KEHAMILAN
Ternyata Suhu Panas di Malam Hari Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak saat Hamil
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIBBunda, siapa sangka suhu panas di malam hari ternyata bukan cuma bikin susah tidur, tapi juga bisa berdampak pada kesehatan janin? Sejumlah penelitian terbaru menemukan bahwa paparan suhu tinggi saat malam hari selama kehamilan berpotensi meningkatkan risiko gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder/ASD) pada anak.
Meski temuan ini masih terus diteliti lebih lanjut, para ahli mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh ibu hamil tetap stabil, terutama di tengah cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.
Mengenal kondisi autisme?
Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku anak. Menurut data dari World Health Organization, autisme memengaruhi sekitar 1 dari 100 anak di dunia.
Gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap anak, mulai dari keterlambatan bicara, kesulitan berinteraksi sosial, hingga perilaku repetitif.
Hingga kini, belum ada satu penyebab pasti autisme. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai gangguan multifaktorial, artinya dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus seperti:
- Faktor genetik
- Perkembangan otak saat dalam kandungan
- Faktor lingkungan tertentu
Penting dipahami bahwa autisme bukan disebabkan oleh pola asuh, dan bukan karena kesalahan orang tua. Autisme bukan penyakit yang bisa 'disembuhkan', tetapi anak dengan ASD bisa berkembang sangat baik dengan terapi dan intervensi dini, seperti terapi wicara, terapi perilaku, serta dukungan pendidikan khusus.
Hubungan suhu panas dan risiko autisme
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan lingkungan menemukan bahwa ibu hamil yang terpapar suhu panas ekstrem terutama pada malam hari, memiliki peningkatan risiko melahirkan anak dengan ASD.
Studi lain yang dikutip di JAMA Network Open juga menunjukkan bahwa paparan gelombang panas, khususnya pada trimester kedua dan ketiga, berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf pada anak.
Para peneliti menduga ada beberapa mekanisme biologis yang mungkin terjadi pada saat suhu tinggi:
- Pertama, suhu panas dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Dehidrasi bisa mengganggu aliran darah ke plasenta yang berperan penting dalam perkembangan otak janin.
- Kedua, paparan panas berlebihan dapat memicu inflamasi dan stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pembentukan sistem saraf pusat janin.
- Ketiga, gangguan kualitas tidur akibat suhu panas malam hari dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Paparan stres kronis selama kehamilan diketahui dapat berdampak pada perkembangan neurologis bayi.
Namun, penting dipahami bahwa autisme adalah kondisi yang kompleks dan dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetik. Menurut World Health Organization, autisme tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi faktor biologis dan lingkungan.
Kondisi tersebut bisa memengaruhi perkembangan otak janin, terutama pada fase pembentukan sistem saraf.
Kenapa malam hari lebih berisiko?
Secara alami, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian (jam biologis) yang mengatur suhu tubuh. Pada malam hari, suhu inti tubuh seharusnya turun untuk membantu proses tidur dan pemulihan sel, termasuk pada ibu hamil. Jika suhu lingkungan tetap tinggi, proses penurunan suhu ini terganggu.
Akibatnya, tubuh ibu bisa mengalami beberapa kondisi berikut:
1. Gangguan pendinginan alami tubuh
Saat malam tetap panas, tubuh kesulitan melepaskan panas melalui kulit. Hal ini membuat suhu inti tetap tinggi lebih lama, yang berpotensi memicu stres fisiologis.
2. Kualitas tidur menurun
Suhu kamar yang terlalu hangat dapat mengganggu fase tidur dalam (deep sleep). Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk regulasi hormon, termasuk hormon stres seperti kortisol. Peningkatan hormon stres dalam jangka panjang bisa memengaruhi perkembangan janin.
3. Stres oksidatif dan inflamasi
Paparan panas berkepanjangan dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh. Kondisi ini diduga berpotensi memengaruhi perkembangan sistem saraf janin, terutama pada trimester kedua dan ketiga saat pembentukan jaringan otak berlangsung pesat.
4. Efek Urban Heat Island
Di wilayah perkotaan, panas sering kali terperangkap oleh bangunan dan aspal sehingga suhu malam tidak turun secara signifikan. Kondisi ini membuat paparan panas menjadi lebih lama dibandingkan hanya pada siang hari.
Meski demikian, penting dipahami bahwa hubungan antara suhu panas malam hari dan autisme masih dalam tahap penelitian. Menurut World Health Organization, autisme adalah kondisi multifaktorial yang dipengaruhi kombinasi faktor genetik dan lingkungan, bukan oleh satu penyebab tunggal.
Artinya, suhu panas bukan faktor penentu, melainkan salah satu kemungkinan risiko tambahan yang sedang diteliti.
Suhu panas malam hari tingkatkan risiko autisme pada anak?
Tidak, Bunda. Hubungan yang ditemukan dalam penelitian bersifat asosiasi (keterkaitan), bukan sebab-akibat langsung. Artinya, suhu panas bukan penyebab utama autisme, melainkan salah satu faktor risiko tambahan yang mungkin berkontribusi.
