KEHAMILAN
Mengenal Kontraksi Dini, Mulai dari Penyebab, Bahayanya untuk Janin & Cara Mengatasinya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 18 Mar 2024 18:40 WIBKontraksi dini kerap dikaitkan dengan masalah pada kehamilan. Tak hanya itu, kontraksi dini juga seringkali dianggap sesuatu yang berbahaya bagi janin, Bunda.
Lalu apa penyebab kontraksi dini selama kehamilan? Apakah kondisi ini berbahaya bagi janin?
Simak penjelasan lengkap dari HaiBunda berikut ini ya!
Kontraksi dini di awal kehamilan
Perlu diketahui, kontraksi merupakan bagian dari perjalanan kehamilan yang sering dikaitkan dengan proses persalinan. Kontraksi membantu Bunda mendorong bayi keluar rahim selama bersalin. Saat kontraksi, otot-otot rahim akan menegang dan Bunda akan merasakan sakit.
"Rahim mengelilingi bagi dan ketika otot-otot rahim berkontraksi, hal tersebut membantu proses persalinan," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Bart Putterman, MD, dilansir Parents.
Meski dikaitkan dengan persalinan, mengalami kontraksi sebelum waktunya bukan berarti tanda Bunda akan melahirkan ya. Faktanya, kontraksi dini bisa saja terjadi dan merupakan tubuh sedang mempersiapkan kehamilan.
"Rahim (kontraksi) bisa saja berarti ia sedang berlatih untuk menghadapi persalinan," kata direktur kesehatan ibu dan anak di Touro Infirmary di New Orleans, Paul du Treil, MD.
Penyebab kontraksi dini di awal kehamilan
Melansir dari beberapa sumber, kontraksi dini di awal kehamilan dapat terjadi karena beberapa penyebab, yakni:
1. Ligamen rahim meregang
Ligamen rahim yang meregang di awal kehamilan dapat menyebabkan kontraksi dini. Saat janin mulai membesar, saat itulah ligamen rahim meregang, sehingga menyebabkan kontraksi.
Kontraksi ini biasanya terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan dan tergolong normal. Pada kebanyakan kasus, kontraksi tidak menimbulkan rasa sakit dan tak akan berlangsung lama.
2. Perut kembung dan sembelit
Nyeri akibat perut kembung dan sembelit biasanya dapat menimbulkan sensasi seperti kontraksi, Bunda. Seringkali rasa nyeri ini bahkan disebut kontraksi dini.
Berbeda dengan kontraksi persalinan, sensasi nyeri karena perut kembung tidak memiliki pola atau ritme yang konstan, dan akan hilang setelah buang air besar. Perut yang terasa nyeri akibat kembung atau sembelit adalah hal normal selama kehamilan karena perubahan hormon.
3. Kekurangan cairan
Kekurangan cairan merupakan salah satu penyebab kontraksi dini dan kontraksi palsu. Saat mengalami dehidrasi, aliran darah ke rahim akan berkurang sehingga menyebabkan kram dan kontraksi, Bunda.
"Respons rahim terhadap kekurangan volume darah dan cairan adalah kram, yang dapat menyebabkan kontraksi seperti saat menstruasi," kata profesor kedokteran ibu-janin di University of Texas Medical Branch, Shannon M. Clark, M.D, dikutip dari Self Magazine.
4. Berhubungan seksual
Berhubungan seks saat hamil dapat memicu kontraksi dini yang terasa seperti kram ringan. Hal tersebut normal selama kram yang dirasakan ringan dan hilang segera setelah berhubungan seksual.
Kontraksi dapat muncul karena tubuh melepaskan oksitosin dan air mani mengandung prostaglandin saat Bunda mengalami orgasme. Secara khusus prostaglandin dapat menyebabkan kontraksi rahim yang membuat Bunda mengalami kram ringan selama beberapa jam setelah berhubungan seksual.
Cara mengatasi kontraksi dini
Kontraksi dini, terutama di awal kehamilan, dapat diatasi dengan beberapa cara, seperti:
- Memenuhi asupan cairan dengan minum air putih yang cukup setiap hari
- Tidak menunda atau menahan buang air kecil dan buang air besar
- Mengurangi aktivitas berat atau yang memicu kelelahan selama hamil
- Mengonsumsi makanan bergizi selama masa kehamilan
- Minum secangkir teh herbal hangat atau susu
- Mandi atau berendam dengan air hangat.
Kontraksi persalinan dini (prematur)
Istilah kontraksi dini yang dikaitkan dengan persalinan biasanya mengacu pada persalinan prematur, Bunda. Kontraksi ini terjadi sebelum minggu ke-37 dengan durasi yang signifikan atau jeda 10 sampai 12 menit di antara setiap kontraksi.
Berikut tanda-tanda persalinan prematur yang perlu Ayah dan Bunda ketahui:
- Kram perut ringan menyerupai kram haid
- Merasakan tekanan di perut bagian bawah atau panggul
- Perut terasa mengeras
- Sakit punggung yang konstan disertai perubahan pada keputihan
- Kontraksi yang teratur atau sering, seringkali tidak menimbulkan rasa sakit
- Selaput ketuban pecah menimbulkan tetesan cairan
Penyebab dan faktor risiko persalinan dini (prematur)
Banyak perempuan yang mengalami kelahiran prematur tidak mengetahui penyebab dan faktor risikonya. Berikut beberapa faktor risiko yang umumnya menyebabkan persalinan dini atau prematur, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG):
- Riwayat kesehatan ibu
- Riwayat kelahiran prematur sebelumnya
- Hamil lebih dari satu janin
- Pendarahan vagina saat hamil
- Infeksi selama kehamilan
- Faktor gaya hidup
- Usia ibu hamil kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun
Bahaya kontraksi dini bagi janin
Kontraksi dini di awal kehamilan umumnya tidak berbahaya bagi janin, bila disebabkan karena perubahan tubuh dan faktor hormonal. Namun, Bunda perlu waspada bila kontraksi terus terjadi hingga menyebabkan perdarahan ya. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda keguguran atau janin tidak berkembang.
Berbeda dengan kontraksi di awal kehamilan, kontraksi persalinan dini atau prematur perlu diwaspadai. Kontraksi persalinan prematur terjadi secara berkala dan semakin sering atau semakin menyakitkan, berbeda dengan kontraksi palsu.
Bunda sebaiknya segera ke dokter bila mengalami kontraksi ini disertai gejala yang mengkhawatirkan, seperti air ketuban pecah, tekanan di panggul, sakit punggung hebat, perubahan keputihan, atau perdarahan.
Bayi yang dilahirkan sebelum usia 32 minggu kemungkinan memiliki prognosis yang kurang baik. Kelahiran prematur dapat mengakibatkan konsekuensi masalah kesehatan, seperti berat badan lahir rendah, masalah penglihatan dan pernapasan, perkembangan organ yang tidak sempurna, serta ketidakmampuan belajar di kemudian hari.
Demikian serba-serbi tentang kontraksi dini selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil saat Sahur dan Buka Puasa, Termasuk Gorengan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penyebab Kontraksi Dini Seperti Dialami Lesti Kejora di Kehamilan 33 Minggu
Tentang Trimester Kehamilan yang Bunda Perlu Tahu
Perkembangan Janin yang Normal di Trimester 1, 2, dan 3
Perubahan yang Mungkin Dialami Saat Hamil Trimester 1, 2, dan 3
TERPOPULER
Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua
4 Drama China Modern Dibintangi Liu Xueyi, Ada Genre Romantis
Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
September Mulai Diguyur Hujan? Pilih Jas Hujan Setelan yang Anti Rembes
-
Beautynesia
Sederet Penyebab Rambut Kutuan dan Cara Mengatasinya
-
Female Daily
Pipi Chubby Bikin Kamu Nggak Pede? Ini 7 Cara Bikin Wajah Terlihat Lebih Tirus!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral! Momen Akad Nikah Unik di Atas Rakit Bambu Bikin Netizen Salfok
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!