KEHAMILAN
Mengenal Antepartum Depression, Rasa Sedih & Hampa yang Bisa Dialami saat Hamil
Nurul Jasmine Fathia | HaiBunda
Kamis, 28 Sep 2023 09:50 WIBMenjalani masa kehamilan memanglah momen yang membahagiakan karena Bunda tentu akan selalu menanti pertemuan dengan Si Kecil. Namun, selain banyak hal menyenangkan terdapat pula masa-masa sulit selama kehamilan yang harus dilalui. Tak jarang hal tersebut membuat ibu hamil menjadi stres atau bahkan menjadi depresi karena tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu masalah depresi yang bisa terjadi adalah antepartum depression. Lalu, apa sebenarnya antepartum depression yang bisa dialami oleh bumil? Simak artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui jawabannya.
Mengenal antepartum depression
Melansir dari Healthline, antepartum depression adalah gangguan suasana hati akibat stres berlebih yang terjadi selama kehamilan. Kondisi ini biasanya dialami ibu hamil ditandai dengan rasa sedih dan hampa yang sangat sulit untuk dihilangkan.
Antepartum depression sangat umum dirasakan oleh ibu hamil terlebih lagi jika tengah menjalani kehamilan anak pertama. Berbagai perubahan yang terjadi baik secara fisik dan mental selama kehamilan, rentan membuat Bunda yang sedang hamil mengalami kondisi ini.
Gejala antepartum depression
Gejala antepartum depression bisa jadi sulit dikenali karena gejalanya yang hampir sama dengan gejala kehamilan pada umumnya. Namun, terdapat beberapa gejala yang menjadi ciri khas dari kondisi ini, yaitu:
- Perasaan cemas yang berlebihan
- Merasa rendah diri.
- Rasa takut tanpa alasan yang jelas secara berlebihan.
- Kehilangan minat untuk melakukan berbagai kegiatan.
- Malas merawat diri.
- Pola makan yang buruk.
- Kurang tidur atau tidur terlalu banyak.
Penyebab antepartum depression
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan ibu hamil mengalami antepartum depression.
Kurangnya dukungan dari orang sekitar
Penyebab utama yang membuat ibu hamil mengalami kondisi ini adalah kurangnya dukungan dari orang sekitar khususnya keluarga. Kehamilan bukanlah hal yang mudah untuk dijalani sendirian. Maka dari itu sangat penting bagi Bunda mendapatkan dukungan dari orang terdekat.
Bentuk dukungan yang diberikan bisa sangat sederhana, misalnya mendengarkan keluhan ibu hamil tentang apa yang dirasakannya. Selain itu, bisa juga dengan menunjukkan kepedulian atau sekedar memberikan kata-kata semangat.
Kualitas tidur selama kehamilan
Sebuah penelitian menunjukkan terdapat hubungan erat antara kualitas tidur dan tingkat depresi selama kehamilan. Ibu hamil yang tidurnya tidak berkualitas selama kehamilan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami antepartum depression.
Maka dari itu, penting bagi Bunda untuk mendapatkan tidur yang berkualitas selama kehamilan. Pastikan untuk tidur minimal 8 jam sehari dan tidur dengan kondisi yang nyaman. Jika kesulitan tidur di malam hari, pastikan Bunda mendapatkan istirahat yang cukup di siang hari.
Nutrisi
Masalah nutrisi selama kehamilan juga erat kaitannya dengan risiko depresi yang terjadi. Sebuah studi menunjukkan kurangnya nutrisi selama kehamilan, khususnya vitamin D dapat meningkatkan risiko depresi pada ibu hamil. Selain konsumsi vitamin D, ibu hamil juga perlu meningkatkan konsumsi vitamin B dan zat besi selama kehamilan untuk menurunkan risiko depresi.
Lalu, bagaimana penanganan yang tepat untuk masalah antepartum depression. Simak selengkapnya pada halaman selanjutnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
PENANGANAN ANTEPARTUM DEPRESSION