Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Fakta Menarik: Menopause Lebih Lambat Berkaitan dengan Jantung yang Lebih Sehat

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 05 Jan 2026 20:30 WIB

Ilustrasi dokter
Fakta Menarik: Menopause Lebih Lambat Berkaitan dengan Jantung yang Lebih Sehat/Foto: Getty Images/Karn Dechphan
Jakarta -

Menopause setiap perempuan ternyata jatuhnya bisa berbeda waktunya. Fakta menariknya, menopause lebih lambat berkaitan dengan jantung yang lebih sehat, Bun.

Perempuan biasanya mengalami menopause antara usia 45-55 tahun. Namun, satu sama lain mungkin tidaklah sama karena ada juga yang mengalami kasus menopause dini yakni di bawah usia 40 tahun. Adanya hal ini biasanya dipengaruhi berbagai faktor termasuk gaya hidup, genetik, dan lainnya.

Mengenai hal tersebut, Bunda sebenarnya tidak perlu khawatir ketika menopause nantinya terjadi lebih cepat atau lebih lambat pada Bunda. Sebab, bagi perempuan yang menopausenya lebih lambat justru dikaitkan dengan risiko jantung yang lebih rendah, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam sebuah studi baru dari Universitas Colorado Boulder menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami menopause pada usia 55 tahun atau lebih mungkin memiliki kesehatan pembuluh darah yang jauh lebih baik dan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih rendah.

Studi juga menyoroti adanya penurunan risiko serangan jantung dan stroke pascamenopause yang signifikan di antara perempuan dengan menopause yang terjadi pada usia 55 tahun atau lebih. Menurut penulis studi, hal ini dapat mengarah pada intervensi baru seperti terapi diet untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung pada perempuan.

“Makalah kami mengidentifikasi bahwa sebenarnya ada manfaat fisiologis dari menopause yang terjadi lebih lambat dan merupakan salah satu yang pertama mengidentifikasi mekanisme spesifik yang mendorong manfaat ini, kata Sanna Darvish, penulis pertama dan kandidat PhD di Departemen Fisiologi Integratif, seperti dikutip dari laman Contemporaryobgyn.

Seperti diketahui bahwa penyakit jantung telah dilaporkan pada hampir setengah dari perempuan di AS dan menyebabkan sekitar 1 dari 5 kematian pada populasi ini setiap tahunnya. Risiko kematian akibat penyakit jantung lebih rendah pada populasi perempuan secara keseluruhan dibandingkan populasi laki-laki, tetapi risikonya meningkat secara signifikan setelah menopause.

Data menunjukkan bahwa potensi penurunan risiko penyakit jantung sebesar 20 persen dari penghentian menopause pada usia 55 tahun atau lebih dibandingkan dengan usia 45 hingga 54 tahun. Karena itu, para peneliti melakukan studi untuk menentukan dampak menopause onset terlambat pada disfungsi endotel vaskular.

Peserta termasuk perempuan pascamenopause yang terlambat dan normal sesuai usia serta kelompok referensi termasuk perempuan pramenopause muda. Dalam hal ini, fungsi endotel diukur pada pasien tersebut sebagai dilatasi yang dimediasi aliran brachial artery flow-mediated dilation (FMDBA).

Perubahan FMDBA dinilai pada perempuan pascamenopause dengan dosis akut antioksidan yang ditargetkan pada mitokondria, MitoQ, untuk menentukan fungsi endotel. Evaluasi tambahan termasuk dampak serum pada bioaktivitas mitoROS sel endotel aorta manusia pada semua peserta.

Perempuan pascamenopause menunjukkan FMDBA yang lebih rendah daripada perempuan pramenopause, tetapi peningkatan FMDBA sebesar 50 persen dilaporkan pada mereka yang mengalami menopause onset terlambat dibandingkan dengan menopause onset normal. Ini menunjukkan korelasi positif antara FMDBA dan usia menopause.

Data tersebut menyoroti fungsi arteri yang jauh lebih buruk pada perempuan pascamenopause dibandingkan dengan perempuan pramenopause. Menurut para peneliti, hal ini karena seiring bertambahnya usia, orang menghasilkan lebih sedikit oksida nitrat, senyawa yang membantu pembuluh darah melebar dan mencegahnya menjadi kaku dan membentuk plak.

Dibandingkan dengan kelompok pramenopause, kelompok menopause onset terlambat hanya melaporkan fungsi vaskular yang 24 persen lebih buruk, dibandingkan dengan kelompok onset normal yang memiliki fungsi vaskular yang 51 persen lebih buruk. Perbedaan ini berlangsung setidaknya selama 5 tahun setelah onset menopause.

Secara keseluruhan, kesehatan vaskular 44 persen lebih buruk pada kelompok onset normal dibandingkan dengan kelompok onset terlambat. Selain itu, peningkatan kesehatan pembuluh darah dikaitkan dengan peningkatan fungsi mitokondria pada kelompok yang mengalami menopause di usia lanjut, yang menyebabkan berkurangnya radikal bebas.

Kedua kelompok tersebut juga menunjukkan perbedaan sirkulasi darah. Tingkat yang lebih menguntungkan ditemukan untuk 15 metabolit dalam darah pasien yang mengalami menopause di usia lanjut dibandingkan dengan pasien yang mengalami menopause di usia dini.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti merekomendasikan penelitian tambahan untuk menentukan faktor-faktor yang mendorong perlindungan dari disfungsi pembuluh darah pada perempuan yang mengalami menopause pada usia 55 tahun atau lebih. Tim tersebut bermaksud untuk melakukan studi yang mengevaluasi potensi dampak menopause dini terhadap kesehatan jantung.

“Kami berharap penelitian ini menempatkan usia menopause sebagai faktor risiko khusus perempuan yang lebih banyak dibahas oleh perempuan dan dokter mereka,” kata Darvish.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda