Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Jumlah Anak Nabi Adam AS Menurut Islam Beserta Nama dan Kisahnya

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 22 Feb 2026 15:45 WIB

Kisah Nabi Khidir dan hikmah ceritanya untuk dijadikan teladan anak
Ilustrasi kisah nabi/Foto: Getty Images/iStockphoto/rudall30
Daftar Isi
Jakarta -

Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS sebagai manusia pertama. Sampai saat ini, kisah tentang jumlah anak Nabi Adam masih menjadi pembelajaran yang penting untuk dipahami.

Dikutip dari buku Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Perspektif Al-Quran, oleh Ali Sumitro, S.Ag, M.Pd.I, kisah Nabi Adam tak hanya menggambarkan asal-usul manusia, tetapi juga nilai penting tentang peran ayah dalam kehidupan anak.

Nabi Adam menjadi pembuka jalan kehidupan bagi umat manusia, sekaligus contoh pertama bagi pentingnya pendidikan yang dilakukan oleh seorang ayah.

Salah satu aspek yang dapat dilihat dari kisah Nabi Adam adalah bahwa beliau sebagai ayah pertama, yang memiliki tugas mendidik keturunannya dalam mengenal Allah dan menjalani hidup penuh tantangan.

Nabi Adam juga menunjukkan bahwa meskipun ia sendiri tidak sempurna dan pernah melakukan kesalahan, namun ia tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya dengan memberi bimbingan yang tepat.

Jumlah Anak Nabi Adam AS Menurut Islam Keseluruhan

Ulasan tentang jumlah anak Nabi Adam AS menurut Islam pernah dikutip dari buku Kisah Para Nabi Ibnu Katsir Terjemahan Umar Mujtahid. Disebutkan bahwa di awal penciptaannya, Nabi Adam dan Siti Hawa dikaruniai lima orang anak, yaitu tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. 

Namun secara keseluruhan, Ulama Ibnu Jarir Ath-Thabari menyebutkan dalam kitab Tarikhnya: "Hawa melahirkan anak-anak keturunan Adam sebanyak empat puluh anak dengan dua puluh kali kehamilan".

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu Ishaq. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa Siti Hawa hamil sebanyak 120 kali. Setiap kali hamil, ia melahirkan dua anak kembar sepasang, laki-laki dan perempuan.

Setelahnya, anak cucu Nabi Adam dan Hawa pun bertebaran di muka bumi, dan jumlahnya terus bertambah hingga sekarang. Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 1:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً

Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā

Artinya:

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Nama-nama Anak Nabi Adam AS

Di awal penciptaannya, Nabi Adam dan Siti Hawa dikaruniai lima orang anak, yaitu tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. 

Dalam buku Kisah Para Nabi, anak pertama Nabi Adam dan Siti Hawa adalah Qabil dan kembarannya Iqlima. Setelah itu, lahir sepasang berikutnya yang diberi nama Habil dan Labuda.

Anak Nabi Adam selanjutnya bernama Syits, yang disebutkan mewarisi kenabian ayahnya. Adapun anak bungsu Nabi Adam dan Hawa bernama Abdul Mughits dan kembarannya, Ummul Mughits.

Kisah Anak Nabi Adam AS 

Berikut ulasan tentang kisah anak-anak Nabi Adam AS:

1. Habil dan Qabil, Iqlima dan Labuda

Dikutip dari buku Cerita Teladan 25 Nabi dan Rasul oleh Iip Syarifah, S.Pd.I, Qabil adalah salah satu anak Nabi Adam yang bersaudara kembar dengan Iqlima. Sementara, Habil adalah anak Nabi Adam yang bersaudara kembar dengan Labuda.

Iqlima terlahir dengan paras yang cantik, sedangkan Labuda tidak secantik Iqlima.

Semua keturunan Nabi Adam hidup dengan damai sampai mereka dewasa. Kemudian, turun perintah Allah agar Adam menikahkan anak-anaknya. Allah memerintahkan agar anak yang terlahir sebagai saudara kembar dinikahkan dengan saudara kembar yang lain.

Dengan ketentuan itu, Qabil harus menikah dengan Labuda. Sementara itu, Habil haris menikah dengan Iqlima.

Qabil tidak menyetujui hal ini, karena ia sudah lama menyukai Iqlima. Ia menolak menikahi Labuda dan bersikeras menikahi Iqlima.

Dengan bijak, Nabi Adam mengingatkan Qabil bahwa ketentuan Allah harus ditaati. Namun nasihat tersebut diabaikan, Qabil tetap ingin menikahi Iqlima, saudara kembarnya yang lebih cantik.

Sesuai petunjuk Allah SWT, Nabi Adam meminta Qabil dan Habil untuk berkurban. Siapa pun yang kurbannya diterima oleh Allah SWT, maka segala kebutuhan dan keinginannya akan dikabulkan oleh-Nya, termasuk keinginan Qabil untuk menikah dengan Iqlima.

Ternyata pada akhirnya, kurban Habil yang diterima oleh Allah SWT. Qabil yang dari awal sudah bertujuan tidak baik pun tak ikhlas dengan kenyataan itu, sehingga menaruh dendam pada Habil dan berkeinginan membunuhnya.

Saat Habil seorang diri, Qabil benar-benar membunuh saudaranya tersebut. Melihat Habil terkapar tak berdaya, Qabil sempat bingung dan terbesit penyesalan di hatinya.

Kisah ini dituliskan dalam Al-Qur'an. "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima kurban salah satu di antara mereka berdua (Habil) dan tidak diterima yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, 'Aku pasti membunuhmu.' Habil berkata, 'Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa'." [Qs. Al-Maidah, (5:27)].

2. Syaits bin Adam

Nabi Adam dan Hawa kemudian memiliki seorang anak lelaki yang diberi nama Syaits. Hawa mengatakan, "Aku memberi nama itu karena aku diberi pengganti Habil yang telah dibunuh Qabil."

Abu Dzar menuturkan dalam hadits yang ia dengar dari Rasulullah SAW: "Sungguh, Allah menurunkan 104 lembaran, 50 di antaranya Allah turunkan kepada Syaits."

Muhammad bin Ishaq juga menyatakan, "Saat sekarang, Adam berwasiat kepada anaknya, Syaits, mengajarkan saat-saat pada malam dan siang hari, mengajarkan ibadah apa saja pada saat-saat itu, dan memberitahukan padanya setelah itu akan terjadi banjir besar."

Dikutip dari buku Mukasyafatul Qulub, Menyingkap Tabir Hati untuk Mendekati Allah oleh Imam Al-Ghazali, Nabi Adam mewasiatkan beberapa hal kepada Syaits, untuk diwariskan lagi pada anak-anaknya kelak.

Termasuk di antaranya pesan untuk jangan merasa tenang karena dunia, sebab Nabi Adam tenang dengan surga yang kekal lalu Allah mengeluarkannya dari surga.

Ada juga nasihat tentang berpikir dua kali sebelum bertindak. "Apa pun perbuatan yang kalian inginkan, maka lihatlah dulu akibatnya. Karena sesungguhnya aku, seandainya aku memikirkan akibat dari perbuatanku itu, niscaya aku tidak akan mengalami apa yang telah menimpaku."

Pesan Nabi Adam juga menjelaskan tentang keraguan. "Jika hati kalian bimbang dengan sesuatu, maka jauhilah dulu. Karena sesungguhnya aku ketika memakan buah dari pohon itu, hatiku merasa bimbang, tetapi aku tidak menghiraukannya, sehingga aku berakhir dengan penyesalan."

Musyawarah juga menjadi pesan dari Nabi Adam kepada Syaits. Beliau menjelaskan bahwa seandainya dirinya bermusyawarah dengan para malaikat, niscaya ia tidak akan tertimpa dengan apa yang telah menimpanya.

Itulah penjelasan tentang jumlah anak Nabi Adam AS menurut Islam, beserta nama-nama dan kisahnya. Semoga cerita ini bisa menjadi bahan pembelajaran untuk dipahami dan dikerjakan oleh anak ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda