KEHAMILAN
Bayi yang Lahir dari Bunda Bilingual Tunjukkan Perbedaan Cara Mendengar Saat Lahir
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 28 Jan 2026 13:20 WIBKemampuan bahasa dan mendengar bayi sudah berkembang sejak di dalam kandungan, Bunda. Studi terbaru mengaitkan bahasa ibu dengan kemampuan mendengar bayi sejak di dalam kandungan dan setelah ia lahir.
Penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Human Neuroscience tahun 2024 ini mengungkap, bayi dalam kandungan yang terpapar dua bahasa ibu (bilingual) dapat menunjukkan perbedaan cara mendengar saat lahir.
Para peneliti mengungkap bahwa bayi baru lahir dari ibu monolingual (satu bahasa) merespons secara berbeda terhadap pemutaran stimulus suara yang dipilih dengan cermat, dibandingkan dengan bayi baru lahir dari ibu bilingual. Temuan ini menunjukkan bahwa bayi baru lahir dari ibu bilingual lebih sensitif terhadap variasi akustik ucapan yang lebih luas, dengan konsekuensi kurang selektif dalam mengenali satu bahasa tertentu.
"Di sini kami menunjukkan bahwa paparan terhadap ucapan monolingual atau bilingual memiliki efek yang berbeda saat bayi lahir pada 'pengkodean saraf' nada suara dan bunyi voka, yaitu bagaimana informasi tentang aspek-aspek ucapan ini awalnya dipelajari oleh janin," kata seorang peneliti di Institute of Neurosciences of the University of Barcelona dan penulis studi, Dr. Natalia Gorina-Careta, dilansir laman Frontiers.
"Bayi baru lahir dari ibu bilingual tampak lebih sensitif terhadap berbagai variasi akustik ucapan, sedangkan bayi baru lahir dari ibu monolingual tampaknya lebih selektif dalam menyesuaikan diri dengan satu bahasa yang telah mereka pelajari," sambungnya.
Perlu diketahui, bayi dalam kandungan mendengar dan mempelajari tentang ucapan, setidaknya saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Misalnya, bayi baru lahir telah terbukti lebih menyukai suara ibu mereka, mengenali cerita yang telah berulang kali diceritakan kepada mereka saat masih dalam kandungan, dan membedakan bahasa asli ibu mereka.
Namun yang belum diketahui adalah bagaimana janin yang sedang berkembang mempelajari tentang ucapan ketika ibu mereka berbicara dalam campuran bahasa.
Hasil studi dilakukan di Catalonia, Spanyol
Studi ini dilakukan di Catalonia, di mana 42 persen penduduknya terbiasa menggunakan bahasa Catalan dan Spanyol. Peneliti merekrut ibu dari 131 bayi baru lahir berusia satu hingga tiga hari (termasuk dua pasang kembar) di Sant Joan de Déu Barcelona Children's Hospital.
Dari para ibu ini, 41 persen menjawab dalam kuesioner bahwa mereka berbicara secara eksklusif dalam bahasa Catalan (9 persen) atau Spanyol (91 persen) selama kehamilan, termasuk saat berbicara dengan janin di dalam kandungan. Sementara itu, 59 persen lainnya berbicara dalam dua bahasa, baik Spanyol dan Catalan atau kombinasi salah satu dari keduanya dengan bahasa seperti Arab, Inggris, Rumania, atau Portugis.
Para peneliti lalu menempatkan elektroda di dahi bayi untuk mengukur jenis respons elektrofisiologis otak tertentu terhadap pemutaran berulang stimulus suara yang dipilih dengan cermat dan terdiri dari empat tahap, yakni vokal, transisi, pada nada tetap, dan nada meningkat. Pengukuran ini menggunakan frequency-following response (FFR), yang mengukur seberapa tepat lonjakan aksi yang dihasilkan oleh neuron di korteks pendengaran dan batang otak meniru fitur gelombang suara dari stimulus.
Hasilnya menunjukkan bahwa otak janin dari ibu monolingual telah belajar untuk menjadi sangat sensitif terhadap nada bahasa saja. Sebaliknya, otak janin dari ibu bilingual tampaknya telah menjadi sensitif terhadap rentang frekuensi nada yang lebih luas, tetapi tidak menghasilkan respons maksimal terhadap salah satu frekuensi.
"Data kami menunjukkan bahwa paparan bahasa saat hamil memodulasi pengkodean saraf bunyi ucapan seperti yang diukur saat bayi lahir. Hasil ini menekankan pentingnya paparan bahasa saat hamil untuk pengkodean bunyi ucapan saat bayi lahir, dan memberikan wawasan baru tentang efeknya," ujar profesor di Institute of Neurosciences of the University of Barcelona, Dr. Carles Escera.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bayi baru lahir yang ibunya berbicara dalam bahasa campuran (bilingual) selama kehamilan diketahui lebih sensitif terhadap berbagai nada suara. Namun, peneliti tidak bisa memberikan rekomendasi apa pun karena perkembangan bahasa anak setelah lahir dapat dipengaruhi banyak faktor.
"Berdasarkan hasil studi, kami tidak dapat memberikan rekomendasi apa pun kepada orang tua multibahasa (bilingual). Periode sensitif untuk perkembangan bahasa berlangsung lama setelah lahir, dan pengalaman pasca melahirkan mungkin akan menutupi perubahan awal yang terjadi di dalam rahim. Penelitian lebih lanjut tentang bagaimana lingkungan bahasa bilingual memodulasi pengkodean suara selama tahun-tahun pertama kehidupan akan memberikan lebih banyak pencerahan tentang masalah ini," kata profesor madya di Institute of Neurosciences of the University of Barcelona, Dr. Jordi Costa Faidella
Demikian penelitian terbaru yang mengungkap efek mengenalkan bahasa bilingual pada bayi sejak di dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tahapan Perkembangan Pendengaran Janin dalam Kandungan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali Gerakan Normal Janin 8 Bulan, Termasuk Penyebab Tendangan Berkurang
Janin dalam Kandungan Sering Tidur dan Bisa Bermimpi Jelang Persalinan, Bun
Janin di Kandungan Ternyata Bisa Menangis, Simak Penyebabnya Bun
Janin Bisa Menangis dalam Kandungan Jelang Persalinan, Ini Penyebabnya Bun
TERPOPULER
Potret Valencia Tanoesoedibjo Umumkan Kehamilan Kedua Bertepatan dengan Ultah Suami Kevin Sanjaya
9 Perangkat Elektronik yang Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Potret Rumah Baru Poppy Sovia, Asri Bergaya Klasik
Karakter Anime hingga Artis Luar Negeri yang Banyak Dijadikan Nama Anak di Indonesia
20 Contoh Soal Volume Prisma Segitiga dan Kunci Jawabannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Begini Cara Orang dengan EQ Tinggi Menghadapi Orang Tidak Sopan
Potret Valencia Tanoesoedibjo Umumkan Kehamilan Kedua Bertepatan dengan Ultah Suami Kevin Sanjaya
9 Perangkat Elektronik yang Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Karakter Anime hingga Artis Luar Negeri yang Banyak Dijadikan Nama Anak di Indonesia
Potret Rumah Baru Poppy Sovia, Asri Bergaya Klasik
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Mulai Olahraga buat Turun Berat Badan? Ini Alat yang Ramah Pemula
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Dilihat dari Gaya Tulisan Tangan
-
Female Daily
Hair Oiling, Ritual Perawatan Rambut yang Bisa Bikin Rambut Lebih Lembap dan Sehat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Putri Sultan Malaysia Dinikahi Pembalap Inggris, Tampil Mewah Bertabur Berlian
-
Mommies Daily
8 Rekomendasi Cushion Hasil Natural Terbaik 2026, Mulai Rp50 Ribuan