KEHAMILAN
Alat Kontrasepsi Bisa Bikin Mandul, Mitos atau Fakta?
Amrikh Palupi | HaiBunda
Selasa, 14 Oct 2025 22:40 WIBBanyak mitos dan kekhawatiran seputar alat kontrasepsi, salah satu yang paling sering muncul adalah bahwa penggunaan alat kontrasepsi terutama yang hormonal atau jangka panjang dapat menyebabkan mandul (infertilitas permanen). Mitos atau fakta? Simak yuk Bunda ulasan berikut.
Sebelum membahas lebih dalam tentang mitos atau fakta tentang alat kontrasepsi bisa bikin mandul, Bunda lebih dulu tahu tentang infertilitas, tujuan dan jenis alat kontrasepsi.
Mengenal infertilitas atau mandul
Infertilitas (mandul) secara medis didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk hamil setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi (atau setelah 6 bulan pada wanita di atas usia 35 tahun). Infertilitas bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gangguan ovulasi, masalah tuba falopi, kualitas sperma pria, dan faktor usia.
Baca Juga : Kontrasepsi |
Adapun mengutip laman Medicalnewstoday, tujuan utama kontrasepsi adalah untuk mencegah kehamilan. Ada banyak jenis kontrasepsi, di antaranya:
1. Metode hormonal
Termasuk pil KB, patch (plester KB), suntikan, dan implan. Metode ini bekerja dengan mengubah kadar hormon dalam tubuh secara sementara untuk mencegah kehamilan. Setelah seseorang berhenti menggunakannya, kesuburan akan kembali normal.
2. Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)
Bentuknya seperti huruf T, sering disebut juga spiral tembaga. IUD ini melepaskan tembaga ke dalam rahim. Ada juga IUD hormonal yang melepaskan hormon progestin ke dalam rahim. Tergantung pada jenisnya, IUD dapat mencegah kehamilan selama 5 hingga 10 tahun, dan kesuburan akan kembali normal setelah alat tersebut dilepas.
3. Metode penghalang (barrier methods)
Termasuk kondom dan diafragma. Metode ini tidak memengaruhi kadar hormon, dan harus digunakan setiap kali berhubungan seksual agar efektif mencegah kehamilan (kecuali jika menggunakan metode kontrasepsi lain). Metode ini bersifat sementara dan tidak memengaruhi kesuburan.
4. Sterilisasi
Metode ini, seperti ligasi tuba (pada perempuan) atau vasektomi (pada laki-laki), bertujuan menghentikan kesuburan secara permanen.
Mitos atau fakta alat kontrasepsi bisa menyebabkan mandul
Mengutip laman Healthline, kemandulan didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk hamil setelah berhubungan seksual secara teratur selama 12 bulan tanpa kontrasepsi. Artinya, selama Bunda masih menggunakan alat kontrasepsi, tidak bisa hamil adalah hal yang wajar karena memang itulah tujuannya.
Bagi perempuan berusia di atas 35 tahun, dokter dapat mendiagnosis kemandulan setelah 6 bulan berhubungan tanpa perlindungan dan belum juga hamil.
Faktanya, alat kontrasepsi hormonal tidak menyebabkan kemandulan, baik dilihat dari metode yang digunakan maupun lamanya pemakaian. Kontrasepsi hormonal hanya bekerja dengan menunda kesuburan sementara, bukan menghilangkannya secara permanen. Begitu Bunda berhenti menggunakannya, tingkat kesuburan akan kembali seperti semula.
Mitos tentang alat kontrasepsi dan kesuburan
Mitos seputar kontrasepsi dan kesuburan masih sering beredar, biasanya dipicu oleh informasi yang keliru, kepercayaan budaya, serta kurangnya akses terhadap pendidikan kesehatan reproduksi yang akurat.
Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang dapat menyebabkan kemandulan permanen, terutama pada perempuan. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang menyebabkan kemandulan permanen.
Secara umum, kesuburan akan kembali normal dalam beberapa bulan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, meskipun bisa terjadi sedikit keterlambatan dalam kembalinya kesuburan, terutama setelah berhenti menggunakan kontrasepsi suntik.
Dr. Nauf AlBendar, pendiri The Womb Effect, menjelaskan bahwa kekhawatiran ini tentang alat kontrasepsi menyebabkan kemandulan memiliki akar sejarah panjang.
“Kontrasepsi memiliki sejarah yang panjang dan kekhawatiran tersebut sebenarnya cukup beralasan,” ujarnya.
Pada masa awal pengembangan pil KB dan alat kontrasepsi modern, kurangnya transparansi dan uji coba tanpa persetujuan menimbulkan ketidakpercayaan publik. Tahun 1969, buku The Doctor’s Case Against the Pill karya Barbara Seaman mengungkap adanya skandal uji coba pil KB tanpa persetujuan dan efek samping yang disembunyikan.
Kemudian pada 1974, IUD Dalkon Shield terbukti menyebabkan risiko kemandulan permanen sehingga akhirnya ditarik dari pasaran. Kejadian ini menimbulkan trauma kolektif dan membuat banyak orang salah paham bahwa semua jenis kontrasepsi bisa menimbulkan efek serupa, padahal kontrasepsi modern sudah jauh lebih aman.
“Seiring berjalannya waktu, muncul obat-obatan yang lebih aman dengan dosis lebih rendah dan efek samping minimal,” jelas Dr Nauf AlBendar.
Namun, karena beberapa metode masih bisa menyebabkan penundaan sementara pada kesuburan, banyak orang menganggap hal itu sebagai tanda mandul.
Sebuah tinjauan ilmiah tahun 2018 terhadap lebih dari 20 studi menemukan bahwa 83 persen orang berhasil hamil dalam 12 bulan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Lamanya pemakaian tidak memengaruhi waktu untuk hamil, jadi meskipun Bunda sudah bertahun-tahun memakai KB, peluang untuk hamil tetap tinggi.
Jika setelah 6–12 bulan berhenti menggunakan alat kontrasepsi Bunda belum juga hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Bagi perempuan tandanya jika siklus menstruasi tidak teratur, jerawat dan perubahan berat badan dan penurunan gairah seksual.
- Sementara untuk pria mengalami gangguan libido, kesulitan ereksi atau ejakulasi dan nyeri atau pembengkakan pada testis.
Faktor Lain yang bisa menyebabkan kemandulan
Alat kontrasepsi bukan penyebab infertilitas atau kemandulan, tetapi ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan, di antaranya:
- Usia (terutama di atas 35 tahun)
- Berat badan berlebih atau terlalu rendah
- Riwayat infeksi menular seksual (IMS)
- Kondisi medis seperti PCOS, endometriosis, atau penyumbatan tuba falopi
- Masalah pada produksi sperma (misalnya akibat diabetes atau cedera testis)
Menurut National Health Service (NHS) Inggris, sekitar 25 persen kasus kemandulan tidak diketahui penyebab pastinya.
Cara mengatasi kemandulan
Pengobatan tergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing. Menariknya, kontrasepsi hormonal justru bisa membantu penderita PCOS dalam menyeimbangkan hormon dan memulihkan ovulasi teratur.
Pilihan terapi lainnya meliputi:
- Obat perangsang ovulasi seperti Clomid atau gonadotropin
- Operasi jika ada kerusakan pada saluran tuba atau endometriosis
- Teknologi reproduksi berbantu, seperti IVF (bayi tabung) dan IUI (inseminasi intrauterin)
Kesimpulannya alat kontrasepsi tidak menyebabkan kemandulan permanen. Jika Bunda belum hamil setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi, kemungkinan besar tubuh masih dalam tahap menyesuaikan hormon atau ada faktor lain yang memengaruhi kesuburan. Untuk lebih jelasnya lagi, Bunda konsultasi ke dokter Obgyn ya.
Semoga informasinya tentang apakah alat kontrasepsi bikin kemandulan, mitos atau fakta bisa terjawab ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bisakah Program Hamil Ditanggung BPJS?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia, Pahami Yuk Bunda untuk Cegah Kemandulan
9 Penyebab Susah Hamil Paling Umum pada Pria dan Wanita, Bisa Dicegah kok Bun
Benarkah Alat Kontrasepsi Bisa Pengaruhi Kesuburan Bunda?
Waspada Bunda! Kenali 7 Penyebab Wanita Sulit Hamil
TERPOPULER
Nussa Rara Sempat Jadi Kartun Favorit Anak Lalu Menghilang, Pendiri Animasi Ungkap Masalah di Balik Layar
Tanda Anak Mengalami Child Grooming dan Alasan Mereka Tidak Melawan
Ciri-ciri Orang Iri Sama Kita, Ini 7 Kalimat yang Sering Diucapkan Mereka
Susan Sameh Melahirkan Anak Pertama, Intip Momen Persalinan Penuh Haru Didampingi Sang Suami
5 Tindakan Operasi yang Tidak Ditanggung oleh BPJS Kesehatan, Catat Bunda!
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Resep Dubai Chewy Cookies yang Viral dan Di-recook Yoona SNSD
11 Ide Kado Bayi Baru Lahir Anti Mubazir & Bermanfaat
Nussa Rara Sempat Jadi Kartun Favorit Anak Lalu Menghilang, Pendiri Animasi Ungkap Masalah di Balik Layar
Susan Sameh Melahirkan Anak Pertama, Intip Momen Persalinan Penuh Haru Didampingi Sang Suami
Pola Makan Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak, Ini Penjelasannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dua Anak Chelsea Olivia Keracunan Makanan Usai Konsumsi Salmon
-
Beautynesia
5 Tanda Orang Hanya Pura-pura Sayang padahal Ingin Memanfaatkan
-
Female Daily
Intip Keseruan Kim Seon Ho dan Go Youn Jung di Fan Event ‘Can This Love Be Translated?’
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis Boss Level di Bioskop Trans TV, Dibintangi Naomi Watts
-
Mommies Daily
Pelajaran Relationship dan Parenting dari ‘Can This Love Be Translated?’, Drakor Netflix yang Bikin Refleksi Diri