kehamilan
Amankah Air Mengandung Flouride untuk Ibu Hamil? Simak Faktanya
HaiBunda
Selasa, 17 Feb 2026 11:10 WIB
Daftar Isi
Topik fluoride dalam air minum saat ini tengah ramai dibicarakan. Bunda yang tinggal di luar negeri mungkin sudah familiar dengan air minum yang mengandung fluoride. Namun, amankah air mengandung fluoride untuk ibu hamil? Yuk, simak faktanya.
Fluoridasi air atau mencampurkan mineral fluoride ke dalam air sudah terkenal sejak era 1940-an. Pada masa itu, fluoride dicap sebagai ‘pahlawan’ kesehatan masyarakat karena mampu mengatasi masalah gigi berlubang.
Keberhasilan tersebut membuat fluoridasi semakin masif dan berkembang secara global. Bahkan di AS, tercatat penerima air berfluoride melonjak tajam, yang semula hanya 3,3 persen di tahun 1951, kini sudah mencapai 63 persen per 2018.
Namun, seiring perkembangan zaman dan kepekaan masyarakat terhadap manfaat serta potensi risiko fluoride pada ibu hamil, tak sedikit dari mereka yang mulai mempertanyakan apakah air yang mengandung fluoride itu aman untuk ibu hamil dan janinnya?
Kabar baiknya, terdapat sebuah studi berskala besar yang mengungkap bahwa air berfluoride tidak memberikan pengaruh buruk terhadap kehamilan. Namun, studi lain juga mewaspadai potensi fluoride terhadap perkembangan kognitif anak di masa depan.
Kalau begitu, yuk, simak lebih lanjut hasil riset tersebut, Bunda.
Apa itu fluoridasi air?
Sederhananya, fluoridasi air adalah proses mencampurkan mineral fluoride ke dalam sistem air bersih untuk membantu mencegah gigi berlubang. Proses fluoridasi air yang luas hanya terjadi di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Irlandia, Brunei dan Chili.
Dampak air minum berfluoride terhadap kehamilan
Salah satu hal yang kini dikhawatirkan oleh ibu hamil terkait air yang terfluoridasi adalah potensi dampaknya terhadap kehamilan.
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA (Journal of the American Medical Association) mengungkapkan bahwa fluoridasi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kehamilan.
Riset yang dikutip dari News Medical ini menjelaskan bagaimana JAMA melakukan penelitian terhadap lebih dari 11 juta kelahiran tunggal di 677 county (kabupaten) di Amerika Serikat. Para peneliti ini meneliti data historis terkait fluoridasi dari tahun 1968 sampai 1988.
Rentang waktu tersebut merupakan masa di mana fluoridasi air sedang gencar dilakukan di AS. Dengan begitu, JAMA memiliki data, perbandingan, dan hasil yang lebih akurat terkait bagaimana dampak jangka panjang dari fluoridasi, tanpa campuran gaya hidup yang modern.
Nah, kembali lagi ke hasil penelitian tersebut, Bunda. Sekitar 60 persen wilayah, termasuk hampir setengah county di AS, diketahui telah menerapkan fluoridasi air minum. Menariknya, berat badan lahir bayi yang lahir setelah penerapan fluoridasi tidak jauh berbeda dengan bayi yang lahir sebelum masa tersebut.
Bukti tersebut menyatakan bahwa fluoridasi air di masyarakat tidak memberikan dampak buruk selama kehamilan, terutama terhadap berat badan lahir bayi. Setidaknya, hasil ini dapat mengurangi kekhawatiran Bunda terkait efek meminum air mengandung fluoride saat hamil.
Meski begitu, para peneliti berharap penelitian di masa depan dapat mengukur paparan fluorida secara lebih objektif dan mempertimbangkan sumber asupan fluorida di luar fluoridasi air di masyarakat, sehingga hasil penelitian menjadi lebih baik.
ilustrasi ibu hamil minum air putih/ Foto: iStock |
Dampak air minum berfluoride terhadap perkembangan kognitif atau IQ anak
Penelitian terhadap ibu dan anak di Kanada menemukan bahwa paparan fluoride yang tinggi berpotensi menurunkan skor IQ pada anak saat mereka berusia 3 sampai 4 tahun. Temuan ini menjadi catatan penting bagi para orang tua dalam mewaspadai dampak fluoride di kemudian hari.
Studi yang dipublikasikan JAMA Pediatrics menampilkan adanya hubungan antara paparan fluoride prenatal dengan perkembangan kognitif anak. Para peneliti mengamati 601 pasangan ibu dan anak di 6 kota besar Kanada sejak masa kehamilan hingga anak berusia 3-4 tahun.
Penurunan skor IQ ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki, dengan selisih rata-rata sekitar 1,5 hingga 3 poin. Perbandingan menilai paparan kadar fluoride antara anak-anak yang tinggal di wilayah dengan kadar fluoride tinggi dan rendah di lingkungannya.
Selain itu, penurunan ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kadar fluorida dalam tubuh ibu. Ketika kadar fluorida mencapai sekitar 0,70 mg/L, penurunan skor IQ pada anak laki-laki dapat mencapai hingga 3 poin.
Meski penurunan poin IQ ini terlihat kecil secara individu, secara populasi hal ini menjadi perhatian serius bagi para ahli perkembangan saraf. Maka dari itu, peneliti di JAMA Pediatrics menilai penemuan ini tidak sepele dan patut untuk diwaspadai.
Secara garis besar air minum berfluoride tidak memberikan dampak yang begitu berbahaya untuk ibu hamil. Namun, paparan fluoride dalam jumlah banyak harus diwaspadai selama anak tumbuh dan berkembang.
Lebih dari itu, fluoride merupakan mineral yang sangat bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang. Melalui fluoride, kesehatan gigi menjadi terjaga dan mampu mencegah kerusakan gigi yang menganggu aktivitas sehari-hari.
Nah, demikian beberapa fakta yang bisa ditemukan dalam mengonsumsi air yang mengandung fluoride, terutama bagi ibu hamil. Semoga bermanfaat, ya Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Cara Mengatasi Nyeri Ulu Hati saat Hamil
Kehamilan
Belajar dari Syahrini, Ketahui 7 Cara Menjaga Kehamilan Sehat di Usia 40 Tahunan
Kehamilan
Tak Ada Tanda Kehamilan di Usia Satu Minggu Bukan Berarti Kandungan Lemah, Bun
Kehamilan
Kencing Berbusa saat Hamil, Pertanda Apa?
Kehamilan
Pentingnya Pemeriksaan Tiroid untuk Persiapan & Saat Hamil
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
ilustrasi ibu hamil minum air putih/ Foto: iStock
Kopi Decaf Lebih Aman untuk Ibu Hamil, Benarkah?
Ketahui Risiko bila Ibu Hamil Terpapar Pestisida pada Buah dan Sayur
Kenapa Ibu Hamil Sering Cegukan? Simak Penjelasan di Baliknya