kehamilan
9 Mitos tentang Kesuburan yang Bikin Sulit Hamil
HaiBunda
Sabtu, 07 Feb 2026 11:10 WIB
Daftar Isi
-
Mitos tentang kesuburan
- 1. Tidak perlu terburu-buru punya anak
- 2. Tidak mengetahui waktu ovulasi
- 3. Berhubungan intim hanya di hari ovulasi
- 4. Berhubungan intim setiap hari
- 5. Tidak masalah menjalani gaya hidup tidak sehat selama tubuh baik-baik saja
- 6. Susah hamil karena ada 'masalah' pada perempuan
- 7. Konsumsi makanan atau suplemen tertentu dapat meningkatkan kesuburan
- 8. Penggunaan pil KB jangka panjang bisa memengaruhi kesuburan
- 9. Orang sehat sudah pasti tidak akan mengalami infertilitas
Pengetahuan dasar soal kesuburan sangat dibutuhkan pasangan suami istri yang ingin memulai program hamil. Namun, banyak pasangan masih mendapatkan informasi yang salah tentang kesuburan sehingga sulit untuk mendapatkan kehamilan.
Dilansir CNN, sebuah studi dari Selandia Baru menunjukkan bahwa 74 persen perempuan yang datang ke klinik memiliki kesadaran kesuburan yang tidak memadai. Menurut dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Joshua U. Klein, MD, terlepas dari pendidikan seks yang meluas dan peningkatan kesadaran publik tentang masalah infertilitas, nyatanya masih banyak orang belum benar-benar memahaminya.
"Suatu kali saya menerima konsultasi infertilitas dari sepasang suami istri, setelah menyelidiki beberapa detail paling rumit dan ternyata tidak relevan tentang biologi reproduksi, saya mengetahui bahwa sang suami tidak mampu ejakulasi saat berhubungan seksual melalui vagina," kata Klein.
"Jadi, jika sedang merencanakan kehamilan, ada beberapa kesalahan umum yang sering saya lihat dilakukan oleh orang-orang. Jangan malu untuk mempelajari sesuatu yang baru. Ini mungkin dapat menghemat biaya konsultasi atau tidak, tetapi bagaimanapun juga, kamu tentu tidak sendirian," sambungnya.
Ya, ada beberapa mitos tentang kesuburan yang masih dipercayai oleh banyak orang, dan sering kali memengaruhi peluang untuk hamil. Simak penjelasannya berikut ini!
Mitos tentang kesuburan
Berikut 9 mitos seputar kesuburan yang perlu diketahui pasangan suami istri:
1. Tidak perlu terburu-buru punya anak
Sebuah studi inovatif yang melibatkan lebih dari 5.000 pasangan pada tahun 1940-an dan 1950-an menunjukkan bahwa setidaknya 85 persen pasangan berhasil hamil dalam waktu satu tahun setelah mencoba untuk memiliki anak. Secara historis, patokan waktu satu tahun ini telah mendefinisikan infertilitas. Namun, banyak pasangan menunda evaluasi hingga mereka mencapai tonggak penting tersebut.
"Ini menjadi aturan praktis yang masuk akal untuk perempuan di bawah usia 35 tahun yang dalam keadaan sehat sempurna (untuk hamil). Tetapi siapa pun yang berusia lebih dari 35 tahun, atau siapa pun yang memiliki masalah ginekologis atau medis (menstruasi tidak teratur atau nyeri, diabetes, masalah tiroid, atau hampir semua hal lainnya), harus berkonsultasi dengan spesialis kesuburan atau dokter kandungan," ungkap Klein.
2. Tidak mengetahui waktu ovulasi
Perempuan umumnya memiliki siklus 28 hari, yang berarti ovulasi akan terjadi pada hari ke-14. Tetapi jangan berasumsi bahwa waktu tersebut selalu berlaku untuk setiap perempuan ya, Bunda.
"Siklus setiap individu berbeda-beda, jadi seorang perempuan mungkin memiliki siklus yang sedikit lebih pendek atau lebih panjang," ungkap dokter kandungan di Coastal Obstetrics and Gynecology di Stamford, Connecticut, Shieva Ghofrany, MD, FACOG, dikutip dari The Bump.
Untuk mengetahui hari pasti ovulasi, Bunda sebenarnya dapat menghitung mundur 14 hari dari hari pertama menstruasi. Meskipun tidak semua orang berovulasi pada hari ke-14, menstruasi umumnya hampir selalu dimulai 14 hari setelah ovulasi. Bunda juga bisa menggunakan kalkulator ovulasi untuk memprediksi kapan ovulasi akan terjadi.
3. Berhubungan intim hanya di hari ovulasi
Dalam upaya untuk hamil, waktu adalah segalanya. Tetapi itu tidak berarti Bunda hanya memiliki satu kesempatan untuk memiliki bayi, yakni di hari ovulasi saja.
"Saat berovulasi, sel telur yang dilepaskan dapat bertahan di tuba falopi selama 12 hingga 24 jam. Di sana, sel telur dapat bertemu dengan sperma, yang biasanya dapat hidup di dalam tubuh perempuan selama sekitar tiga hingga lima hari," ungkap seorang spesialis kesuburan di New York City, Jaime Knopman, MD.
Berdasarkan penjelasan Knopman, masa subur berpotensi terjadi selama enam hari, yakni empat hari sebelum ovulasi, hari saat berovulasi, dan hari berikutnya. Dari semua itu, seorang perempuan menjadi paling subur selama dua hingga tiga hari sebelum ovulasi dan hari ovulasi itu sendiri.
4. Berhubungan intim setiap hari
Berhubungan intim setiap hari disebut dapat meningkatkan peluang untuk hamil. Sayangnya, itu hanya mitos ya, Bunda.
Percaya atau tidak, terlalu banyak berhubungan intim justru dapat menurunkan jumlah sperma pria, yang kemudian membutuhkan beberapa hari untuk pulih. Setelah Bunda mengetahui waktu ovulasi, pakar menyarankan untuk berhubungan intim setiap dua hari sekali, bukan setiap hari, atau selama masa subur.
5. Tidak masalah menjalani gaya hidup tidak sehat selama tubuh baik-baik saja
Tubuh yang terasa fit tidak berarti Bunda bisa cepat hamil. Semua tetap dapat dipengaruhi faktor gaya hidup.
Saat memulai program hamil, Bunda dan Ayah perlu menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. Selain itu, usahakan untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secukupnya, menjaga berat badan tetap berada dalam kisaran yang sehat, dan mengurangi asupan kafein.
6. Susah hamil karena ada 'masalah' pada perempuan
Berbagai faktor historis, budaya, dan agama telah menyebabkan banyak orang berasumsi bahwa masalah kesuburan hampir selalu berasal dari pihak perempuan. Padahal, itu hanyalah mitos.
Faktanya, laki-laki atau perempuan bisa memiliki kondisi medis yang memengaruhi kesuburannya. Pada laki-laki, misalnya, masalah sperma seperti jumlah sperma rendah atau sperma abnormal/tidak sehat merupakan masalah utama pada 25 persen hingga 35 persen pasangan infertil. Beberapa laporan menunjukkan infertilitas pria sedang meningkat di seluruh dunia.
Pemeriksaan kesuburan baiknya dilakukan oleh pasangan suami istri bila tak kunjung diberikan momongan setelah setahun mencoba tanpa kontrasepsi. Jika ditemukan kelainan serius, dokter dapat mengambil tindakan yang relevan untuk 'mengembalikan' kesuburan.
7. Konsumsi makanan atau suplemen tertentu dapat meningkatkan kesuburan
Banyak klaim yang menyatakan bahwa mengonsumsi makanan atau suplemen tertentu dapat meningkatkan kesuburan dan peluang hamil. Misalnya, konsumsi nanas yang mengandung zat bromelain dapat membantu meningkatkan implantasi, terutama pada program bayi tabung.
Faktanya, tidak ada makanan atau suplemen yang dapat menjamin terjadinya kehamilan. Namun, pola makan sehat yang kaya akan nutrisi dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan bisa mendukung kesuburan. Nutrisi tertentu, seperti folat atau asam folat, juga sangat penting untuk kesehatan sebelum konsepsi.
Bila ingin mengonsumsi suplemen tertentu yang diklaim bisa meningkatkan kesuburan, Bunda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter ya. Pastikan tidak termakan informasi yang salah sebelum memulai promil.
8. Penggunaan pil KB jangka panjang bisa memengaruhi kesuburan
Penggunaan pil KB juga sering dikaitkan dengan kesuburan, Bunda. Pil KB disebut bisa menurunkan kualitas organ reproduksi bila digunakan bertahun-tahun.
Faktanya, penggunaan pil KB tidak akan memengaruhi kesuburan perempuan. Dilansir Romper, direktur penelitian untuk Shady Grove Fertility, Phillip Romanski, mengatakan bahwa pil KB hanya sebuah alat manipulasi hormon supaya tubuh tidak dapat berovulasi. Pil KB tidak akan memengaruhi kualitas dan kuantitas sel telur, sehingga tetap aman bila dikonsumsi tanpa batas waktu.
9. Orang sehat sudah pasti tidak akan mengalami infertilitas
Infertilitas bisa dialami siapa saja, baik orang yang sehat, maupun orang yang memiliki kondisi medis tertentu. Jadi, bukan berarti orang yang sehat secara fisik sudah pasti mudah untuk mendapat keturunan ya, Bunda.
Romanski mengatakan bahwa banyak pasiennya yang tidak terima ketika dinyatakan infertilitas karena mereka memiliki tubuh yang sehat. Faktanya, meski seseorang sudah mencoba melakukan diet sehat dan olahraga teratur, ada faktor-faktor infertilitas yang tidak bisa dikontrol. Misalnya, infertilitas genetik yang disebabkan kelainan kromosom.
Demikian 9 mitos seputar kesuburan yang sering kali membuat perempuan sulit hamil. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Mitos Kesuburan yang Harus Berhenti Dipercaya
Kehamilan
7 Mitos Kesuburan yang Harus Berhenti Dipercaya, Penting saat Program Hamil
Kehamilan
3 Mitos Pembekuan Sel Telur dan Embrio untuk Program Hamil, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Kehamilan
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Ramuan agar Cepat Hamil Bikin Cepat Punya Momongan
9 Cara Menyuburkan Kandungan dengan Mengubah Pola Hidup
10 Cara Menjaga Kesuburan agar Tak Menyebabkan Rahim Kering