningkatan berat badan atau BMI (body mass index).
- Obat-obatan atau kondisi medis lainnya.
- Infeksi Menular Seksual (IMS).
- Faktor gaya hidup seperti minum alkohol dan merokok.
Penyebab infertilitas sekunder pada wanita
Seperti yang telah dipaparkan, pihak wanita menyumbangkan sepertiga kemungkinan risiko infertilitas sekunder. Hal ini meliputi kualitas sel telur, masalah struktur rahim, kondisi kesehatan tertentu, hingga gaya hidup. Berikut ini adalah beberapa penyebab infertilitas sekunder pada wanita:
- Masalah kuantitas dan kualitas sel telur karena faktor usia (di atas 35 tahun)
- Masalah struktural seperti infeksi dan kerusakan pada rahim atau tuba fallopi, saluran tuba tersumbat, klamidia, gonore, hingga penyakit radang pinggul.
- Endometriosis atau kondisi di mana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim, tumbuh di ovarium atau bagian tubuh lainnya.
- Sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau kondisi hormonal yang menyebabkan periode menstruasi berlangsung tidak teratur dan jarang.
- Penambahan berat badan drastis sehingga menyebabkan disfungsi ovarium.
- Kebiasaan merokok dan minum alkohol yang memengaruhi ovulasi dan konsepsi.
Penyebab infertilitas sekunder pada pria
Sedangkan pada pria, penyebab infertilitas seringkali mencakup masalah kadar hormon hingga faktor gaya hidup tertentu. Berikut ini pemaparannya:
- Menurunnya kadar testosterone yang memainkan peran kunci dalam produksi sperma. Istilah medis untuk testosteron rendah adalah hipogonadisme.
Testosteron rendah lebih umum terjadi setelah berusia di atas 40 tahun. Kadar testosteron juga dapat menurun karena penuaan, cedera pada testis, atau kondisi medis tertentu.
Kondisi tersebut meliputi; infeksi kelamin, penyakit tiroid, penyakit kencing manis, tuberkulosis, gondongan, cacar, penyakit darah, tumor jinak, stres emosional, serangan jantung, koma, pukulan, kegagalan pernapasan, gagal jantung kongestif, luka bakar, dan sepsis. - Varikokel testis, pembesaran pembuluh darah di skrotum atau kantung kulit testis. Kondisi ini adalah penyebab umum rendahnya produksi sperma hingga mencapai angka 30 persen.
- Kualitas sperma yang menurun setelah usia 40 tahun.
- Jumlah sperma rendah.
- Pembesaran atau pengangkatan prostat.
- Mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi kualitas sperma.
- Penambahan berat badan drastis yang menurunkan kadar testosterone dan meningkatkan kadar esterogen.
- Menggunakan pelumas yang beracun bagi sperma seperti petroleum jelly.
Siapa yang beresiko mengalami infertilitas sekunder?
Risiko Ayah dan Bunda mengalami infertilitas sekunder atau infertilitas sekunder akan lebih tinggi jika sedang atau pernah mengalami:
- Penyakit radang panggul (PID) atau IMS lainnya
- Siklus menstruasi yang tidak teratur
- Keguguran
- Jumlah sperma rendah
- Ketidakseimbangan hormon
Cara mengatasi infertilitas sekunder
Jika Ayah atau Bunda merasa mengalami infertilitas sekunder, evaluasi dini sangat penting untuk memastikan pilihan pengobatan selanjutnya. Untuk hal ini Bunda dapat segera menghubungi ahli endokrin reproduksi, atau ahli urologi untuk melakukan tes dan tinjauan riwayat medis Ayah dan Bunda.
Untuk menentukan ketidaksuburan, Ayah dan Bunda akan melawati beberapa tes meliputi:
- Analisis air mani.
- Tes darah untuk melihat kadar hormon.
- USG transvaginal.
- Hysterosalpingogram, sejenis pemeriksaan dengan sinar-X yang memungkinkan dokter melihat rahim dan saluran tuba Bunda.
Perawatan untuk infertilitas sekunder
Pada umumnya perawatan dan pengobatan ketidaksuburan sama saja baik pada infertilitas primer ataupun sekunder. Berikut ini adalah ragam pengobatan yang bisa Bunda pilih:
- Obat-obatan, termasuk clomiphene (Clomid®) dan letrozole, untuk menginduksi ovulasi bagi Bunda yang tidak berovulasi secara teratur.
- Inseminasi intrauterin (IUI) yang melibatkan penempatan sperma di dalam rahim untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan. Bunda juga dapat menggunakan donor sperma untuk IUI jika diperlukan.
- Fertilisasi in vitro (IVF) atau program bayi tabung adalah proses kompleks yang melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium dan menggabungkannya secara manual dengan sperma di laboratorium untuk pembuahan.
- Pembedahan untuk memperbaiki komplikasi terkait rahim seperti menghilangkan jaringan parut, polip, dan fibroid .
- Pembedahan untuk memperbaiki varikokel testis. Ini adalah penyebab infertilitas pada pria yang paling dapat diperbaiki dengan pembedahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Waspada Bun, Ini Penyebab Susah Hamil Menurut Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Infertilitas Sekunder, Kesulitan untuk Hamil Lagi setelah Anak Pertama
9 Penyebab Susah Hamil Paling Umum pada Pria dan Wanita, Bisa Dicegah kok Bun
Waspada Bunda! Kenali 7 Penyebab Wanita Sulit Hamil
Benarkah Pelihara Kucing Bisa Sebabkan Kemandulan?
TERPOPULER
Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya
Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek
Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal
Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan
Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
7 Potret James Van Der Beek 'Dawson's Creek' Lawan Kanker Sebelum Wafat di Usia 48 tahun
-
Beautynesia
Deretan Potret Cantik Han Ji Min di Drakor Romantis Baru The Practical Guide To Love
-
Female Daily
Dari Uban Pertama sampai Eksplor Warna, Style Rambut Sekarang Bisa Ngikutin Trend dengan Hasil Tetap Lembut
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramadan Pret-A-Porter 2026: Modest Fashion Bazaar Hadir di PIK 2
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog