HaiBunda

KEHAMILAN

Nutrisi Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak hingga Remaja, Simak Faktanya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Jan 2026 16:20 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Prenatal Makan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn
Jakarta -

Makanan yang perempuan konsumsi saat hamil bisa memengaruhi perkembangan anak setelah lahir. Pernah dengar pernyataan itu, Bunda?

Ya, banyak yang bilang, pola makan ibu saat hamil memegang peranan penting terhadap tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Calon ibu yang mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi juga disebut akan melahirkan anak cerdas.

Lantas, benarkah nutrisi ibu selama masa prenatal berpengaruh pada otak hingga Intelligence Quotient (IQ) Si Kecil?


Fakta tentang nutrisi bumil dan otak anak

Sudah banyak studi meneliti manfaat mengonsumsi makanan bergizi saat hamil pada otak anak. Baru-baru ini, studi yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition kembali meneliti hubungan keduanya. Dalam studi ini, para peneliti menilai bagaimana kualitas diet ibu selama kehamilan memengaruhi struktur otak dan IQ anak-anak berusia antara 10 dan 14 tahun.

Para peneliti melakukan studi kohort prospektif besar di Belanda, dengan peserta yang terdiri dari ibu hamil dengan tanggal persalinan antara April 2002 dan Januari 2006. Ukuran sampel akhir mencakup data diet dari 6.485 ibu dan 2.223 anak dengan data pencitraan resonansi magnetik (MRI) pada usia 10 tahun dan 1.582 pada usia 14 tahun, dengan 872 anak memiliki data pada kedua titik waktu tersebut.

Penilaian kualitas diet didasarkan pada kuesioner frekuensi konsumsi 293 item makanan yang diisi oleh ibu hamil selama trimester pertama dan digunakan untuk memberi skor kualitas diet antara 0 dan 15 berdasarkan kepatuhan terhadap pedoman diet nasional Belanda, di mana skor yang lebih tinggi menunjukkan diet yang lebih sehat. Skor yang lebih tinggi juga berkorelasi positif dengan asupan nutrisi sehat seperti serat, dan berkorelasi negatif dengan komponen berbahaya seperti lemak jenuh.

Selama pemindaian MRI, para peneliti mengukur volume otak secara keseluruhan, termasuk materi putih dan materi abu-abu, serta fitur kortikal seperti gyrifikasi, luas permukaan, dan ketebalannya. Anak-anak juga mengikuti empat tes untuk mengukur IQ berdasarkan kecepatan pemrosesan, memori, penalaran, dan pemahaman.

Analisis regresi lalu disesuaikan dengan karakteristik ibu, seperti asupan energi, kebiasaan merokok, psikopatologi, asal negara, pendapatan, pendidikan, dan usia. Sementara pada karakteristik anak dilihat dari durasi pemberian ASI, kualitas makan pada usia 8 tahun, dan jenis kelamin.

Hasil studi penelitian

Ilustrasi Ibu Hamil Konsumsi Makanan Bernutrisi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Jomkwan

Studi ini menemukan skor kualitas diet rata-rata ibu selama kehamilan adalah 7,8 dari 15. Sementara pada anak-anak usia 8 tahun, skor rata-rata 4,5 dan IQ rata-rata 103.

Para peneliti menemukan bahwa kualitas diet ibu yang lebih baik selama kehamilan dikaitkan dengan volume otak yang lebih besar pada anak-anak. Misalnya pada anak usia 10 tahun, volume subkortikal, materi abu-abu, materi putih, dan volume otak total menunjukkan hubungan yang signifikan dan tetap berkolerasi dengan materi abu-abu dan volume total pada usia 14 tahun. Hubungan ini melemah ketika kualitas diet anak diperhitungkan, tetapi tetap signifikan pada usia 10 tahun.

Pola makan ibu yang lebih baik selama hamil juga berkorelasi dengan hasil kognitif yang lebih baik pada anak-anak, khususnya penalaran matriks dan skor kosakata. Peningkatan tersebut sebagian dimediasi oleh materi putih dan volume otak total.

Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa nutrisi ibu yang lebih baik selama kehamilan mendukung volume otak yang lebih besar, struktur otak yang lebih baik, dan hasil kognitif yang lebih baik pada anak-anak. Efek ini lebih kuat pada usia yang lebih muda (10 tahun) dan sedikit berkurang dengan penyesuaian tambahan seperti ukuran kepala atau kualitas diet anak.

Melalui studi ini, para peneliti juga memberikan wawasan baru bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Nutrisi seperti asam folat, seng, besi, dan protein bisa dipenuhi selama kehamilan karena dapat mendukung proses perkembangan saraf janin.

Terakhir, penelitian ini menyoroti nutrisi prenatal sebagai faktor yang dapat dimodifikasi dengan efek jangka panjang pada perkembangan otak dan kognitif. Studi lanjutan tetap diperlukan untuk memvalidasi temuan di berbagai populasi dan mengeksplorasi perbedaan otak regional, serta menyelidiki apakah kualitas diet prenatal berdampak pada kesehatan mental atau kemampuan kognitif di pada masa remaja atau dewasa.

Demikian studi yang menjelaskan tentang pengaruh nutrisi selama hamil dengan perkembangan otak dan IQ anak setelah lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bumil Wajib Tahu, Ini Kebutuhan Protein pada Setiap Trimester

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Seperti Aurelie Moeremans, 6 Artis Indonesia Ini Menuangkan Kisah Hidupnya ke dalam Buku

Mom's Life Annisa Karnesyia

Intip 5 Potret Rumah Artis di Luar Negeri, Ada yang Bergaya Modern hingga Klasik

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ternyata Jangan Langsung Nyalakan Lampu Saat Masuk Kamar Hotel, Simak Alasannya

Mom's Life Amira Salsabila

Panduan Cara Menanam Kangkung di Rumah untuk Pemula & Lahan Sempit

Mom's Life Arina Yulistara

5 Resep Mencegah Pikun, Bagus untuk Kesehatan Otak

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Postcoital Dysphoria, Rasa Sedih setelah Berhubungan Intim

Panduan Cara Menanam Kangkung di Rumah untuk Pemula & Lahan Sempit

Seperti Aurelie Moeremans, 6 Artis Indonesia Ini Menuangkan Kisah Hidupnya ke dalam Buku

3 Dongeng Gajah dan Semut untuk Diceritakan Sebelum Tidur

5 Resep Mencegah Pikun, Bagus untuk Kesehatan Otak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK