KEHAMILAN
10 Daftar Bahan Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil Muda dan Trimester Akhir
Melly Febrida | HaiBunda
Rabu, 02 Jul 2025 11:40 WIBTak sedikit ibu hamil yang mencari pengobatan herbal atau jamu-jamuan ketika merasa tidak enak badan. Sebagian besar ibu hamil ini disarankan keluarga dan temannya untuk menggunakan jamu-jamuan dengan keyakinan lebih efektif dan lebih sedikit efek samping ketimbang obat-obatan medis.
Melansir Oman Med Jurnal, dalam penelitian yang dilakukan Gulf Medical University, Ajman, United Arab Emirates, di Timur Tengah alasan paling umum ibu hamil menggunakan ramuan herbal atau jamu-jamuan antara lain untuk pengobatan gangguan gastrointenstinal dan gejala batuk pilek. Mayoritas ibu hamil menggunakan produk di trimester pertama, dan tidak mengungkapkan informasi ini ke dokter.
World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa produk obat tradisional seharusnya melewati uji klinik ketat sebelum digunakan pada ibu hamil. Bahkan, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menganjurkan ibu hamil selalu berkonsultasi sebelum memakai pengobatan herbal.
Banyak ahli herbal percaya bahwa herbal seringkali lebih baik, lebih murah, dan lebih sehat daripada obat-obatan medis. Namun, banyak profesional medis tidak merekomendasikan pengobatan herbal untuk ibu hamil karena keamanannya belum teruji.
Melansir AmericanPregnancy, herbal ini tidak seperti obat resep. Herbal alami dan suplemen vitamin tidak melalui proses pemeriksaan dan evaluasi yang sama oleh FDA. Akibatnya, kualitas dan kekuatan suplemen herbal dapat bervariasi antara dua kelompok produk yang sama dan antara produk dari produsen yang berbeda.
Risiko ibu hamil minum jamu
Meskipun jamu-jamuan itu bersifat alami, tidak semuanya aman dikonsumsi selama kehamilan. FDA mengimbau ibu hamil untuk tidak mengonsumsi produk herbal apa pun tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu.
Selain itu, ibu hamil juga diimbau untuk berkonsultasi dengan ahli herbal yang terlatih dan berpengalaman atau profesional lain yang terlatih dalam menangani herbal, jika ingin mengonsumsi herbal selama kehamilan. Beberapa produk herbal mungkin mengandung zat yang dikontraindikasikan selama kehamilan.
Herbal mungkin mengandung zat yang dapat menyebabkan:
- Keguguran
- Kelahiran prematur
- Kontraksi rahim
- Cedera pada janin.
Hanya sedikit penelitian yang telah dilakukan untuk mengukur efek berbagai herbal pada ibu hamil atau janin.
Herbal yang perlu diwaspadai selama kehamilan
Beberapa informasi mencantumkan herbal atau jamu-jamuan aman untuk dikonsumsi selama kehamilan, sedangkan sumber lain mungkin mencantumkan herbal yang sama itu tidak aman. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan atau seseorang yang terlatih dalam penggunaan herbal sebelum mengonsumsi obat alami atau herbal apa pun selama kehamilan.
Beberapa organisasi yang mengkhususkan diri dalam herbal telah melakukan pengujian ekstensif terhadap keamanannya. Sering kali organisasi ini akan mencantumkan herbal dengan peringkat keamanannya untuk masyarakat umum dan ibu hamil atau menyusui. Penilaian ini sering kali membingungkan dan sulit ditafsirkan.
Satu hal penting saat memahami penilaian keamanan adalah memperhatikan jenis penggunaan penilaian tersebut. Misalnya, penilaian untuk rosemary dianggap mungkin Aman saat digunakan secara oral dalam jumlah yang biasanya ditemukan dalam makanan. Namun, selama kehamilan, rosemary dianggap mungkin tidak aman saat digunakan secara oral dalam jumlah obat.
Ini karena rosemary dapat memiliki efek stimulan aliran rahim dan menstruasi, sebaiknya hindari penggunaannya. Sayangnya, belum ada cukup informasi yang dapat diandalkan tentang keamanan penggunaan rosemary secara topikal selama kehamilan. Ini adalah contoh utama bagaimana metode penggunaan herbal mengubah penilaian keamanannya.
Hal yang sama berlaku untuk herbal seperti bawang putih, sage, jahe, dan kunyit. Semua herbal ini dapat dikontraindikasikan selama kehamilan jika digunakan dalam dosis besar atau terkonsentrasi, tetapi dianggap aman jika digunakan dalam jumlah yang terdapat dalam makanan.
Daftar jamu yang dilarang untuk ibu hamil
Jamu ini dianggap tidak aman selama kehamilan dari berbagai sumber:
- Kunyit (Curcuma longa), terutama jamu kunyit asam dapat berisiko keguguran. Dilansir dari Science Midwifery, kurkumin dalam dosis tinggi bersifat emmenagog, dapat merangsang perdarahan dan kontraksi.
- Kencur (Kaempferia galanga), ekstraknya dapat meningkatkan kontraktilitas uterus pada model hewan.
- Serai/Lemongrass (Cymbopogon citratus/nardus), beberapa studi dan laporan klinik menunjukkan potensi induksi persalinan.
- Sambiloto (Andrographis paniculata) diklasifikasikan possibly unsafe dikhawatirkan dapat memicu keguguran.
- Lateks dan daun pepaya (Carica papaya), enzim papain bekerja mirip prostaglandin dan oksitosin sehingga dapat meningkatkan kontraksi
- Licorice (Glycyrrhiza glabra) dapat mengganggu kortisol janin dan dikaitkan dengan persalinan prematur.
- Peppermint (Mentha piperita), baik itu konsentrat/ekstrak bersifat emmenagog pada trimester awal.
- Fenugreek (Trigonella foenum‑graecum) dapat merangsang sekresi oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim.
- Fennel (Foeniculum vulgare), minyak atsiri dapat memicu kontraksi dan berpotensi toksik pada janin.
- Kemangi/Basil (Ocimum basilicum), mengandung estragole – genotoksik dan berisiko mengganggu steroidogenesis janin.
Demikian Bunda penjelasan tentang daftar bahan jamu yang dilarang untuk ibu hamil muda dan trimester akhir. Semoga informasinya membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Selamat! Aaliyah Massaid & Thariq Halilintar Sambut Kelahiran Putra Pertama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Keluhan Umum Ibu Hamil Muda, Bunda Juga Mengalaminya?
Catat Bun! Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Suami Saat Istri Hamil Muda
7 Tips Menjaga Kehamilan Usia Muda, Apa Saja yang Dilarang?
5 Tips Mengatasi Rasa Logam di Tenggorakan di Awal Kehamilan
TERPOPULER
7 Hal yang Tidak Akan Dibeli Orang Cerdas Meski Menarik
6 Gejala Super Flu yang Sudah Masuk ke Indonesia
Kisah Wina Natalia Turunkan Berat Badan Hingga Ukuran XS, Merasa Hidup Kembali
Negara Ini Larang Pewarna Makanan Buatan, Demi Selamatkan Anak dari Diabetes hingga Obesitas
3 Resep Nasi Kuning Rice Cooker, Pulen Enak dan Praktis
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
PROTERAL Junior, Solusi Nutrisi untuk Si Kecil yang Suka Pilih-pilih Makan
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Haru Steffi Zamora Melahirkan Anak Pertama, Nino Fernandez Setia Mendampingi
Kabar Baik! Peneliti China Ungkap Cara Baru Atasi Adenomiosis dengan Metode Lebih Aman
3 Resep Nasi Kuning Rice Cooker, Pulen Enak dan Praktis
Negara Ini Larang Pewarna Makanan Buatan, Demi Selamatkan Anak dari Diabetes hingga Obesitas
Momen Para Artis Rayakan Tahun Baru Bersama Orang Tersayang
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Elegan! Intip Inspirasi Outfit Liburan untuk Bumil ala Alyssa Daguise
-
Beautynesia
8 Serial Netflix Paling Ditunggu 2026, Ada One Piece Live Action Season 2!
-
Female Daily
Ingin Marathon Anime? Ini 5 Judul di Crunchyroll yang Menarik Disaksikan saat Akhir Tahun!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis Fearless Hyena II, Film Jackie Chan di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
Kaleidoskop 2025: 25 Selebriti yang Menikah dan Bercerai di tahun 2025