KEHAMILAN
7 Masalah Kesehatan yang Bikin Bunda Sulit Hamil
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 13 Feb 2026 08:50 WIBKesuburan seorang perempuan dapat dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah faktor kesehatan, Bunda.
Sebelum merencanakan kehamilan, perempuan sebaiknya memeriksakan kondisi medisnya ke dokter atau menjalani pemeriksaan fisik. Pasalnya, ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa memengaruhi peluang perempuan untuk bisa hamil.
Lantas, apa saja masalah kesehatan yang bikin Bunda sulit hamil? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya!
Masalah kesehatan yang bisa pengaruhi kesuburan
Melansir dari beberapa sumber, berikut tujuh masalah kesehatan yang bisa bikin Bunda sulit mendapatkan kehamilan karena dapat memengaruhi kesuburan:
1. Premature Ovarian Failure (POF)
Premature Ovarian Failure (POF) merupakan kondisi ketika ovarium berhenti berfungsi. Dilansir Bustle, POF sering dianggap sebagai menopause dini, karena gejalanya meliputi sensasi panas, kekeringan vagina, dan berhenti menstruasi.
Seorang androlog dan embriolog dari Cryos International, Corey Burke, mengatakan bahwa usia rata-rata diagnosis POF adalah 27 tahun, dan kondisi ini memengaruhi 1 dari 1.000 perempuan berusia antara 15 dan 29 tahun.
Perawatan seperti terapi penggantian hormon atau suplemen vitamin D dan kalsium bisa dilakukan setelah perempuan didiagnosis POF. Namun, perawatan tersebut mungkin tidak dapat mengembalikan kesuburan. Menjalani program hamil melalui bayi tabung bisa menjadi pilihan yang bagus untuk dipertimbangkan perempuan dengan kondisi POF.
2. Pelvic Inflammatory Disease (PID)
Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau penyakit radang panggul juga bisa membuat seorang perempuan kesulitan untuk hamil. PID dapat menyebabkan kerusakan organ reproduksi seorang perempuan.
"PID adalah infeksi pada rahim dan tuba falopi akibat klamidia, gonore, atau trauma. Ini dapat menyebabkan jaringan parut atau abses di tuba falopi yang mengakibatkan kerusakan pada organ reproduksi dan infertilitas," kata Burke.
PID dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan intim, demam atau menggigil, dan menstruasi yang parah. Infeksi PID kemungkinan dapat sembuh dengan pemberian antibiotik dari resep dokter.
3. Hipotiroidisme
Melansir dari laman Cleveland Clinic, hipotiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi dan melepaskan hormon yang cukup ke dalam aliran darah. Kondisi tersebut bisa memperlambat metabolisme, yang dapat menyebabkan seseorang mengalami peningkatan berat badan secara tiba-tiba atau merasa lelah sepanjang waktu.
Hipotiroidisme juga dapat memengaruhi peluang perempuan untuk hamil. Selain itu, kondisi medis ini dapat pula meningkatkan risiko keguguran.
"Melakukan tes tiroid sebelum mencoba hamil dan setelah hamil dapat membantu dokter memutuskan apakah pengobatan diperlukan. Jika ini adalah penyebab infertilitas, maka memulai pengobatan tiroid dapat membantu seseorang untuk hamil dan mempertahankan kehamilannya. Menurut sebuah penelitian, sekitar 24 persen perempuan yang mengalami kesulitan dengan infertilitas mengidap hipotiroidisme," ujar dokter naturopati pengobatan fungsional dan penulis buku Beyond the Pill, Dr. Jolene Brighten.
4. Peradangan
Menurut Brighten, sesuatu yang sering dianggap tidak berhubungan dengan kesuburan bisa saja menjadi penyebab seseorang sulit hamil. Misalnya, peradangan atau inflamasi.
"Meminta dokter untuk melakukan tes C-Reactive Protein (CRP) dapat membantu seseorang mengidentifikasi apakah ia mengalami peradangan sehingga ia dapat mengobatinya dengan tepat," katanya.
"Tergantung pada penyebab peradangan, intervensi lebih lanjut juga mungkin diperlukan," sambungnya.
