Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Mengenal Menarche, Fase Menstruasi Pertama pada Remaja Perempuan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 10:35 WIB

Menarche, Fase Menstruasi Pertama
Menarche Fase Menstruasi Pertama / Foto: Getty Images/Dima Berlin
Daftar Isi

Memiliki anak perempuan membuat Bunda perlu mempersiapkan diri saat mereka mulai memasuki masa remaja. Seperti yang kita tahu, salah satu ciri umum anak perempuan memasuki masa remaja ialah menstruasi atau menarche.

Ketika menstruasi pertama datang, Bunda perlu bersikap tenang, suportif, dan memberinya pendampingan. Mengingat ini pengalaman baru baginya, wajar saja jika anak merasa bingung, canggung, atau belum terbiasa dengan perubahan serta siklus yang terjadi.

Nah, untuk mendukung kesiapan anak menghadapi menstruasi pertamanya, yuk simak penjelasan lebih lanjut mengenai menstruasi, gejala yang menyertai, serta cara mengelolanya berikut ini, Bunda.

Mengenal apa itu menarche

Menarche merupakan istilah untuk menstruasi pertama, Bunda. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak perempuan telah memasuki masa remaja sekaligus mengalami pubertas, yang ditandai dengan pertumbuhan payudara, pinggul melebar, tinggi badan bertambah, tumbuh rambut di area tertentu, dan munculnya jerawat.

Nantinya, menstruasi akan menjadi siklus bulanan perempuan yang menandakan bahwa tubuh mulai siap untuk bereproduksi. Setiap bulan, ovarium akan memproduksi sel telur dan dinding rahim menebal. Apabila tidak terjadi pembuahan oleh sperma, maka dinding rahim akan meluruh.

Berdasarkan data di Amerika Serikat, rata-rata anak perempuan mengalami menstruasi pertamanya pada usia 12 sampai 13 tahun. Namun, usia normal menarche umumnya berkisar antara 11 hingga 15 tahun. Bahkan, pada sebagian anak dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat, seperti sebelum 11 atau setelah 16 tahun.

Apakah yang membuat menarche terjadi lebih awal dan terlambat?

Melansir dari laman Flo Health, beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa peningkatan berat badan selama masa kanak-kanak menjadi penyebab awal datangnya menarche, Bunda. Menarche yang terjadi lebih awal juga dikaitkan dengan pubertas dini yang disebabkan oleh:

  • Latar belakang etnis, sebab terdapat kelompok tertentu yang lebih rentan terhadap menarche dini
  • Kelainan sistem saraf pusat
  • Sindrom genetik yang langka
  • Tumor pada otak, kelenjar pituitari, atau ovarium
  • Gangguan kelenjar adrenal
  • Hipotiroidisme berat

Sebaliknya, menarche yang terlambat sering kali disebabkan oleh kurangnya lemak pada tubuh, Bunda. Tubuh membutuhkan jumlah lemak yang mencukupi untuk memasuki fase pubertas dan memulai menstruasi pertama. Namun, terdapat beberapa penyebab menarche menjadi terlambat, yakni:

  • Kecenderungan atau predisposisi genetik yang diturunkan dalam keluarga.
  • Masalah kesehatan, seperti radang usus, anemia, diabetes melitus, penyakit ginjal, dan fibrosis kistik.
  • Perawatan radiasi atau kemoterapi.
  • Gangguan autoimun, seperti penyakit Addison dan tiroiditis Hashimoto.
  • Tumor pada kelenjar pituitari atau hipotalamus yang mempengaruhi produksi hormon.

Gejala umum menarche pada remaja perempuan

Gejala yang paling umum menjelang menstruasi pertama atau menarche meliputi kram perut, perut kembung, payudara sensitif atau nyeri, muncul jerawat, perubahan suasana hati, dan kelelahan.

Selain itu, anak perempuan Bunda juga akan menyadari adanya keputihan yang kental seperti cairan berwarna putih, bening, atau kekuningan. Hal ini sangatlah normal, sebab cairan tersebut akan membantu melindungi vagina dari infeksi dan menjaga kebersihannya.

Saat menstruasi mulai terjadi, mereka akan melihat darah berwarna merah atau cokelat pada celana dalamnya. Biasanya, darah yang keluar pada awal menstruasi hanya sedikit dan tampak seperti bercak, tetapi jumlahnya dapat bertambah seiring waktu.

Setiap perempuan memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda-beda. Terlebih, saat menstruasi pertama yang sering kali sulit diprediksi. Oleh karena itu, Bunda bisa mengatakan kepada anak untuk tidak terlalu khawatir bila gejala atau siklus menstruasi yang dialami, berbeda dengan perempuan lain.

Tips saat menghadapi menstruasi pertama anak

Jika menstruasi pertamanya terjadi secara tiba-tiba di sekolah dan tidak tersedia pembalut, Bunda bisa menyarankan anak untuk menggunakan tisu toilet yang dilipat sementara. Selain itu, tidak ada salahnya meminta bantuan teman, guru, atau petugas sekolah untuk meminta pembalut.

Menarche umumnya akan terjadi selama beberapa hari, sehingga Bunda perlu memastikan anak menyimpan beberapa persediaan pembalut di dalam tasnya. Ingatkan juga untuk mengganti pembalut secara rutin, sekitar empat hingga enam jam sekali untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan infeksi.

Bunda juga bisa meminta anak untuk mencatat tanggal dimulainya menstruasi pertama agar mempersiapkan menstruasi yang akan datang di bulan berikutnya. Mencatat jadwal juga dapat mendeteksi siklus menstruasi, baik yang teratur maupun tidak teratur.

Berikut ini beberapa tips lain yang dapat Bunda sarankan kepada anak untuk mengelola menstruasi serta gejala yang menyertainya.

  • Selalu siap sedia pembalut di dalam tas, hindari menggunakan tampon untuk menstruasi pertama.
  • Gunakan panty liner tipis saat menstruasi sudah hampir selesai.
  • Siapkan diri untuk menghadapi rasa sakit dan pegal yang muncul saat menstruasi.
  • Gunakan heat pack atau kantong berisi air hangat untuk meredakan nyeri perut dan pegal.
  • Kurangi olahraga berat dan aktivitas fisik yang melelahkan.
  • Banyak minum air putih.
  • Tidur yang cukup selama delapan jam setiap malam untuk mencegah kelelahan berlebih.
  • Gunakan obat seperti ibuprofen bila nyeri semakin terasa.

Demikian informasi mengenai menarche atau menstruasi pertama pada remaja perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda