sign up SIGN UP search


kehamilan

Penyebab & Risiko Ketuban Pecah Dini, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Senin, 12 Oct 2020 14:21 WIB
silhouette of pregnant couple arguing and quarreling at home caption
Jakarta -

Ketuban pecah dini dapat terjadi saat kehamilan belum berusia 37 minggu, Bunda. Dalam bahasa medisnya ini disebut sebagai Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM).

Ketuban merupakan kantung yang berisi cairan berguna untuk membantu melindungi bayi selama berada dalam kandungan. Biasanya, ketuban pecah karena kepala bayi terdorong ke bawah.

Penyebab ketuban pecah dini

Dalam banyak kasus, tidak ada penyebab yang mengapa ketuban pecah dini. Namun ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan ketuban pecah dini, Bunda. Dikutip dari Emma's Diary, faktor-faktor risiko tersebut, di antaranya:


  • Pernah melahirkan prematur
  • Perdarahan vagina
  • Merokok selama kehamilan
  • Infeksi kandung kemih yang parah
  • Infeksi menular seksual, seperti klamidia

Ketubah pecah dini juga lebih sering terjadi pada wanita yang mengandung anak kembar atau kembar tiga atau mereka yang pernah menjalani amniosentesis. Amniosentesis adalah prosedur yang dilakukan saat hamil untuk menguji atau memeriksa cairan ketuban dalam rahim wanita.

Jika ketuban pecah, Bunda mungkin akan merasakan beberapa hal, seperti celana dalam yang lembap atau basah, semburan cairan yang keluar dari vagina, adanya tetesan cairan dari vagina. Bunda bisa menggunakan pembalut untuk mengatasinya.

Jika mengalami tanda-tanda tersebut sebelum usia kehamilan 37 minggu, Bunda sebaiknya segera ke rumah sakit untuk memeriksakan diri secepatnya.

Apa ketuban pecah dini, Bunda pasti akan melahirkan?

Umumnya persalinan ditandai dengan ketuban pecah, lalu dalam waktu antara 12-24 jam, ibu hamil akan merasakan kontraksi sebelum terjadinya persalinan. Meski begitu, Tommy's Charity menyatakan bahwa sekitar 80 persen ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini juga bisa melahirkan hingga tujuh hari setelahnya, Bunda.

Kendati demikian, persalinan tidak selalu dimulai hanya karena ketuban pecah.

"Ketuban bisa pecah tanpa tanda-tanda persalinan," kata bidan ahli dan penulis The Little Boof Of Self-Care For New Mums, Beccy Hands dan Alexis Stickland, dikutip dari Made For Mums.

Jika Bunda tidak melahirkan setelah ketuban pecah dini, Bunda dan bayi memiliki risiko infeksi. Karena itu, saran Beccy dan Alexis, Bunda harus segera ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

"Jika tidak melahirkan, Anda dan bayi memang memiliki peningkatan risiko infeksi, jadi Anda akan diminta pergi ke rumah sakit untuk dipantau dan mendiskusikan pilihan persalinan Anda untuk memutuskan tindakan yang paling aman dengan tim kelahiran Anda," ujar Beccy dan Alexis.

Jika ibu hamil tidak langsung melahirkan, maka harus melanjutkan perawatan antenatal. Ibu hamil juga akan berdiskusi dengan spesialis terkait rencana kelahiran. Untuk mengurangi infeksi, persalinan biasanya diinduksi ketika bayi mencapai cukup bulan.

Sementara jika akan segera melahirkan, dokter akan memberi penilaian terkait kehamilan. Detak jantung ibu dan bayi akan diperiksa, selain itu ibu hamil akan diuji untuk tanda-tanda infeksi dengan pemeriksaan suhu dan menjalani tes seperti usap vagina, tes darah serta urine.

Kebanyakan wanita yang ketuban pecah dini memang akan melahirkan segera setelahnya, Bunda. Namun jika ini terjadi sebelum kehamilan berusia 23 minggu, maka bayi kemungkinan enggak bisa bertahan karena belum cukup berkembang di dalam rahim.

Jika kehamilan berusia lebih dari 24 minggu dan kurang dari usia seharusnya dilahirkan, maka bayi yang dianggap prematur ini membutuhkan perawatan intensif, Bunda. Dan bila ibu hamil tak kunjung melahirkan setelah ketuban pecah, maka kemungkinan Bunda akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit selama 48-72 jam sebelum diizinkan pulang.

Risiko pecah ketuban dini

Ada beberapa risiko yang dapat mengganggu terkait terjadinya pecah ketuban dini. Sebagaimana yang HaiBunda kutip dari NHS, berikut di antaranya:

1. Infeksi

Dengan rusaknya selaput yang terbentuk sebagai penghalang dan pelindung di sekitar bayi, maka ada risiko bakteri dan infeksi masuk ke dalam rahim. Kemungkinan buruknya, ini bisa menginfeksi rahim yang dikenal sebagai korioamnionitis dan dapat memicu kelahiran prematur.

Gejala infeksi mungkin termasuk suhu yang tidak biasa, adanya keputihan dengan bau yang tidak sedap, denyut nadi cepat bagi ibu maupun bayi mengalami sakit perut. Jika positif mengalaminya, maka ibu hamil perlu mendapat perawatan segera untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

2. Paru-paru bermasalah

Cairan ketuban yang mengelilingi tubuh bayi sangat
dibutuhkan agar paru-paru bayi dapat berkembang dengan baik, Bunda. Jika ketuban pecah dini, ada kemungkinan bayi tak mendapat cairan dengan cukup untuk mendukung perkembangannya.

3. Lahir prematur

Bayi dianggap prematur jika lahir sebelum usia kandungan 37 minggu. Bayi pun dapat memiliki peningkatan risiko seperti masalah kesehatan, terutama dengan pernapasan, pencernaan dan infeksi lainnya.

Perawatan setelah ketuban pecah dini

Jika melahirkan setelah ketuban pecah dini, tidak ada perawatan atau pengobatan yang dapat mencegahnya. Bayi yang lahir sebelum 37 minggu mungkin kekurangan zat surfaktan di paru-parunya, sehingga dokter mungkin akan memberikan dua dosis steroid dengan selang waktu 24 jam, baik dalam bentuk tablet atau suntikan.

Jika mengalami persalinan prematur antara usia kandungan 24-29 minggu kehamilan, maka bayi akan diberikan magnesium melalui infus. Ini berguna untuk membantu otak bayi untuk berkembang dan mencegah masalah seperti cerebral palsy. Ibu mungkin juga akan ditawarkan magnesium sulfat jika melahirkan antara 30-34 minggu.

Untuk mengurangi risiko infeksi setelah ketuban pecah dini, ibu hamil mungkin akan diminta untuk mengonsumsi tablet antibiotik selama seminggu. Meski ibu hamil akan cenderung terus mengalami kekurangan cairan ketuban selama sisa kehamilannya, namun selama dipantau dengan cermat oleh tenaga medis, maka hal tersebut tidak berdampak negatif pada bayi.

Bunda, simak juga tips cepat hamil ala dr. Reisa dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi