KEHAMILAN
Ibu Hamil Sakit Punggung Bagian Bawah: Kenali Penyebab, Cara Mengatasi & Mencegahnya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 04 Oct 2024 20:42 WIBSakit punggung bagian bawah merupakan salah satu keluhan yang umum terjadi selama kehamilan. Sering kali, ibu hamil yang mengalami sakit punggung bagian bawah sulit melakukan aktivitas sehari-hari.
Menurut ulasan di Brazilian Journal of Anesthesiology tahun 2017, diperkirakan sekitar 50 persen ibu hamil mengeluhkan sakit punggung di beberapa titik selama kehamilan atau pasca persalinan. Sakit punggung ini memiliki karakter yang spesifik, dan lebih sering terjadi di trimester kedua kehamilan.
Sementara menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sakit punggung biasanya sering terjadi di bulan-bulan terakhir kehamilan, Bunda. Rasa sakit umumnya akan hilang setelah bayi lahir. Namun, bagi banyak perempuan, sakit punggung masih terasa hingga berbulan-bulan setelah melahirkan.
Penyebab ibu hamil sakit punggung bagian bawah
Ada tiga penyebab sakit punggung saat hamil yang saling berkaitan, Bunda. Berikut penyebabnya:
1. Perubahan hormon
Sakit punggung saat hamil dapat terjadi karena perubahan hormon, Bunda. Perubahan hormon dapat menimbulkan perubahan pada jaringan lunak, sehingga bisa menurunkan elastisitas dan fleksibilitas otot.
"Hormon kehamilan dapat menyebabkan sakit punggung. Untuk mempersiapkan jalan bayi lahir, hormon akan merelaksasikan ligamen di sendi panggung agar lebih lentur. Sakit punggung dapat terjadi bila sendi menjadi terlalu lentur," tulis ACOG.
2. Rahim yang membesar
Rahim yang membesar memasuki trimester akhir juga dapat menyebabkan sakit punggung. Rahim yang membesar dapat menggeser pusat gravitasi, merenggangkan, serta melemahkan otot perut.
"Hal tersebut dapat mengubah postur tubuh dan membuat punggung tegang. Tambahan beban ekstra juga membuat otot bekerja ekstra, sehingga meningkatkan tekanan pada sendi-sendi," ujar dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, Dr. Stacy Henigsman, dilansir Healthline.
3. Stres saat hamil
Dikutip dari Web MD, stres emosional dapat menyebabkan ketegangan otot di punggung, yang mungkin menimbulkan rasa nyeri. Stres dapat terakumulasi di area tubuh yang lemah, seperti ketika hamil.
"Ibu hamil mungkin merasa mengalami peningkatan nyeri punggung selama masa kehamilan yang penuh tekanan (stres)," ungkap dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, Nivin Todd, MD.
Cara mengatasi sakit punggung bagian bawah saat hamil
Penanganan sakit punggung saat hamil akan tergantung dari kondisi Bunda. Bila mengalami sakit punggung kronis sebelum hamil, keluhan ini kemungkinan akan berkurang secara bertahap sebelum melahirkan.
Sakit punggung bagian bawah saat hamil sebenarnya dapat diatasi dengan beberapa cara. Melansir dari beberapa sumber, berikut caranya:
1. Olahraga
Olahraga teratur dapat memperkuat otot dan meningkatkan fleksibilitas. Aktivitas fisik yang dilakukan selama hamil juga dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang.
Tidak semua olahraga aman dilakukan selama hamil. Beberapa olahraga yang disarankan di antaranya adalah berjalan, berenang, dan sepeda statis. Bunda dapat berkonsultasi dulu ke dokter sebelum melakukan olahraga saat hamil ya. Dokter dapat merekomendasikan latihan untuk memperkuat punggung dan perut yang aman selama kehamilan.
2. Kompres hangat dan dingin
Mengompres punggung dengan air hangat dan dingin dapat membantu meredakan sakit. Mulailah mengompres bagian yang sakit dengan kompres dingin 20 menit selama beberapa kali sehari. Setelah dua atau tiga hari, Bunda dapat beralih ke kompres hangat.
Catat ya, Bunda perlu berhati-hatilah untuk tidak mengompres hangat area perut selama kehamilan. Bunda juga perlu menghindari pijat di area perut.
3. Memperbaiki postur tubuh
Hindari membungkuk saat hamil karena posisi ini dapat membuat tulang belakang tegang. Selama hamil, Bunda sebaiknya menjaga postur tubuh dengan benar, terutama saat bekerja, duduk, atau tidur.
Saat tidur, posisi yang direkomendasikan untuk mengurangi tekanan pada punggung adalah menyamping dengan bantal di antara lutut. Saat duduk di meja, coba letakkan handuk yang digulung di belakang punggung untuk menyangga, lalu letakkan kaki di atas tumpukan buku atau bangku kecil. Saat berdiri, tarik pinggul ke depan dan bahu ke belakang untuk mengimbangi perut yang membesar.
4. Akupunktur
Akupunktur adalah bentuk pengobatan Tiongkok di mana jarum tipis dimasukkan ke dalam kulit di lokasi tertentu. Penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur efektif dalam meredakan nyeri punggung bawah selama kehamilan.
Sebelum mencoba akupunktur, Bunda sebaiknya konsultasi dulu ke dokter ya. Ada dokter spesialis khusus akupunktur yang dapat didatangi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
5. Mengelola stres
Selama hamil, stres dapat muncul dan menyebabkan ketegangan di punggung. Stres dapat berasal dari perubahan hormon atau kekhawatiran yang muncul terkait persalinan dan persiapan menjadi orang tua.
Stres saat hamil perlu dikelola dengan baik ya, Bunda. Jangan sampai stres menimbulkan dampak fisik yang membuat punggung sakit.
Tips mencegah sakit punggung bawah saat hamil
Sejak awal kehamilan, Bunda dapat mencegah sakit punggung bagian bawah agar tidak parah di akhir kehamilan. Berikut cara mencegahnya:
- Rutin olahraga atau melakukan peregangan tubuh
- Mengenakan sabuk bersalin untuk penyangga perut dan punggung ekstra
- Tidak menggunakan sepatu hak tinggi selama hamil
- Tidur dan istirahat yang cukup
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Menjaga postur dengan baik
- Hindari mengangkat berat saat hamil
Jika Bunda mengalami sakit punggung bagian bawah yang parah dan berlangsung lebih dari dua minggu, segera konsultasikan ke dokter kandungan. Jangan sembarangan minum obat untuk mengatasi keluhan ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
6 Penyebab Ibu Hamil Sakit Punggung, Salah Satunya karena Stress
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Ciri-ciri Kanker Rahim, Benarkah Berisiko saat Masa Kehamilan?
Deretan Artis Baru Umumkan Kehamilan di Usia 4 Bulan, Simak Alasannya
Gara-gara Hal Ini, Erica Putri Belum Bisa Tahu Gender Bayi Meski Sudah 5 Bulan Hamil
Mengenal Striae Gravidarum pada Ibu Hamil dari Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
TERPOPULER
Tips Diet Cinta Laura Tetap Makan Nasi, Ternyata Ini Rahasianya
Gaya Bunga Citra Lestari Dampingi Sang Putra Noah Tanding Basket di Hong Kong, Stylish Abis Bun
5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen
Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur
Bukan Nenek, Maia Estiany Ingin Dipanggil Ini oleh Anak Alyssa Daguise & Al Ghazali
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu Anak 6 Tahun untuk Kecerdasan Otak dan Pertumbuhannya
KinanREKOMENDASI PRODUK
Rekomendasi 5 Tumbler untuk Busui agar Selalu Terhidrasi, BPA Free & Harga di Bawah Rp300 Ribu
Indah RamadhaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Balm untuk Melembapkan Bibir Kering
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Maskara dengan Efek Memanjangkan Bulu Mata, Bikin Lentik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Susu Penambah Nafsu Makan Anak untuk Mengoptimalkan Berat Badan
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur
Tips Diet Cinta Laura Tetap Makan Nasi, Ternyata Ini Rahasianya
5 Potret Persahabatan Artis Korea Selatan, Ada Song Hye Kyo dan Bae Suzy
Gaya Bunga Citra Lestari Dampingi Sang Putra Noah Tanding Basket di Hong Kong, Stylish Abis Bun
5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dipisahkan Maut, 7 Potret Kesetiaan Richa Novisha hingga Nafas Terakhir Gary Iskak
-
Beautynesia
5 Benda di Rumah yang Bisa Menunjukkan Tanda Stres, Segera Cek!
-
Female Daily
Kahf DECODE, Bikin Grooming Cowok Lebih Mudah, Personal, dan Relevan!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Baby Ahnan: Penulis, Aktivis, Pengusaha Kuliner, hingga Pelukis
-
Mommies Daily
Attachment Style dalam Pernikahan, Tipe Manakah Kamu?