KEHAMILAN
Bolehkah Ibu Hamil yang Pecah Ketuban Dini & Berisiko Prematur Melahirkan di Klinik?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 23 Nov 2023 11:16 WIBMengalami ketuban pecah dini dan persalinan prematur menjadi momok menakutkan bagi setiap ibu hamil. Tindakan medis yang tepat dibutuhkan untuk menangani dua kondisi tersebut, Bunda.
Lalu bolehkah ibu hamil yang pecah ketuban dini dan berisiko prematur melahirkan di klinik, bukan di rumah sakit? Bagaimana penanganan yang tepat pada kondisi tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Bunda!
Penanganan ibu hamil pecah ketuban dini dan risiko prematur
Ketuban pecah dini adalah istilah yang menggambarkan ketuban pecah sebelum persalinan dimulai. Penanganan ketuban pecah dini akan tergantung dari waktu terjadinya, apakah sebelum usai kehamilan 37 minggu atau sesudahnya.
Dilansir Cleveland Clinic, ketuban pecah dini yang terjadi setelah 37 minggu kehamilan memerlukan tindakan segera untuk melahirkan bayi. Sementara bila terjadi sebelum 37 minggu, dokter biasanya akan mempertimbangkan risiko kelahiran prematur dibandingkan dengan risiko komplikasi, seperti infeksi.
Pada kondisi ketuban pecah dini yang berisiko melahirkan prematur, penanganan harus segera dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Penanganan ini mencakup tempat persalinan yang tepat.
Melahirkan di klinik vs rumah sakit
Ketuban pecah dini yang berisiko melahirkan prematur perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit. Klinik bersalin tidak bisa dijadikan pilihan utama untuk melahirkan Si Kecil, Bunda. Bunda perlu mempertimbangkan risikonya bila memilih untuk melahirkan di klinik ya.
Melansir dari laman The Mount Sinai Hospital, jika ibu hamil mengalami persalinan prematur, maka ia harus dirawat di rumah sakit. Ibu hamil mungkin harus menerima obat-obatan untuk mengentikan kontraksi dan mematangkan paru-paru bayi.
Menurut Sanford Health, dua perlima perempuan di usia kehamilan 34 sampai 36 minggu akan melahirkan bayinya dalam waktu seminggu. Banyak juga yang akan melahirkan dalam waktu 48 jam. Proses persalinan dapat dilakukan bila rumah sakit memiliki ruang perawatan neonatus.
Persalinan prematur dapat menyebabkan komplikasi, sehingga memerlukan tindakan medis yang memadai di rumah sakit. Beberapa komplikasi ini seperti perdarahan pasca persalinan pada ibu yang mengidap anemia dan infeksi yang mengancam nyawa.
Peraturan pemerintah soal persalinan di klinik dan rumah sakit
Pemerintah Indonesia telah membuat aturan soal pelayanan melahirkan bagi Bunda yang mengalami komplikasi. Bila memang terjadi komplikasi kehamilan dan persalinan, maka Bunda dapat dirujuk ke rumah sakit dari klinik bersalin.
Aturan terkait rujukan ini diatur dalam pasal 17 ayat (1) dan (2) di Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.
"Ibu dan janin dengan komplikasi kehamilan dan persalinan, maka persalinan dilakukan di rumah sakit sesuai kompetensinya," demikian isi pasal 17 ayat (1).
"Dalam hal ibu dan janin mengalami komplikasi atau kegawatdaruratan saat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama, pihak Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama harus melakukan tindakan pra rujukan dan segera dirujuk ke rumah sakit," isi pasal 17 ayat (2).
Rujukan dari klinik ke rumah sakit untuk melahirkan
Klinik, rumah bersalin, dan Puskesmas, termasuk dalam Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat 1. Irmawati, S.Si., Apt dalam buku Tetap Tersenyum Saat Melahirkan menjelaskan bahwa rumah bersalin atau klinik bersalin menjadi tempat yang dapat membantu persalinan.
"Tempat ini dapat membantu persalinan normal tanpa alat bantu dan persalinan normal menggunakan alat bantu forceps atau vakum jika dibutuhkan. Apabila memerlukan operasi, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit bersalin atau rumah sakit umum," tulisnya.
"Tenaga penolong adalah bidan, tetapi terkadang ada dokter kandungan yang berpraktik di tempat ini."
Rujukan ke rumah sakit dapat dibuat oleh dokter atau pihak klinik ke rumah sakit bila Bunda mengalami kondisi kegawatdaruratan atau komplikasi kehamilan dan persalinan. Ini juga termasuk kondisi ketuban pecah dini yang berujung pada persalinan prematur.
Dalam buku Panduan Lengkap Kehamilan, Melahirkan, & Bayi karya Penny Simkin, P.T, Janet Whalley, R.N.,B.S.N., Ann Keppler, R.N., M.N., Bunda akan dirujuk ke rumah sakit jika ada tanda bahaya seperti kenaikan tekanan darah, perdarahan, kadar gula darah yang tinggi, protein dalam air kemih, masalah dengan janin, atau kontraksi persalinan yang prematur.
"Bahkan dengan pemeriksaan kehamilan yang cermat, 15 sampai 27 persen perempuan yang ingin melahirkan tidak di rumah sakit, pada akhirnya dirujuk ke rumah sakit selama persalinan atau pasca melahirkan karena masalah yang dinilai membutuhkan intervensi obstetri,"kata tim penulis.
Rujukan darurat sangat jarang untuk perempuan yang menjalani pemeriksaan yang cermat dan yang mempunyai kehamilan normal, tanpa masalah. Kondisi penting yang dapat muncul tanpa terduga dan berbahaya selama persalinan dan membutuhkan tindakan medis segera, mencakup prolaps uterus (jika cord keluar dari rahim sebelum melahirkan), perdarahan, dan janin kekurangan pasokan oksigen selama persalinan (akibat perdarahan, kompresi cord, dan faktor lainnya).
Pentingnya periksa ke dokter dan bidan
Pemeriksaan ke dokter atau bidan sangat penting selama kehamilan. Khusus untuk periksa cairan ketuban melalui USG, Bunda dapat melakukannya di dokter. Beberapa klinik kehamilan sudah memiliki pelayanan periksa USG.
Saat periksa kehamilan, Bunda juga bisa menjelaskan keluhan yang dirasakan ke dokter atau bidan. Jangan lupa juga untuk membicarakan tentang penggunaan obat-obatan selama hamil dan rencana melahirkan Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Sudah 3 Kali Melahirkan Caesar, Ini Risiko yang Bisa Terjadi Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Arumi Bachsin Kenang Momen Melahirkan Anak Pertama secara Prematur, Serba Panik saat Jadi Ibu Baru
7 Cara agar Cepat Kontraksi setelah Air Ketuban Pecah
Apa Penyebab Terjadinya Ketuban Pecah Dini? Bunda Perlu Tahu
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Mic Wireless Karaoke: Jangkauan 80 Meter, Beneran Stabil?
-
Beautynesia
Kreasi Dua Kopi Nespresso Istimewa Bisa Kamu Coba Hanya di Vertuo World
-
Female Daily
Usual Parfums × Barasuara “Hitam dan Biru”: Saat Lagu Menjadi Aroma
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Whitney Houston Diabadikan Jadi Barbie, Pakai Gaun dari Video Klip Legendaris
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love