KEHAMILAN
Amniotomi, Tindakan Memecahkan Kantong Ketuban: Prosedur, Manfaat & Risiko
Asri Ediyati | HaiBunda
Kamis, 06 Jul 2023 07:35 WIBKantong ketuban adalah kantong berisi cairan yang mengelilingi janin selama kehamilan. Kantong ketuban mengandung cairan yang disebut cairan ketuban. Cairan ketuban melindungi dan melindungi janin dan melembutkan gerakannya saat berada di dalam rahim.
Ketika sudah waktunya bayi lahir, kantong ketuban pecah, dan cairan ketuban keluar. Ini terjadi secara alami saat kontraksi persalinan berlangsung bagi sebagian orang.
Namun, bagi yang lain, kantong ketuban tidak pecah meski sedang proses persalinan, Bunda. Oleh karena itu, dokter kandungan mungkin merekomendasikan amniotomi untuk memecahkan ketuban dengan sengaja.
Mengenal prosedur amniotomi
Mengutip laman resmi Cleveland Clinic, amniotomi (juga dikenal sebagai pecah ketuban buatan, atau AROM) adalah prosedur bila dokter membantu mendorong persalinan dan mempercepat kontraksi dengan memecah air ketuban secara manual dengan menusuk kantong ketuban dengan pengait.
Harapannya adalah setelah air ketuban pecah, tubuh memproduksi hormon yang membantu memulai kontraksi. Terkadang amniotomi digunakan dalam kombinasi dengan oksitosin untuk mempercepat persalinan.
Baca Juga : Amniotic Fluid |
Amniotomi dilakukan dengan pasien berbaring di tempat tidur rumah sakit di ruang persalinan atau bersalin. Dalam beberapa kasus, pasien diminta untuk tetap dalam posisi setengah duduk untuk meminimalkan kompresi tali pusat dan memastikan suplai oksigen yang baik untuk janin. Prosedur ini dilakukan oleh dokter kandungan.
Dilansir Medicine Net, berikut prosedur lengkapnya yang perlu Bunda ketahui:
- Dokter mungkin memasukkan kait bedah kecil atau jari bersarung yang memiliki kait melalui vagina ke dalam rahim.
- Dokter mungkin menggores permukaan kantong ketuban untuk memecahkan selaputnya. kantong ketuban adalah kantong berisi cairan, terdiri dari selaput tempat janin atau bayi berkembang. Jika janin tidak berada pada posisi yang benar agar prosedur ini efektif, maka beberapa tekanan dapat diterapkan pada janin sehingga dapat ditahan di tempat yang benar saat ketuban pecah.
- Saat cairan ketuban mulai mengalir keluar, dokter memasukkan satu tangan ke dalam vagina agar mengalir secara bertahap dan mencegah prolaps tali pusat. Sebagai langkah lanjutan, dokter mengukur dan mencatat warna dan konsistensi cairan.
- Dokter mungkin memastikan posisi bayi dan menggunakan monitor janin elektrik untuk memeriksa detak jantung janin, sehingga dapat dipastikan bahwa proses tersebut tidak menimbulkan kerusakan.
- Pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan singkat saat pengait amniotomi melewati vagina atau leher rahim. Pecahnya ketuban sendiri tidak menimbulkan rasa sakit bagi ibu dan bayinya.
- Setelah prosedur selesai, persalinan harus dilakukan dalam waktu 24 jam untuk mencegah infeksi.
Kapan amniotomi perlu dilakukan?
Amniotomi aman dilakukan apabila:
- Kepala bayi lebih dulu di jalan lahir.
- Kepala bayi telah turun ke panggul. Posisi ini mapan dan yang yang disarankan sebelum amniotomi.
- Kondisi serviks baik. Maksudnya, serviks yang baik adalah yang lunak, tipis dan terbuka (melebar).
- Pasien tidak memiliki vasa previa. Ini adalah saat pembuluh darah melintasi serviks. Ini bisa mengancam jiwa bayi.
Manfaat amniotomi
Keuntungan dari kantong ketuban yang sengaja dipecah adalah:
- Amniotomi dapat mempercepat atau memajukan persalinan dengan membawa bayi lebih dekat ke leher rahim dan meningkatkan kontraksi.
- Prosedur pecah ketuban dapat membantu dokter kandungan memantau bayi lebih dekat tentang kondisinya.
- Prosedur ini juga dapat membantu mendeteksi kadar mekonium dan menentukan jenis dukungan medis apa yang dibutuhkan bayi saat melahirkan.
Risiko amniotomi yang perlu diketahui
Apa saja risiko atau komplikasi amniotomi? Tidak ada jaminan bahwa amniotomi akan mempersingkat persalinan, Bunda perlu tahu itu. Komplikasi amniotomi dapat meliputi:
- Prolaps tali pusat: Prolaps tali pusat adalah ketika tali pusat turun melalui vagina sebelum bayi. Ini dapat memutus suplai oksigen bayi.
- Kompresi tali pusat: Ini adalah saat tali pusat diratakan dan membatasi suplai oksigen bayi.
- Persalinan sesar: Bunda mungkin berisiko lebih tinggi untuk operasi caesar karena bayi berada dalam posisi sungsang setelah kantong ketuban pecah.
- Infeksi: Tanpa cairan ketuban, bayi tidak memiliki perlindungan dari infeksi. Risiko infeksi bayi meningkat semakin lama waktu yang dibutuhkan antara pecah ketuban dan melahirkan.
- Rasa sakit yang meningkat: Beberapa orang merasakan kontraksi yang lebih intens dan rasa sakit yang meningkat setelah amniotomi. Setelah bantalan cairan ketuban hilang, tidak ada bantalan antara kepala bayi dan leher rahim.
- Pendarahan vagina yang berlebihan
- Kehilangan darah janin: Ini mungkin merupakan komplikasi yang mengancam jiwa yang membutuhkan persalinan sesar darurat untuk menyelamatkan janin.
- Cedera pada bayi, terutama kepala bayi.
Semoga informasi ini dapat membantu Bunda mendapatkan pengetahuan tentang amniotomi apabila sewaktu-waktu terjadi pada diri sendiri mau pun kerabat dekat.
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu hamil lainnya? Langsung aja yuk, klik di sini.
Simak video di bawah ini, Bun:
Induksi Persalinan Menurut Dokter: Penyebab, Kapan Dilakukan & Efek Sampingnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Ini Mampu Percepat Pembukaan saat Melahirkan, Coba yuk Bun!
7 Persiapan Penting agar Persalinan Normal Berjalan Lancar
7 Tanda Khusus Ibu Hamil akan Segera Melahirkan
7 Tips Mengatasi Rasa Cemas Sebelum Melahirkan
TERPOPULER
50 Pertanyaan Tes Kepribadian yang Bisa Ungkap Sifat Asli Seseorang
Ucapan Hangat Sheila Dara di Hari Ultah Vidi Aldiano, Bagikan Potret Bareng Almarhum Semasa Hidup
10 Aroma yang Paling Dibenci Kutu yang Ampuh untuk Membasmi
Kasus Naik, Kenali Gejala Meningitis B pada Anak yang Sering Disangka Flu Biasa
Berapa Lama Bisa Mencoba Hamil Lagi setelah Keguguran? Ini Kata Pakar
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kenapa Anak 14 Tahun Bisa Alami Gagal Ginjal? Ini Penjelasan IDAI, Bun
50 Pertanyaan Tes Kepribadian yang Bisa Ungkap Sifat Asli Seseorang
10 Aroma yang Paling Dibenci Kutu yang Ampuh untuk Membasmi
Berapa Lama Bisa Mencoba Hamil Lagi setelah Keguguran? Ini Kata Pakar
Kasus Naik, Kenali Gejala Meningitis B pada Anak yang Sering Disangka Flu Biasa
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kolagen Makin Populer untuk Perawatan Kulit, Benarkah Efektif atau Sekadar Tren?
-
Beautynesia
5 Cara Mengenali Orang Cerdas dari Perilakunya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi
-
Female Daily
Lagi Sering Bloated? Chia Seeds Bisa Jadi Comfort Food Versi Sehatmu
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Mix and Match Butter Yellow Outfit ala Mikaila Patritz
-
Mommies Daily
Cornelio Mahatma Utomo: Dari Game Ponsel Berujung Jadi Music Director