KEHAMILAN
Ketahui Apa Saja yang Mungkin Dirasakan Ayah setelah Bunda Alami Keguguran
Nurul Jasmine Fathia | HaiBunda
Selasa, 17 Oct 2023 19:10 WIBKehamilan menjadi hal yang menyenangkan dan dinanti-nanti oleh banyak pasangan. Ketika mendapatkan kehamilan, tak hanya Bunda yang merasakan kebahagiaan, Ayah pun pasti akan merasakan hal sama.
Sama halnya jika terdapat masalah yang membuat kehamilan tak bisa dipertahankan atau terjadi keguguran. Tak hanya Bunda yang merasa sedih, Ayah pun juga pasti merasakan hal yang sama.
Namun, sayangnya tak banyak orang yang memperhatikan kondisi seorang pria, bila istrinya baru saja mengalami keguguran. Banyak orang hanya fokus pada kondisi fisik dan mental istri, padahal suami juga membutuhkan perhatian serupa.
Perasaan yang dirasakan suami saat istri keguguran
Ada beberapa perasaan yang dapat dirasakan suami saat istrinya mengalami keguguran. Berikut penjelasannya:
1. Merasakan kesedihan yang tak kalah mendalam
Suami juga memiliki peran penting dalam proses kehamilan. Maka dari itu, saat keguguran terjadi, suami juga akan merasakan kesedihan yang tak kalah mendalam dari istrinya. Sayangnya, masih banyak suami yang belum bisa menyalurkan kesedihannya dengan baik, Bunda.
Stigma yang beredar di masyarakat menyatakan bahwa pria harus selalu kuat dan tak boleh menunjukkan kesedihan. Banyak juga yang menganggap bahwa suami seharusnya memberi banyak dukungan kepada istrinya dan tidak boleh menunjukkan kesedihan.
Padahal, rasa sedih setelah istri mengalami keguguran adalah hal yang sangat normal. Jadi, tak ada salahnya untuk mengungkapkan kesedihan yang dirasakan kepada orang terdekat bila Ayah merasa terpuruk karena kehilangan.
2. Merasa butuh dukungan
Banyak yang menilai tugas seorang suami saat istri mengalami keguguran adalah selalu mendukung dan menguatkan. Hal itu memang benar. Tapi, perlu diketahui juga bahwa sebagai seorang manusia biasa, suami juga membutuhkan dukungan saat melalui proses yang sulit ini.
“Meskipun fokus utamanya pada ibu, perasaan pria juga harus diakui dan didukung karena dia merupakan bagian dari proses terciptanya seorang manusia. Pria juga bisa mengalami perasaan intens seperti rasa bersalah, marah, kebingungan, dan kesedihan,” kata konselor kesehatan mental berlisensi Mykal Manswell, dikutip dari Motherly.
Penting bagi Ayah dan Bunda untuk saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi masa-masa sulit setelah keguguran. Bentuk dukungan yang diberikan bisa dengan menanyakan bagaimana perasaan Ayah atau menanyakan adakah sesuatu yang ingin ia sampaikan agar dirinya merasa lebih baik.
Meski suami terlihat kuat dan bisa beraktivitas dengan normal setelah masa sulit ini, bukan berarti kesedihannya sudah benar-benar hilang. Banyak suami yang justru mengalihkan perasaan sedihnya dengan menyibukkan diri. Maka dari itu, penting juga bagi Bunda dan orang terdekat untuk sesekali menanyakan kondisi Ayah.
Setelah mengalami keguguran, penting juga bagi pasangan suami istri untuk menjaga hubungan tetap harmonis. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga hubungan tetap harmonis pasca keguguran. Simak halaman selanjutnya untuk mengetahui lebih lengkap.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(Nurul Jasmine Fathia/ank)
MENJAGA HUBUNGAN TETAP HARMONIS PASCA KEGUGURAN