HaiBunda

KEHAMILAN

Ternyata Semakin Janin Aktif Bergerak, Ikatan dengan Bundanya Makin Erat

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Feb 2026 11:10 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tanaban chuenchay
Jakarta -

Janin aktif bergerak bisa menandakan kehamilan berjalan lancar, Bunda. Tak hanya itu, janin yang aktif juga dikaitkan dengan ikatan emosional yang lebih besar dengan ibundanya.

Studi terbaru menunjukkan bahwa frekuensi gerakan janin pada akhir kehamilan berhubungan langsung dengan ikatan ibu dan janin yang lebih kuat. Dalam studi ini, para peneliti menggunakan aktokardiograf untuk mengukur gerakan janin dan menemukan bahwa aktivitas yang lebih tinggi dikaitkan dengan ikatan emosional yang lebih besar, bahkan setelah mengontrol faktor lain seperti suasana hati ibu atau usia kehamilan.

Hasil tersebut menyoroti bahwa gerakan janin tidak hanya berfungsi sebagai indikator kesehatan tetapi juga komunikasi awal yang membangun ikatan emosional. Demikian seperti dilansir laman Neuroscience News.


Detail hasil studi gerakan janin dan bonding ibu-anak

Secara detail, penelitian yang diterbitkan di jurnal Early Human Development ini mengukur gerakan janin pada 51 ibu hamil di trimester ketiga kehamilan. Gerakan janin diukur atau direkam menggunakan aktokardiograf. Sementara itu, ikatan ibu-janin atau maternal-fetal attachment (MFA) dinilai menggunakan kuesioner Prenatal Attachment Inventory-Revised.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin aktif janin, semakin kuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Hubungan ini tetap signifikan bahkan ketika faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi ikatan tersebut dipertimbangkan, seperti suasana hati ibu, usia kehamilan, paritas, atau pengetahuan tentang jenis kelamin bayi.

Temuan ini memperkuat pentingnya gerakan janin selama kehamilan, Bunda. Gerakan janin tidak hanya digunakan sebagai indikator kesehatan, tetapi juga bentuk komunikasi yang membantu memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak. Bahkan ketika tidak disadari, gerakan janin juga sepertinya memainkan peran aktif dalam menciptakan ikatan emosional ini, Bunda.

Menurut peneliti, memperhatikan gerakan bayi (misalnya, melalui pengamatan atau respons emosional sederhana) dapat menjadi cara yang sederhana, alami, dan tidak invasif untuk meningkatkan ikatan yang lebih kuat sebelum bayi lahir. Keterikatan ini juga secara tak langsung dapat berdampak positif pada perawatan pasca persalinan.

"Meskipun temuan kami sejalan dengan penelitian sebelumnya, pekerjaan kami selangkah lebih jauh karena menggunakan pengukuran objektif gerakan janin daripada hanya mengandalkan persepsi ibu," kata salah satu peneliti Helena Rutherford.

"Dengan menggunakan aktokardiograf, kami dapat menangkap gerakan yang tidak dirasakan oleh ibu, sehingga memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti dan tidak bias mengenai hubungan antara aktivitas janin dan keterikatan prenatal."

Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menggarisbawahi relevansi gerakan janin dalam psikologi kehamilan, di mana menunjukkan bahwa gerakan janin di luar persepsi ibu dapat berfungsi sebagai sinyal komunikatif untuk meningkatkan MFA.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa menghitung gerakan janin secara signifikan meningkatkan skor MFA. Ibu yang merasakan lebih banyak gerakan janin cenderung memiliki skor MFA yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang merasakan lebih sedikit gerakan.

Namun, masih belum jelas apakah hubungan ini semata-mata berasal dari persepsi subjektif ibu hamil atau apakah memang ada hubungan yang terukur antara aktivitas janin yang sebenarnya dan ikatan emosional yang terbentuk selama kehamilan.

Tips merangsang gerakan janin di dalam kandungan

Gerakan janin biasanya mulai muncul di trimester dua kehamilan, Bunda. Setelah usia 26 minggu, gerakan ini dapat dirasakan setiap hari.

"Gerakan janin biasanya dirasakan pertama kali pada usia kehamilan antara 18 sampai 22 minggu. Pada kehamilan kedua, gerakan bisa dirasakan lebih awal di usia kehamilan 14 atau 16 minggu," kata Dokter Obgyn di Los Angeles, Dr. Michele Hakakha, dikutip dari Parents.

Ada beberapa upaya yang dapat Bunda lakukan untuk merangsang gerakan janin agar aktif. Melansir dari beberapa sumber, berikut tipsnya:

  1. Mengajak bicara janin di dalam kandungan
  2. Membacakan buku cerita
  3. Memperdengarkan musik yang lembut
  4. Menyorotkan cahaya senter pada perut ibu hamil
  5. Mengusap perut
  6. Mengonsumsi camilan manis
  7. Melakukan meditasi
  8. Menonton film saat hamil

Demikian hasil studi yang mengungkap kaitan antara gerakan janin dan ikatan yang terjalin dengan ibunda. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Serba-serbi Gerakan Janin, Beda antara Perempuan dan Laki-laki, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kabar Bahagia! Lee Seung Gi dan Lee Da In Umumkan Kehamilan Anak Kedua

Kehamilan Amrikh Palupi

Apakah Kurma Bagus untuk Diet? Ketahui Kandungan Nutrisinya

Mom's Life Arina Yulistara

200 Nama Anak yang Bagus dan Hoki untuk Bayi Perempuan dan Laki-laki

Nama Bayi Indah Ramadhani

Anak Baru Belajar Puasa: Perlu Dipaksa atau Dikenalkan Pelan-Pelan?

Parenting Nadhifa Fitrina

Tes Kepribadian Online Gratis: Seberapa Akurat Hasilnya?

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

36 Promo Valentine 2026 Lengkap dari Cokelat, Makanan hingga Diskon Wisata Bersama Keluarga

Kabar Bahagia! Lee Seung Gi dan Lee Da In Umumkan Kehamilan Anak Kedua

Kemeriahan Khalifa IMS Family Fun Gathering 2026, Ada Kids Performance hingga Booth Interaktif Hello Panda

Anak Baru Belajar Puasa: Perlu Dipaksa atau Dikenalkan Pelan-Pelan?

Apakah Kurma Bagus untuk Diet? Ketahui Kandungan Nutrisinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK