HaiBunda

KEHAMILAN

USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Kamis, 12 Feb 2026 11:10 WIB
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran/Foto: Getty Images/SDI Productions
Jakarta -

Keguguran tentunya menciptakan trauma tersendiri pada perempuan meski rahim sudah dibersihkan dan siap hamil kembali. Nah, sebelum bersiap dengan promil, apa sebenarnya sinyal bahwa USG rahim bersih, ciri dan cara mengetahui setelah keguguran, Bun?

Keguguran yang dialami calon ibu tentu saja menjadi pukulan tersendiri. Belum lagi, proses keguguran tidaklah mudah dilalui. Selain tekanan psikis yang dirasakan serta rasa trauma kehilangan calon janin, perempuan juga akan merasakan kram, nyeri seperti menstruasi, dan dalam kebanyakan kasus bisa terjadi perdarahan vagina.

Ya, keguguran biasanya terjadi karena kehamilan tidak berkembang dengan baik. Kasus keguguran juga biasa terjadi pada perempuan yang usianya lebih tua daripada perempuan yang lebih muda. Sebagian besar di antaranya dikarenakan kelainan kromosom yang terjadi seiring bertambahnya usia.


Selain itu, penyebab lain keguguran dikarenakan janin yang sedang berkembang tidak menempel dengan baik pada lapisan rahim. Dalam hal ini, reaksi alami rahim adalah mengeluarkan janin yang tidak dapat bertahan hidup.

Ketika keguguran terjadi, tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk menghindari adanya perdarahan hebat dan infeksi. Serta, pengobatan yang ada dilakukan untuk menjaga kesehatan perempuan, baik secara fisik dan emosional.

Kesedihan yang melanda menjadi hal yang umum terjadi, bahkan jika kehamilan tersebut tidak direncanakan. Namun, cobalah untuk menjalaninya perlahan dan mengikuti prosesnya karena keguguran sedianya bukanlah akhir dari segalanya.

Setelah Bunda mendapatkan pertolongan medis dan dinyatakan bersih dari keguguran tersebut, proses USG akan dilakukan dan nantinya rahim seiring waktu bersiap kembali untuk kehamilan berikutnya.

Ciri USG rahim bersih setelah keguguran tanpa kuret

Sebagian besar orang yang mengalami keguguran merasakan nyeri dan perdarahan. Namun, beberapa di antaranya tidak memiliki gejala. Kondisi ini biasanya dikenal sebagai keguguran yang tidak terdeteksi, dan terjadi pada sekitar 10-30 persen kehamilan yang didiagnosis secara klinis.

Sering kali, keguguran yang tidak terdeteksi didiagnosis saat seseorang menjalani USG rutin. Pada USG, keguguran terlihat jelas karena embrio atau janin tidak memiliki detak jantung. Selain itu, janin seringkali berukuran lebih kecil daripada usia kehamilan karena telah berhenti berkembang seperti dikutip dari laman Very Well Health.

Setelah keguguran tuntas terjadi, biasanya pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk mengecek apakah rahim sudah bersih atau belum. Berikut ini ciri USG rahim bersih setelah keguguran tanpa kuret seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Serviks tertutup

Serviks yang membuka untuk mengeluarkan kehamilan harusnya sudah tertutup ketika rahim telah bersih dari keguguran.

2. Tidak ada aliran darah

Pemeriksaan nantinya harus menunjukkan bahwa tidak adanya aliran darah di dalam endometrium yang artinya tidak adanya jaringan yang tersisa.

3. Endometrium tipis

Lapisan rahim biasanya tampak tipis, sering kali berukuran kurang dari 30 mm segera setelah keguguran, dan secara bertahap kembali ke dimensi tipis normal menyerupai fase menstruasi.

4. Rongga endometrium kosong

Tanda utama dari rahim bersih setelah keguguran yakni tidak adanya kantung kehamilan, embrio, atau sisa produk konsepsi di dalam rahim..

Biasanya, USG tersebut akan dilakukan sekitar dua minggu setelah perdarahan terhenti. Proses tindakan lanjutan ini dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada jaringan yang tersisa di rahim.

Berapa lama rahim bersih setelah keguguran tanpa kuret?

Proses keguguran tanpa kuret bisa dibantu juga melalui obat-obatan. Beberapa perempuan lebih memilih cara ini untuk membantu tubuh mengeluarkan sisa jaringan. Obat-obatan ini diserap melalui pipi di mulut atau melalui vagina.

Biasanya, kram atau perdarahan dimulai dalam beberapa jam. Sebagian besar perempuan akan mengeluarkan jaringan tersebut dalam waktu 48 jam dan tidak memerlukan perawatan lain seperti dikutip dari laman ACOG.

Pemberian obat memang memberikan seseorang kendali lebih besar atas waktu pengeluaran jaringan. Dan, sering kali bahkan lebih cepat prosesnya daripada menunggu jaringan keluar dengan sendirinya. 

Biasaya, Bunda akan mengalami perdarahan dan kram yang lebih berat daripada menstruasi normal. Jaringan kehamilan mungkin terlihat seperti gumpalan darah besar, atau mungkin terlihat putih atau abu-abu. Prosesnya sendiri mungkin bisa menyakitkan, dan dokter kandungan mungkin meresepkan obat untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan ini.

Secara umum, sebagian besar jaringan akan keluar dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah kram dan perdarahan dimulai. Dan, kram biasanya berhenti dalam sehari. Sementara, perdarahan ringan atau bercak dapat berlangsung selama 4 hingga 6 minggu. Kemudian, dua minggu setelah jaringan keluar, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan USG atau tes lain untuk memastikan semua jaringan telah keluar.

Cara mengetahui rahim sudah bersih pasca keguguran

Sering kali, beberapa jaringan kehamilan tetap berada di rahim setelah keguguran. Jika jaringan kehamilan tidak dikeluarkan dengan cara mengikis rahim menggunakan kuret (alat berbentuk sendok), Bunda mungkin akan mengalami perdarahan dalam waktu lama atau mengalami infeksi.

Terkecuali, jika semua jaringan kehamilan telah dikeluarkan, dokter biasanya akan merekomendasikan agar dilakukan kuret. Prosedur ini di bawah anestesi umum ringan dan biasanya dapat pulang pada hari yang sama seperti dikutip dari laman Better Health.

Setelah kuret, sebagian besar perempuan mengalami perdarahan selama 5 hingga 10 hari. Kemudian, ovarium biasanya akan menghasilkan sel telur sekitar 2 minggu setelah keguguran. Menstruasi pertama seharusnya terjadi dalam waktu 4 hingga 6 minggu ya, Bunda.

Guna memastikan tidak ada masalah di rahim, Bunda harus melakukan pemeriksaan dengan dokter yakni 6 minggu setelah keguguran. Hal ini guna memastikan tidak ada masalah apa pun di rahim serta memastikan bahwa rahim telah bersih pasca keguguran dan rahim sudah kembali ke ukuran normal.

Tanda rahim bersih setelah melahirkan yang perlu diperhatikan

Terlepas dari proses melahirkan yang dilewati, masa pemulihan pasca melahirkan umumnya dilewati selama enam minggu ya, Bunda. Ini artinya selama enam minggu tersebut, Bunda akan secara perlahan kembali ke kondisi sebelum melahirkan. 

Melakukan aktivitas seperti biasa menjadi hal yang bisa dilakukan secara normal ya, Bunda. Jika Bunda merasakan rasa sakit dan nyeri hal ini menjadi bagian yang normal sebagai bagian dari pemulihan dan proses pembersihan rahim. Adapun beberapa tanda rahim bersih setelah melahirkan yakni sebagai berikut ya, Bunda:

1. Nyeri vagina

Rasa nyeri di vagina mungkin timbul dan tenggelam sebagai bagian recovery pasca persalinan ya, Bunda. Bagian perineum yang merupakan area antara vagina dan anus akan terasa sakit dan merah meski Bunda tidak menjalani episiotomi. Bunda bisa mengompres area tersebut guna mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan.

2. Kontraksi rahim

Setelah persalinan, rahim memang berproses untuk mengecil tetapi tidak dalam waktu singkat ya, Bunda. Dengan adanya proses tersebut, kontraksi rahim mungkin kerap muncul dan Bunda merasakan adanya kram dan nyeri di bagian tersebut. 

Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena rahim secara perlahan kembali ke ukuran sebelum hamil dalam waktu empat minggu seperti dikutip dari laman Aboutkidshealth.

3. Penyempitan serviks

Leher rahim berukuran sekira lebar dua jari selama beberapa hari setelah melahirkan. Dalam beberapa minggu berikutnya, serviks secara bertahap menyempit dan menebal. Leher rahim mungkin tidak menjadi sesempit sebelum Bunda melahirkan.

4. Perdarahan (lokia)

Perdarahan merupakan hal normal selama rahim memulihkan diri. Namun, perdarahan ini akan berbeda dengan menstruasi pada umumnya dan biasanya berlangsung dengan ritme 1-2 minggu (merah dan banyak), dua minggu berikutnya berwarna kekuningan atau kecokelatan, 1-2 minggu terakhir (cairan keputihan).

Lokia adalah nama untuk cairan vagina ini, dan merupakan bagian normal dari pemulihan setelah melahirkan. Biasanya, fase ini akan berlanjut selama 6 hingga 8 minggu. Bagian ini merupakan proses pasca persalinan yang normal ya, Bunda. 

Tetapi, jika ada perdarahan yang tiba-tiba menjadi banyak, atau Bunda mengeluarkan gumpalan darah besar, atau jika Bunda merasa tidak enak badan, artinya ada kemungkinan terjadi infeksi atau rahim belum berkontraksi dengan benar. Terkadang, gumpalan darah atau jaringan yang tertahan di dalam rahim juga perlu dikeluarkan.

Karena kekebalan tubuh rendah setelah melahirkan, infeksi lebih sering terjadi. Jika Bunda mengalami demam, menggigil, nyeri perut yang semakin parah, atau merasa sakit yang tidak biasa, Bunda harus menghubungi dokter sesegera mungkin, seperti dikutip dari laman Drasthadayal.

Berapa lama rahim kembali normal setelah keguguran dan melahirkan?

Keguguran memang bisa sangat menyedihkan bagi Bunda dan pasangan sehingga fase ini sangat dibutuhkan dukungan terbaik dari support system secara positif. 

Dalam proses keguguran, biasanya jika Bunda mengalami keguguran pada trimester pertama, Bunda dapat menunggu selama 7-14 hari setelah keguguran agar jaringan keluar secara alami.

Jika rasa sakit dan perdarahan telah berkurang atau berhenti sepenuhnya selama waktu ini, artinya keguguran telah selesai. Bunda pun disarankan untuk melakukan tes kehamilan di rumah setelah tiga minggu. 

Jika tes menunjukkan Bunda masih hamil, segera hubungi dokter karena mungkin masih diperlukan tes lebih lanjut. Kemudian, jika nyeri dan perdarahan belum dimulai dalam 7-14 hari atau terus berlanjut atau memburuk, ini bisa berarti keguguran belum dimulai atau belum selesai. Dalam kondisi ini, Bunda biasanya akan ditawarkan untuk melakukan pemeriksaan USG kembali, seperti dikutip dari laman NHS.

Setelah pemeriksaan USG ini, Bunda dapat memutuskan untuk terus menunggu keguguran terjadi secara alami, atau menjalani pengobatan dengan obat-obatan atau operasi. Jika Bunda memilih untuk terus menunggu, dokter mungkin harus memeriksa kondisi Bunda lagi hingga 14 hari kemudian.

Ada baiknya, segera menghubungi rumah sakit jika perdarahan menjadi sangat deras, atau jika Bunda mengalami demam tinggi, atau jika Bunda mengalami nyeri hebat.

Terkait perdarahan, jumlah perdarahan yang dialami biasanya bergantung pada berapa minggu usia kehamilan Bunda. Awalnya, mungkin perdarahan akan sangat deras dan mengeluarkan gumpalan besar dan jaringan kehamilan.

Kemudian, perdarahan akan berlangsung selama 1-4 minggu setelah Bunda mengeluarkan janin, tergantung pada berapa minggu usia kehamilan Bunda. Dan, perdarahan akan berkurang dan berubah menjadi cokelat, seperti dikutip dari laman Tommys.

Jika biasanya Bunda memiliki siklus menstruasi yang teratur, menstruasi berikutnya akan terjadi sekitar 4-8 minggu setelah keguguran. Tetapi, mungkin masih membutuhkan waktu beberapa bulan lagi untuk kembali ke siklus yang teratur ya, Bunda.

Bunda biasanya akan berovulasi sebelum periode tersebut, jadi kemungkinan Bunda mengalami masa subur pada bulan pertama setelah keguguran. Sebaiknya, tunggu sampai Bunda mendapatkan hasil tes kehamilan negatif sebelum mencoba hamil kembali.

Terkadang, tes kehamilan positif setelah keguguran dapat menjadi tanda bahwa Bunda mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut. Satu-satunya cara dokter dapat memastikan bahwa hasil tes kehamilan positif adalah dengan adanya kehamilan baru ketika Bunda telah mendapatkan hasil tes negatif sejak keguguran.

Perlukah usg rahim setelah melahirkan?

Tindakan USG biasanya dikenal dilakukan saat kehamilan ya, Bunda. Padahal, USG pasca melahirkan juga diperluka. Seperti mengutip dari laman Times of India, Dr Anuja Thomas, seorang Konsultan Obstetri dan Ginekologi di Motherhood Hospital di Kharghar, Mumbai, mengatakan bahwa sonografi tidak hanya harus dilakukan selama kehamilan tetapi juga setelah kehamilan.

"Sonografi pasca persalinan memainkan peran penting dalam pemulihan ibu sepenuhnya setelah melahirkan. Ini membantu dokter memeriksa apakah rahim dan organ lain telah kembali normal dan mendeteksi komplikasi tersembunyi yang mungkin tidak menimbulkan gejala pada tahap awal,"katanya.

Penelitian medis juga mendukung bahwa USG pasca persalinan lebih dari sekadar tindakan yang bagus dilakukan. Dalam hal ini, USG menjadi jaring pengaman medis yang menangkap komplikasi pasca persalinan tersembunyi sebelum berubah menjadi masalah besar.

USG dapat mendeteksi jaringan plasenta yang tertahan dan penyebab perdarahan hebat. Menurut studi pada 2019 yang diterbitkan dalam Journal of Ultrasound in Medicine, “USG transvaginal memainkan peran penting dalam mengidentifikasi sisa produk konsepsi, sub-involusi uterus, dan penyebab lain dari perdarahan pascapersalinan, terutama ketika temuan klinis tidak meyakinkan.”

Perdarahan pasca persalinan mungkin tampak normal ya, Bunda. Tetapi, ketika perdarahan berat dan berkepanjangan, hal itu dapat disebabkan oleh fragmen plasenta yang tertahan atau involusi uterus yang tertunda (penyusutan uterus yang lambat). 

Dalam hal ini, ultrasonografi membantu dokter melihat apa yang tidak dapat diraba dan mengobatinya sejak dini di mana bisa berpotensi mencegah infeksi, anemia, atau intervensi darurat.

Dr Thomas mengatakan bahwa setelah melahirkan, sebagian besar perempuan fokus pada perawatan bayi baru lahir mereka. Sering kali mereka lupa bahwa tubuh mereka sendiri juga membutuhkan penyembuhan dan perhatian.

Sonografi pasca kehamilan atau pasca persalinan sama pentingnya dengan pemindaian prenatal. Tes sederhana ini membantu memastikan bahwa rahim, ovarium, dan organ di sekitarnya ibu sehat dan kembali ke keadaan normalnya. 

Selain itu, USG Ini dapat mendeteksi komplikasi tersembunyi yang mungkin muncul setelah persalinan, atau yang tidak terdeteksi selama pemindaian kehamilan, memastikan perawatan tepat waktu dan pemulihan yang lancar. 

Ultrasonografi juga dapat membantu mengidentifikasi masalah perut dan panggul setelah melahirkan. Sebuah studi pada 2017 dalam International Journal of Women Health and Reproduction Sciences menemukan, “Ultrasonografi dapat mengungkapkan berbagai kondisi pasca persalinan, termasuk penumpukan cairan, kelainan rahim, patologi ovarium, dan massa panggul, yang mungkin tidak menimbulkan gejala pada awalnya tetapi dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.”

Terkait manfaat USG, tindakan ini bukan hanya ditujukan untuk perdarahan saja, tetapi juga dapat mengungkap kondisi seperti kista ovarium, fibroid, atau penumpukan cairan yang tersamarkan selama kehamilan atau tersembunyi di bawah ketidaknyamanan pasca persalinan. Dengan adanya deteksi dini melalui USG tersebut berarti perawatan dini dapat segera dilakukan yang nantinya bisa mengurangi stres di kemudian hari.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Cerita Anggun C. Sasmi Alami Keguguran Berulang dan Tekanan Jadi Perempuan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

Mom's Life Amira Salsabila

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan

Kehamilan Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal

Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

20 Kado Anniversary Pernikahan untuk Pasangan yang Bagus dan Berguna

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK