KEHAMILAN
Telat Haid tapi Tidak Merasakan Gejala Hamil, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 22 Feb 2026 13:55 WIBTelat haid tak selalu karena hamil. Jika Bunda telat haid tapi tidak merasakan gejala hamil seperti mual, payudara nyeri, atau mudah lelah, bisa disebabkan banyak faktor. Untuk itu, ketahui penyebab dan cara mengatasinya.
Sebenarnya, telat haid tak perlu dikhawatirkan tapi sebaiknya periksakan ke dokter jika berbulan-bulan mengalaminya untuk berjaga-jaga. Dokter umum dapat merujuk Bunda ke spesialis (ginekolog atau endokrinolog) jika memerlukan tes atau pemindaian untuk mengetahui penyebab telat atau tidak haid.
Penyebab telat haid tapi tidak merasakan gejala hamil
Banyak perempuan yang mengalami menstruasi terlambat atau tidak menstruasi pada suatu waktu. Telat haid atau tidak menstruasi dapat memengaruhi siapa pun yang mengalami menstruasi.
1. Stres
Dr. Jenna Beckham, Dokter Kandungan, Ginekolog, dan Spesialis Perencanaan Keluarga Kompleks, menjelaskan jika mengalami telat haid tapi tidak bergejala hamil bisa disebabkan stres. Ada banyak penyebab stres termasuk:
- Stres emosional yang disebabkan oleh masalah pekerjaan, kehilangan orang ter beloved, masalah keuangan, atau masalah hubungan.
- Stres fisik yang disebabkan oleh operasi, penyakit, atau trauma fisik.
"Beberapa stres adalah bagian normal dari kehidupan. Namun, terlalu banyak stres dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh, yang dapat mengakibatkan menstruasi terlambat atau terlewat," kata Beckham dilansir dari Flo.Health.
Beckham mengatakan, stres dapat mengganggu pengaturan siklus tubuh dengan memengaruhi hipotalamus. Ketika seseorang stres maka tubuh mulai memproduksi lebih banyak hormon yang disebut kortisol, yang dapat mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan agar menstruasi terjadi. Biasanya, setelah tingkat stres berkurang, menstruasi akan kembali normal.
"Jadi, jawaban atas pertanyaan berapa lama stres dapat menunda menstruasi Anda mungkin bergantung pada apakah stres Anda bersifat jangka pendek atau kronis," ujarnya.
2. Berat badan terlalu rendah atau berlebihan
Fluktuasi berat badan menjadi alasan umum lainnya seseorang mengalami telat haid atau tidak haid. Penurunan berat badan yang cepat karena diet atau olahraga berlebihan juga dapat memengaruhi hormon tubuh.
Menjaga kesehatan dan gaya hidup aktif dapat membantu siklus menstruasi menjadi teratur kembali, tetapi sebaiknya bicarakan dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran yang sesuai.
Sedangkan kelebihan berat badan dapat memengaruhi ovulasi dengan mengubah kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. "Ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Kekurangan berat badan juga dapat mencegah seseorang mengalami menstruasi," kata Beckham.
3. Olahraga berat
Aktivitas fisik yang ekstrem dapat menghentikan siklus menstruasi karena menyebabkan metabolisme melambat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan ovulasi berhenti karena tubuh mencoba menghemat energinya.
4. Penggunaan KB hormonal
Kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi. Misalnya, pil kontrasepsi menyebabkan beberapa orang mengalami telat haid sesekali.
Beberapa jenis kontrasepsi hormonal, seperti pil progestogen saja, suntikan kontrasepsi, dan sistem intrauterin, dapat menyebabkan menstruasi berhenti sepenuhnya saat Bunda menggunakannya. Lamanya waktu yang dibutuhkan agar menstruasi kembali setelah berhenti menggunakan kontrasepsi akan bergantung pada jenis yang Anda gunakan.
5. Gangguan tiroid
Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Ketika kadar hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan pendarahan menstruasi yang berkepanjangan, siklus anovulasi (siklus tanpa ovulasi), dan periode menstruasi yang tidak teratur.
Dalam beberapa kasus, penyakit tiroid juga dapat menyebabkan periode menstruasi berhenti selama beberapa bulan, yang disebut amenore.
Untuk mengobati penyakit tiroid, penyedia layanan kesehatan dapat meresepkan penggantian hormon tiroid untuk hipotiroidisme dan penekan tiroid untuk hipertiroidisme.
6. Sindrom polikistik ovarium (PCOS)
Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh memproduksi androgen dalam jumlah lebih tinggi, yang dapat mencegah pelepasan sel telur (ovulasi), sehingga menyebabkan haid telat atau tidak teratur.
7. Perimenopause
Perimenopause adalah fase transisi sebelum menopause yang biasanya dimulai pada pertengahan usia 40-an. Namun, ada beberapa orang yang memulai perimenopause lebih awal, mengalami tanda dan gejala sejak pertengahan usia 30-an.
Perimenopause ditandai dengan penurunan estrogen, yang kemudian mengganggu produksi progesteron tubuh. Kedua hormon ini penting untuk ovulasi dan menstruasi, sehingga perubahan tersebut dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.
Jika Bunda mengalami perimenopause dan masih kadang-kadang mengalami menstruasi, itu berarti Bunda masih berovulasi (walaupun tidak teratur). Setelah Bunda tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan, itu berarti menopause telah dimulai.
8. Hamil samar
Bunda jika ada kemungkinan hamil dan haid telat, mungkin saatnya melakukan tes kehamilan. Sebaiknya lakukan ini sekitar 1 minggu setelah seharusnya menstruasi dimulai. Melakukan tes terlalu dini dapat menyebabkan hasil tes negatif meskipun hamil, karena tes terlalu dini untuk mendeteksi hormon kehamilan dalam urine.
|
|
Berapa lama telat haid karena hamil?
Normalnya, panjang siklus menstruasi sedikit bervariasi dari bulan ke bulan. Siklus haid normal umumnya berlangsung antara 21–35 hari. Haid dianggap terlambat jika biasanya siklus Bunda teratur dan sudah lebih dari tiga hari melewati tanggal seharusnya.
Tes kehamilan biasanya sudah bisa mendeteksi hormon hCG sekitar 7–14 hari setelah pembuahan, atau saat haid terlambat.
Tanda hamil yang perlu diperhatikan selain telat haid
Jika Bunda ada kemungkinan hamil dan haid telat, sudah saatnya melakukan tes kehamilan sekitar 1 minggu setelah seharusnya menstruasi dimulai. Melakukan tes terlalu dini dapat menyebabkan hasil tes negatif meskipun hamil. Bunda akan kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk tes kehamilan jika sikls haid biasanya tidak teratur.
Ada beberapa tanda awal kehamilan lainnya yang perlu diperhatikan jika Bunda telat haid, meliputi:
- Payudara terasa nyeri dan sensitif
- Payudara bengkak
- Mual atau muntah
- Kelelahan
Tanda ini bisa berbeda pada setiap perempuan, bahkan ada yang hampir tidak merasakannya.
Perbedaan telat haid karena stres dan hamil
Ada beberapa alasan haid terlambat. Namun,apa ada perbedaan telat haid karena stres dan hamil?
Berikut beberapa perbedaan telat haid karena stres dan hamil
- Tidak ada gejala khas kehamilan.
- Biasanya disertai gangguan tidur atau kecemasan.
- Siklus kembali normal setelah stres berkurang.
Sedangkan telat haid karena hamil umumnya disertai gejala kehamilan seperti mual, payudara nyeri, atau lelah. Jika melakukan tes kehamilan di waktu yang tepat maka hasilnya positif. Selain itu haid tidak hanya terlambat dalam beberapa hari, tapi haid tidak datang hingga berbulan-bulan.
Cara mengatai telat haid
Bunda dapat melakukan berbagai cara untuk mengatasi telat haid. Berikut 8 cara untuk mengatur haid secara alami dilansir healthline:
1. Berlatih yoga
Yoga merupakan pengobatan yang efektif untuk berbagai masalah menstruasi. Yoga juga telah terbukti mengurangi nyeri haid dan gejala emosional yang terkait dengan menstruasi, seperti depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas hidup pada Bunda dengan dismenore primer.
2. Pertahankan berat badan yang sehat
Perubahan berat badan dapat memengaruhi menstruasi. Berat badan yang turun ekstrem atau naik berlebihan juga dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Penting bagi Bunda untuk mempertahankan berat badan yang moderat.
3. Berolahraga secara teratur
Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat membantu mengatur siklus menstruasi. Seseorang yang memiliki penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS) sebaiknya melakukan olahraga untuk mempertahankan berat badan dan memperlancar siklus menstruasi.
Sebuah uji klinis tahun 2021 menunjukkan bahwa olahraga dapat secara efektif mengobati dismenore primer dengan mengurangi intensitas dan durasi nyeri yang terkait dengan siklus menstruasi.
4. Konsumsi jahe
Jahe dapat meredakan nyeri dan mengobati menstruasi yang tidak teratur. Penelitian dari 2014 menemukan bahwa mengonsumsi jahe selama 7 hari sebelum menstruasi meredakan suasana hati, fisik, dan gejala perilaku sindrom pramenstruasi (PMS).
5. Konsumsi kayu manis
Penelitian menemukan bahwa kayu manis dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan bisa menjadi piihan pengobatan yang efektif untuk perempuan dengan PCOS. Selain itu, kayu manis juga terbukti secara signifikan mengurangi nyeri haid dan pendarahan, serta meredakan mual dan muntah yang berhubungan dengan dismenore primer.
6. Konsumsi vitamin
Terdapat sebuah penelitian yang mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dapat memengaruhi menstruasi tidak teratur. Bunda bisa mengonsumsi vitamin D untuk membantu mengatur menstruasi.
Vitamin D sering ditambahkan ke beberapa makanan, termasuk susu dan produk susu lainnya serta sereal. Bunda juga bisa mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari atau melalui suplementasi.
7. Minum cuka sari apel setiap hari
Penelitian menunjukkan bahwa minum 15 ml cuka sari apel setiap hari dapat memulihkan menstruasi ovulasi pada perempuan dengan PCOS. Bunda bisa mencobanya dengan mencampurkannya dengan air dan menambahkan satu sendok makan madu.
8. Makan nanas
Buah nanas adalah obat rumahan yang populer untuk masalah menstruasi, karena mengandung bromelain, enzim yang diklaim dapat melembutkan lapisan rahim dan mengatur menstruasi.
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Jumlah Sel Telur Wanita Sejak Lahir, Usia 20-an sampai Masa Menopause
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Telat Haid 1 Bulan tapi Hasil Kehamilan Negatif, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Telat Haid tapi Tidak Merasakan Gejala Hamil? Coba Segera Lakukan Tes Kehamilan Bun
5 Penyebab Telat Haid Selain karena Hamil, Bisa Jadi karena Stres
6 Penyebab Telat Haid yang Perlu Diketahui, Awas Pertanda Masalah Berat Badan
TERPOPULER
7 Potret Kehidupan Artis Cilik 90'an Kini Sudah Punya Anak, Terbaru Ada Tina Toon
Jumlah Anak Nabi Adam AS Menurut Islam Beserta Nama dan Kisahnya
Batas Hubungan Kemesraan Suami Istri saat Puasa Ramadhan
Mengenal Apa Itu Salt Therapy untuk Anak Seperti yang Dilakukan Acha Sinaga dan Nikita Willy
Telat Haid tapi Tidak Merasakan Gejala Hamil, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
Review Beras Porang Fukumi & Tropicana Slim, Praktis Tinggal Seduh
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Asam Urat Kambuh saat Puasa? Ini 3 Resep Mengobatinya
Nyeri Perut Bagian Bawah saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?
Jumlah Anak Nabi Adam AS Menurut Islam Beserta Nama dan Kisahnya
7 Potret Kehidupan Artis Cilik 90'an Kini Sudah Punya Anak, Terbaru Ada Tina Toon
Batas Hubungan Kemesraan Suami Istri saat Puasa Ramadhan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
10 Film Anime Terbaik yang Wajib Ditonton, Rating Tinggi & Bikin Nostalgia
-
Beautynesia
Sambut Ramadan, KIKO Milano Rilis Koleksi Edisi Terbatas 'Threads of Time'
-
Female Daily
Planet Sports Run Resmi Buka Tahun 2026 bersama 8.000 Peserta #UnlockYourBestTogether!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis Triple Threat di Bioskop Trans TV Hari Ini, Dibintangi Iko Uwais
-
Mommies Daily
10 Bahasa Cinta Suami Istri di Bulan Ramadan, Kunci Hubungan Berkah!