5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik adalah kondisi umum yang memengaruhi hormon perempuan. Bunda yang didiagnosis PCOS umumnya mengalami periode menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, jerawat, dan infertilitas.
"PCOS adalah gangguan hormonal paling umum pada perempuan di usia produktif, yang memengaruhi 5 hingga 20 persen populasi tersebut," ungkap dokter kandungan Mark P. Trolice, MD.
Pengobatan PCOS bergantung pada keinginan perempuan untuk menjalani program hamil. Ada tiga pilihan pengobatan untuk hamil pada pasien dengan PCOS, yakni penggunaan obat untuk menginduksi ovulasi, pembedahan, dan program bayi tabung.
6. Penyakit Radang Usus
Penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif bisa berdampak pada kesuburan dan menurunkan peluang untuk hamil. Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, endokrinologi reproduksi, dan infertilitas, Dr. Joshua Hurwitz, menyarankan perempuan dengan kondisi medis tersebut untuk memeriksakan diri ke dokter.
"Bicaralah dengan dokter kandungan dan dokter yang membantu mengelola kondisi ini. Mereka akan membantu perempuan seoptimal mungkin sehingga ia dapat mencoba untuk hamil," ungkap Hurwitz.
7. Kondisi imun tertentu
Ahli dalam pengobatan kesuburan mengatakan bahwa sejumlah kondisi imun dapat mempersulit kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran. Misalnya, endometriosis, diabetes, dan gangguan pembekuan darah autoimun.
Semua kondisi tersebut memiliki komponen autoimun yang dapat menurunkan tingkat kesuburan. Mengobati masing-masing kondisi itu berpotensi mempermudah terjadinya kehamilan.
"Masalah imun dapat memengaruhi kesehatan dan harapan hidup seseorang secara keseluruhan. Tetapi setiap kondisi imun dapat dikonfirmasi dengan tes yang dirancang untuk mengidentifikasi kelainan, seperti tes darah, USG, atau bahkan laparoskopi. Kondisi tersebut dapat diidentifikasi dan diobati oleh dokter yang memiliki pengetahuan khusus tentang masalah-masalah tertentu ini," kata Kofinas.
Sebaiknya jangan menunda pengobatan, karena semakin cepat Anda mengatasi kondisi ini, semakin baik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kaitan Usia dengan Kesuburan & Ketahui Penyebab Infertilitas pada Wanita Menurut Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Minum Kunyit Dapat Meningkatkan Kesuburan Bunda dan Ayah? Ini Faktanya Bunda
7 Makanan yang Dilarang Selama Program Hamil, Hindari Dulu Bun
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
TERPOPULER
Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'
Deretan Nama Bayi Laki-laki Paling Populer 2026, dari Nuansa Alam hingga Nostalgia Y2K
Bolehkah Anak Mengganti Puasa Ramadhan Orang Tua?
19 Tempat Nonton Pertunjukan Barongsai Gratis di Jakarta & Sekitarnya, Ajak Anak ke Atraksi Kelas Dunia!
Haruskah ASI Kolostrum Keluar Sebelum Melahirkan?
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ingin Rumah Minimalis Lebih Estetik? Ini 7 Cara Mudah dan Hemat, Bun
Parama Hansa Bocah 7 Tahun Raih Penghargaan di Kompetisi Piano Internasional, Intip 5 Potretnya
Deretan Nama Bayi Laki-laki Paling Populer 2026, dari Nuansa Alam hingga Nostalgia Y2K
Bolehkah Anak Mengganti Puasa Ramadhan Orang Tua?
Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Nycta Gina Jadikan Waktu Bikin Takjil Momen Bounding bareng Anak
-
Beautynesia
5 Zodiak yang Dikenal Paling Ramah dan Mudah Berteman
-
Female Daily
PlayStation Rayakan Awal 2026 dengan ‘Love of Play’ bersama Kim Chaewon LE SSERAFIM!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 13 Februari: Aries Jaga Ucapan, Gemini Lebih Peka
-
Mommies Daily
Anak Libur Puasa, Ini 18 Ide Kegiatan Ramadan Seru dan Edukatif