Banyak ibu hamil yang tinggal di daerah bersuhu tinggi tetap melahirkan anak yang sehat tanpa gangguan perkembangan.
Penting dipahami bahwa autisme adalah kondisi multifaktorial. Artinya, penyebabnya sangat kompleks dan melibatkan:
- Faktor genetik
- Lingkungan
- Kondisi kesehatan ibu
- Paparan tertentu selama kehamilan
Suhu panas hanyalah salah satu faktor risiko tambahan, bukan penyebab tunggal.
Bahkan, banyak ibu hamil yang terpapar cuaca panas tetap melahirkan anak yang sehat tanpa gangguan perkembangan. Karena itu, langkah pencegahan yang realistis adalah menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama kehamilan, terutama saat cuaca panas, seperti cukup minum, menjaga suhu kamar tetap nyaman, dan menghindari paparan panas ekstrem terlalu lama.
Tips aman untuk ibu hamil saat cuaca panas
Cuaca panas memang bisa bikin tubuh cepat lelah, apalagi saat hamil. Perubahan hormon membuat suhu tubuh ibu hamil cenderung lebih tinggi dan lebih mudah berkeringat. Supaya tetap nyaman dan aman, Bunda bisa melakukan beberapa langkah berikut.
1. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi
Minum air putih lebih sering, jangan menunggu sampai haus. Dehidrasi saat hamil bisa memicu pusing, lemas, bahkan kontraksi dini.
2. Jaga suhu ruangan tetap sejuk terutama saat malam hari
Gunakan kipas angin, ventilasi yang baik, atau pendingin ruangan bila perlu agar tubuh bisa beristirahat optimal. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon dan daya tahan tubuh.
3. Pilih pakaian berbahan katun atau linen yang ringan dan menyerap keringat
Hindari pakaian ketat yang membuat tubuh semakin gerah.
4. Batasi aktivitas luar ruangan saat matahari sedang terik, terutama pukul 10 pagi hingga 4 sore
Jika harus keluar rumah, gunakan payung, topi lebar, dan tabir surya yang aman untuk ibu hamil.
5. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Buah yang tinggi kandungan air seperti semangka, melon, dan jeruk bisa membantu menjaga hidrasi. Nutrisi yang baik juga penting untuk mendukung perkembangan janin, termasuk mencegah gangguan perkembangan seperti ASD yang menurut World Health Organization dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan.
6. Kenali tanda bahaya akibat panas berlebih
Tanda-tandanya antara lain:
- Jantung berdebar cepat
- Sakit kepala hebat
- Mual berlebihan
- Jarang buang air kecil
- Tubuh terasa sangat lemas
Jika mengalami gejala tersebut, segera beristirahat dan konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Demikian Bunda penjelasan mengenai kaitan antara paparan suhu panas ekstrem selama kehamilan dengan peningkatan risiko gangguan spektrum autisme.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Ada Cara Mencegah Autisme Sejak Dalam Kandungan?
Apakah Ada Cara Mencegah Autisme sejak dalam Kandungan? Ini Faktanya
Cegah Autisme Sejak Kehamilan, Simak Sebab dan Tandanya Yuk Bunda
Panas-Panasan Saat Hamil Berkaitan Sama Gaji Anak Kelak?
TERPOPULER
7 Ciri Orang dengan EQ Tinggi yang Terlihat dari Kebiasaannya
Kisah Bunda Melahirkan Bayi Kembar dengan Berat 9 Kg, Jadi Sorotan setelah Pecahkan Rekor
Resep Sosis Gulung Mie, Camilan Favorit Anak Saat Liburan
Cara Mengenali Orang Egois dari 9 Ucapan yang Sering Mereka Katakan saat Ngobrol
3 Fakta Asinan Kiamboy Viral, Harganya Bisa Capai Rp600 Ribu
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
3 Fakta Asinan Kiamboy Viral, Harganya Bisa Capai Rp600 Ribu
Kisah Bunda Melahirkan Bayi Kembar dengan Berat 9 Kg, Jadi Sorotan setelah Pecahkan Rekor
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Momen Tak Terduga Jackie Chan Panggil Iko Uwais ke Panggung
Resep Sosis Gulung Mie, Camilan Favorit Anak Saat Liburan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Craftsmanship, Keamanan, atau Minimalis? Begini Cara Pilih Dompet Sesuai Prioritasmu
-
Beautynesia
Where To Go This Weekend: Nikmati Instalasi Budaya dari Para Pengrajin Tenun di Senayan City
-
Female Daily
Jerawatan Terus? Ini 7 Makanan yang Bisa Memancing Munculnya Jerawat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ditinggal Pasangan Setelah 3 Tahun Bersama, Apakah Dia akan Kembali?
-
Mommies Daily
Mommies, Ini 15 Skill Pramuka yang Ternyata Berguna untuk Anak Sehari-hari