kehamilan

Mengenal KB Koyo, Alat Kontrasepsi yang Ditempel di Kulit

Nurul Jasmine Fathia   |   HaiBunda

Sabtu, 16 Sep 2023 18:40 WIB

Ilustrasi KB Koyo
Mengenal KB Koyo, Alat Kontrasepsi yang Ditempel di Kulit/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Banyak jenis kontrasepsi yang dapat digunakan untuk menunda kehamilan, Bunda. Salah satunya adalah KB koyo, yakni alat kontrasepsi yang ditempel di kulit.

Di Indonesia, penggunaan KB koyo masih jarang didengar. Jenis KB ini juga jarang dikenalkan oleh dokter sebagai rekomendasi pada pasiennya yang ingin menunda kehamilan.

Apa itu KB koyo

KB koyo dikenal juga dengan nama KB tempel, yang mengacu kepada cara penggunaannya yaitu dengan cara ditempel pada kulit. Melansir dari Mayo Clinic, alat kontrasepsi yang berbentuk plester ini mengandung hormon estrogen dan progestin yang bisa mencegah kehamilan.


KB koyo sebetulnya sudah terkenal dan banyak digunakan di luar negeri. Namun, di Indonesia, jenis KB ini belum terlalu sering digunakan mengingat jumlahnya yang mungkin masih terbatas dan harganya cukup mahal.

Cara kerja KB koyo

Cara kerja KB koyo cukup mudah dan dapat dikatakan mirip dengan alat kontrasepsi berbentuk pil. KB koyo bekerja dengan cara melepaskan hormon estrogen dan progestin ke dalam aliran darah. 

Kedua hormon tersebut dapat mencegah ovarium melepaskan sel telur dan mencegah kehamilan. Selain itu, alat kontrasepsi tempel ini juga membuat lendir serviks menjadi lebih tebal, sehingga sperma tidak dapat mencapai sel telur.

Cara gunakan KB koyo untuk cegah kehamilan

Melansir dari NHS, saat pertama kali menggunakan KB koyo, Bunda bisa menempelkannya di beberapa tempat. Namun, pastikan tempat yang ditempelkan KB koyo adalah tempat yang aman dan tidak mudah terkena gesekan.

Pastikan juga Bunda tidak menempelkannya di area yang sering tertutup dengan pakaian yang ketat ya, misalnya di area payudara. Hal ini penting untuk mencegah iritasi dan infeksi di area sekitar KB koyo ditempelkan.

Plester KB koyo dapat digunakan selama tiga minggu dengan siklus pergantian plester sebanyak satu kali per minggu. Pada minggu keempat, pastikan untuk melepas plester agar haid tetap terjadi dengan normal.

Bunda bisa kembali menggunakan KB koyo di hari ketiga atau keempat haid agar benar-benar terlindungi dari kehamilan. Penggunaan KB koyo di hari terakhir haid dapat menyebabkan Bunda tidak terlindungi dari kehamilan secara optimal.

Bila lupa menempelkan KB koyo, pastikan untuk segera menempelkannya kembali setelah ingat. Terlalu lama tidak menggunakan kontrasepsi ini bisa meningkatkan pelung hamil.

Ilustrasi KB KoyoIlustrasi KB Koyo/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Seberapa efektif KB koyo dibandingkan alat kontrasepsi lainnya?

Jika Bunda menggunakan KB koyo dengan benar, maka tingkat efektivitasnya dapat mencapai 99 persen. Angka ini dapat dikatakan setara dengan alat kontrasepsi lain, khususnya KB pil yang efektivitasnya mencapai 99,7 persen. 

"Meskipun efektivitas pil kontrasepsi sangat tinggi ketika digunakan dengan sempurna (99,7 persen), rata-rata perempuan suka melewatkan waktu minumnya," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Mayo Clinic, Dr. Yvonne Butler Tobah, MD, dikutip dari Insider.

KB koyo bisa menjadi pilihan Bunda yang ingin menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini karena cara penggunaannya yang mudah dan tingkat efektivitasnya yang tinggi. Penggunaan KB jenis ini juga tak menimbulkan rasa sakit, sehingga sangat aman dan nyaman digunakan.

Kelebihan menggunakan KB koyo

Terdapat beberapa kelebihan yang bisa Bunda dapatkan bila menggunakan KB koyo, di antaranya:

  • Sangat mudah digunakan dan tidak mengganggu hubungan seksual.
  • Tidak perlu diganti setiap hari.
  • Hormon dari koyo tidak diserap oleh lambung, sehingga tidak menyebabkan masalah pencernaan berat.
  • Dapat membuat haid lebih teratur dan tidak menimbulkan nyeri.
  • Dapat mengurangi risiko kanker ovarium, kanker rahim, dan kanker usus besar.

Kekurangan menggunakan KB koyo

Meski memiliki segudang kelebihan, KB jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Bunda ketahui, yaitu:

  • Koyo yang ditempel dapat terlihat dengan jelas oleh orang lain, sehingga bisa memengaruhi penampilan.
  • Dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal, dan nyeri.
  • Tidak melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS), jadi Bunda tetap disarankan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Kemungkinan akan mengalami efek samping ringan dan sementara saat pertama kali menggunakannya, seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan perubahan mood.
  • Dapat terjadi perdarahan di antara periode haid, terutama saat awal menggunakan KB koyo.

Itu dia sekilas tentang KB koyo termasuk cara kerja dan penggunaannya. KB jenis ini bisa Bunda coba jika ingin menggunakan alat kontrasepsi yang aman dan nyaman. Semoga informasi ini bermanfaat ya Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(Nurul Jasmine Fathia/ank)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT