KEHAMILAN
Jalani Pap Smear, Tya Ariestya Temukan Polip Rahim hingga Lakukan Operasi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 25 Feb 2025 16:40 WIBArtis Tya Ariestya baru-baru ini menjalani operasi pengangkatan polip di rahimnya, Bunda. Menurut Tya, dokter menemukan polip ini saat ia menjalani pemeriksaan pap smear tahunan.
Tya menjalani operasi di klinik program bayi tabung. Di tempat ini, Tya dulu pernah menjalani program tersebut untuk mendapatkan momongan.
"Jadi kali ini bukan mau bayi tabung ya, tapi mau operasi untuk angkat polip," katanya, dikutip dari TikTok @tya_ariestya, Selasa (25/2/25).
Tya mengatakan bahwa operasi ini tergolong dadakan. Ia mesti menjalani operasi setelah dokter menemukan polip di rahimnya.
"Ini dadakan karena kemarin ditemuin pas lagi pap smear tahunan," ungkap Bunda dua anak ini.
Tya menunjukkan polip yang berhasil diangkat oleh dokter. Ukuran polip cukup besar, yakni hampir mencapai 2 sentimeter (cm).
Polip rahim yang sudah diangkat tersebut lalu akan diperiksa oleh dokter. Dari pemeriksaan, Tya akan mengetahui kondisi polipnya.
"Habis ini polipnya mau dicek, dipatologi namanya. Mudah-mudahan hasilnya baik," ujar Tya.
Apa itu polip rahim?
Polip rahim yang dialami Tya Ariestya juga dapat dialami oleh setiap perempuan. Lantas, apa itu polip rahim dan penyebabnya?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), polip adalah jenis pertumbuhan jaringan non-kanker, yang ditemukan di dalam atau leher rahim. Polip rahim dapat menyebabkan perdarahan haid yang tidak teratur atau berat, Bunda.
Dikutip dari Mayo Clinic, polip rahim dikenal juga sebagai polip endometrium, yang terbentuk akibat sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) tumbuh secara berlebihan. Meski bersifat non-kanker, pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi kanker (polip prakanker).
Penyebab polip rahim kerap dikaitkan dengan faktor hormonal. Polip rahim sensitif terhadap hormon estrogen, yang artinya polip dapat tumbuh sebagai respons terhadap hadirnya estrogen dalam tubuh seorang perempuan.
Faktor risiko polip rahim
Ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat perempuan mengalami polip rahim, yakni:
- Tengah berada di masa perimenopause atau pascamenopause
- Mengalami obesitas
- Mengonsumsi obat tamoxifen, yakni terapi obat untuk pengidap kanker payudara
- Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi
- Mengonsumsi terapi hormon untuk mengatasi gejala menopause
Tanda dan gejala polip rahim
Bunda yang mengidap polip rahim dapat mengalami tanda atau gejala, seperti:
- Perdarahan vagina setelah menopause
- Perdarahan di antara siklus haid
- Periode haid yang sering dan tidak dapat diprediksi dengan durasi dan berat yang bervariasi
- Periode haid yang sangat berat
- Perdarahan setelah berhubungan seksual
- Infertilitas atau sulit untuk hamil
Beberapa orang yang terkena polip rahim dapat mengalami perdarahan ringan atau muncul bercak. Sementara itu, yang lain bisa saja tidak mengalami gejala apa pun.
Komplikasi polip rahim
Sebagian besar polip rahim bukanlah kanker, Bunda. Namun, beberapa di antaranya dapat berubah menjadi kanker di kemudian hari. Peluang terjadinya hal tersebut menjadi lebih tinggi bila Bunda telah mengalami menopause.
Selain itu, polip juga dapat menyebabkan masalah kesuburan atau meningkatkan kemungkinan keguguran. Hal tersebut terjadi karena polip dapat menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel pada rahim atau menyumbat saluran tuba.
Melansir dari Web MD, beberapa penelitian menemukan bahwa pengangkatan polip dapat membantu perempuan untuk hamil. Namun, tidak ada bukti yang jelas bahwa cara tersebut akan berhasil pada semua orang.
Penanganan polip rahim
Polip rahim dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG transvaginal, histeroskopi, biopsi endometrium, atau kuret. Setelah dideteksi, penanganannya akan tergantung pada kasus Bunda.
Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani polip rahim, yakni:
1. Menunggu dengan waspada
Bunda mungkin tidak memerlukan pengobatan bila tidak memiliki gejala apa pun dan polip tersebut bukan kanker. Polip tersebut mungkin akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika telah melewati masa menopause atau berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim, dokter dapat merekomendasikan untuk mengangkatnya.
2. Penggunaan obat-obatan
Obat progestin dan gonadotropin-releasing hormone dapat membantu mengendalikan kadar hormon. Obat-obatan tersebut dapat mengecilkan polip dan meredakan gejala, seperti perdarahan hebat. Namun, gejalanya sering kali muncul kembali saat Bunda berhenti mengonsumsi obat.
3. Operasi
Dokter biasanya dapat mengangkat polip melalui prosedur, seperti histeroskopi atau kuretase (kuret). Alih-alih membuat sayatan di perut, dokter dapat memasukkan kuret atau alat bedah lainnya melalui vagina dan serviks untuk mengeluarkan polip. Jika polip mengandung sel kanker, Bunda mungkin memerlukan operasi untuk mengangkat seluruh rahim, yang disebut histerektomi.
Demikian cerita Tya Ariestya tentang operasi pengangkatan polip yang dijalaninya, dan penjelasan tentang kondisi medis ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Benarkah Hormon Prolaktin yang Terlalu Tinggi Dapat Mengganggu Kesuburan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Artis Berhasil Hamil usai Berjuang Lawan PCOS, Dea Ananda hingga Tya Ariestya
Alasan Tya Ariestya Tak Puasa Saat Hamil dan Menyusui
Cerita Tya Ariestya Sempat Mengalami Drama Jelang Lahiran
3 Tantangan Tya Ariestya Saat Dua Kali Jalani Program Bayi Tabung
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Ungu, Terbuka dan Suka Hal Misterius
Momen Membanggakan Seraphina Anak Yasmine Wildblood Ikut Kejuaraan Gymnastik di China
10 Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil, Kenali Juga yang Berbahaya
Benarkah Menikah di Bulan Maulid Bisa Bawa Sial? Ini Penjelasannya
7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Ungu, Terbuka dan Suka Hal Misterius
10 Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil, Kenali Juga yang Berbahaya
Momen Membanggakan Seraphina Anak Yasmine Wildblood Ikut Kejuaraan Gymnastik di China
Benarkah Menikah di Bulan Maulid Bisa Bawa Sial? Ini Penjelasannya
7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Belajar Terbangin Drone? Drone GPS dengan Gimbal 3-Axis Ini Bisa Jadi Awal yang Pas
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Anjing, Dua Perempuan, atau Wajah yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Ketiak Hitam Padahal Jarang Cukur? Ini 7 Penyebab yang Sering Nggak Disadari!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video: Intip Gaya Nindy hingga Titi DJ di Fashion Show Ivan Gunawan
-
Mommies Daily
5 Acara 17-23 Agustus 2026: HUT RI, Konser iKON, hingga LaLaLa Fest