KEHAMILAN
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 12 Feb 2026 18:50 WIBBunda pernah dengar kalau seorang perempuan bisa memiliki payudara tambahan yang disebut 'puting payudara ketiga'? Kondisi langka ini ternyata bisa saja terjadi usai melahirkan.
Kisah Bunda memiliki 'payudara ketiga' belum lama ini dialami oleh Jasmine Mamiya. Bunda dua anak ini memiliki puting payudara tambahan yang tumbuh di area ketiaknya.
Dilansir New York Post, Mamiya pertama kali mengetahui adanya benjolan di ketiak saat melakukan kontrol usai melahirkan. Ia bertemu dengan konsultan yang membantunya dalam memahami cara menyusui.
"Saya menyusui bayi pertama saya selama satu setengah tahun, jadi, kamu tahu, saya pikir tidak ada yang lebih mengejutkan dari hal ini," kata Mamiya.
Menurut konsultan yang menanganinya, beberapa perempuan memang dapat mengembangkan jaringan payudara tambahan selama kehamilan. 'Payudara ketiga' ini biasanya tak terlihat dan dapat membentang di kedua sisi tubuh dari ketiak hingga selangkangan, Bunda.
Setiap perempuan memilikinya di dalam rahim. Tetapi beberapa di antaranya dilahirkan dengan sejumlah kecil jaringan sisa yang tidak aktif selama bertahun-tahun. Nah, kehamilan dapat memicu perubahan tersebut.
Lonjakan hormon selama hamil dapat menargetkan reseptor jaringan payudara untuk mempersiapkan ASI, dan karena jaringan tambahan tersebut secara biologis identik dengan jaringan payudara biasa, maka ia dapat membengkak pada saat yang sama. Terkadang, jaringan ini membentuk benjolan lengkap dengan puting tambahan atau supernumerary.
Mamiya sebenarnya sudah menduga bahwa ia telah mengembangkan beberapa jaringan payudara berlebih ini setelah melihat adanya bercak lemak di bawah ketiak yang tidak kunjung hilang.
"Warnanya jadi jauh lebih gelap, seperti saat hamil. Puting dan areola akan menjadi sangat gelap, dan saya juga memperhatikan perubahan yang sama pada ketiak saya, jadi saya berpikir, 'Hebat, jaringan payudara tambahan, saya sudah tahu itu'," ungkapnya.
Meski sudah merasakan adanya perubahan, Mamiya tak pernah menyangka itu adalah 'payudara ketiga'. Pasalnya, ia sempat mengira benjolan itu sebagai kutil, Bunda.
"Dia (konsultan) bilang, 'Ya, kamu punya puting ketiga di ketiakmu', seolah-olah itu lucu atau semacamnya," ungkap Mamiya.
Melalui unggahan di TikTok, Mamiya memperlihatkan benjolan di ketiaknya yang cukup besar. Benjolan itu akan terlihat begitu jelas ketika ia mengangkat tangan kirinya.
"Pada dasarnya hanya terlihat seperti benjolan kecil dan area di sekitarnya menjadi lebih gelap. Jika lenganku diturunkan, itu terlihat normal," kata Bunda dua anak ini.
Dalam postingannya, Mamiya juga menjawab pertanyaan netizen yang penasaran tentang 'payudara ketiga' miliknya, apakah bisa mengeluarkan ASI atau tidak. Sayangnya, Mamiya tidak berencana untuk membuktikan hal tersebut.
"Jika kalian berpikir saya akan memasukkan pompa ASI saya ke sini dan memompa ketiak saya, kalian benar-benar gila karena saya tidak akan melakukannya. Jika memompa, tentu dapat merangsang produksi ASI. Tapi, saya tidak mencoba untuk mendorong ASI keluar dari sana," ujarnya.
Menurut Mamiya, benjolan di ketiaknya ini bisa meradang bila ia terlalu lama tidak menyusui. Untuk mencegahnya, ia rutin menyusui dan memompa payudara sesuai jadwal, serta mengompres area tersebut dengan kompres es dan hangat.
Penyebab munculnya 'payudara ketiga'
Puting atau payudara ketiga sering disebut juga puting supernumerary atau polimastia. Dilansir Healthline, ini merupakan kondisi di mana seorang perempuan memiliki satu atau lebih puting tambahan di tubuhnya.
Sejauh ini, tidak diketahui pasti berapa banyak orang yang memiliki kondisi 'payudara ketiga'. Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), ini adalah kondisi yang langka. Diperkirakan sekitar 200.000 orang Amerika memiliki satu atau lebih puting tambahan, dan lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita.
"Puting susu ketiga atau puting tambahan biasanya tidak berkembang sepenuhnya seperti puting susu biasa. Seseorang bahkan mungkin tidak langsung mengenali payudara atau puting tambahan tersebut," kata profesor, peneliti, dan praktisi kesehatan holistik, Debra Rose Wilson, Ph.D.
"Beberapa hanya tampak sebagai benjolan kecil tanpa ciri khas puting susu, tetapi yang lain bisa terlihat seperti puting pada biasanya."
Kemunculan payudara ketiga dapat dimulai sejak masa kehamilan, Bunda. Selama minggu keempat kehamilan, dua embryo milk lines (mammary ridges), yang terbuat dari jaringan ektoderm, akan menebal.
Biasanya, jaringan tersebut akan tetap tebal dan membentuk puting susu, sementara sisanya akan kembali melunak. Tetapi dalam beberapa kasus, bagian dari tonjolan mammary ridges tidak kembali menjadi jaringan ektoderm biasa. Ketika hal itu terjadi, payudara tambahan dapat muncul dan berkembang.
Dalam kasus yang jarang terjadi, 'payudara ketiga' dapat menjadi tanda cacat payudara bawaan atau tanda awal pertumbuhan jaringan yang ganas atau tumor. Salah satu gen yang dapat menyebabkan payudara tambahan atau disebut gen Scaramanga, juga dapat menyebabkan puting tambahan ini rentan berubah menjadi kanker payudara.
Sementara itu, jenis payudara tambahan tertentu, seperti polietelia, dapat terkait dengan kondisi ginjal seperti penyakit ginjal stadium akhir atau kanker sel ginjal.
Konsultasi ke dokter sangat dianjurkan bagi Bunda yang memiliki 'payudara ketiga' dan mengalami ketidaknyamanan karena mengeluarkan ASI atau menimbulkan nyeri yang menjalar. Bunda juga disarankan untuk periksa ke dokter bila payudara tambahan ini membentuk benjolan baru yang keras dan menimbulkan ruam.
Demikian kisah Bunda memiliki 'payudara ketiga' usai melahirkan, serta penjelasan medis terkait hal tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Langkah Meredakan Payudara Bengkak karena Tidak Menyusui
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ucapan Polos Aurel yang Bikin Ashanty Mau Dinikahi Anang Hermansyah
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?