Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Penyebab Ibu Hamil Jadi Picky Eater, Adakah Pengaruhnya ke Janin?

Nanie Wardhani   |   HaiBunda

Kamis, 15 Aug 2024 13:40 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Penyebab Ibu Hamil Jadi Picky Eater, Adakah Pengaruhnya ke Janin?/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Selama masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh perempuan, termasuk perubahan pola makan. Salah satu fenomena yang sering ditemui adalah ibu hamil yang menjadi picky eater, atau pemilih dalam makanan.

Keadaan ini bisa membuat Bunda bingung dan khawatir, terutama mengenai dampaknya terhadap perkembangan janin. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai penyebab picky eater pada ibu hamil dan apakah ada pengaruhnya terhadap Si Kecil.

Penyebab ibu hamil jadi picky eater

Perubahan hormon adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan ibu hamil menjadi picky eater. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite oleh Kim et al. (2020), hormon estrogen dan progesteron yang meningkat selama kehamilan dapat mempengaruhi indera penciuman dan perasa, sehingga membuat Bunda lebih sensitif terhadap aroma dan rasa tertentu.

Selain itu, morning sickness yang dialami pada trimester pertama juga dapat membuat Bunda merasa mual dan enggan mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa Bunda mungkin juga mengalami aversi terhadap makanan yang sebelumnya disukai, dan sebaliknya, menginginkan makanan yang sebelumnya tidak disukai.

Kondisi psikologis juga bisa menjadi faktor yang berperan. Stres dan kecemasan selama kehamilan dapat mempengaruhi nafsu makan Bunda. Menurut Dr. Jane Collins dari American Pregnancy Association, kondisi emosional ibu hamil dapat berdampak pada pola makan mereka. Misalnya, stres berlebih dapat membuat Bunda kehilangan selera makan atau sebaliknya, membuat Bunda menginginkan makanan tertentu sebagai bentuk pelarian.

Pengaruh picky eater terhadap janin

Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah picky eater pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan janin? Menurut ahli gizi, selama Bunda masih dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang diperlukan untuk kehamilan, picky eater tidak akan berdampak negatif terhadap perkembangan Si Kecil.

Namun, penting bagi Bunda untuk memastikan bahwa meskipun menjadi picky eater, asupan nutrisi tetap seimbang. Nutrisi seperti asam folat, zat besi, kalsium, dan protein sangat penting bagi perkembangan janin. Kurangnya asupan nutrisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia, pertumbuhan janin terhambat, dan kelahiran prematur.

Sebagai tambahan, Bunda juga perlu memperhatikan asupan vitamin dan mineral lainnya seperti vitamin D dan omega-3. Menurut Dr. Michael Smith dari WebMD, kekurangan vitamin D selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan tulang janin, sedangkan asupan omega-3 yang cukup penting untuk perkembangan otak dan mata janin.

Tips mengatasi picky eater pada ibu hamil

Untuk mengatasi picky eater, Bunda bisa mencoba beberapa tips berikut:

1. Makan dalam porsi kecil tetapi sering

Jika makan dalam porsi besar membuat Bunda merasa mual, cobalah makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Ini bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa merasa terlalu kenyang.

2. Variasi makanan

Cobalah berbagai jenis makanan yang berbeda untuk menemukan apa yang Bunda sukai. Terkadang, cara memasak yang berbeda dapat membuat makanan yang sama lebih menarik.

3. Konsultasi dengan ahli gizi

Jika Bunda merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Mereka dapat membantu menyusun menu yang sesuai dengan selera dan kebutuhan nutrisi Bunda.

4. Suplementasi: Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen kehamilan untuk memastikan Bunda dan Si Kecil mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan. Namun, suplemen tidak boleh menggantikan pola makan sehat dan seimbang.

5. Hindari makanan berisiko: Beberapa makanan seperti ikan dengan kandungan merkuri tinggi, daging mentah atau setengah matang, dan produk susu yang tidak dipasteurisasi sebaiknya dihindari karena dapat membahayakan kesehatan Bunda dan janin.

6. Tetap terhidrasi: Dehidrasi dapat memperburuk morning sickness dan mempengaruhi nafsu makan Bunda. Pastikan untuk minum cukup air setiap hari, setidaknya 8 gelas, atau lebih jika Bunda merasa sangat haus.

7. Istirahat yang cukup: Kurang tidur dan kelelahan dapat mempengaruhi pola makan. Usahakan untuk mendapatkan istirahat yang cukup setiap malam dan hindari begadang.

8. Aktivitas fisik ringan: Berolahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga prenatal dapat membantu meningkatkan nafsu makan dan mengurangi stres.

Picky eater pada ibu hamil adalah hal yang umum terjadi dan sebagian besar disebabkan oleh perubahan hormon dan gejala kehamilan seperti morning sickness. Selama Bunda tetap memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang, kondisi ini tidak akan berdampak negatif terhadap perkembangan janin. Namun, jika Bunda merasa kesulitan untuk mengatasi picky eater, konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu memastikan Bunda dan Si Kecil mendapatkan nutrisi yang diperlukan.

Jadi, Bunda tidak perlu terlalu khawatir jika menjadi picky eater selama kehamilan. Dengan menjaga pola makan yang seimbang dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan, Bunda dapat menjalani kehamilan yang sehat dan aman untuk perkembangan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda