kehamilan
Panduan Puasa saat Hamil Trimester 2 Lengkap Menurut Islam hingga Medis
HaiBunda
Rabu, 25 Feb 2026 07:10 WIB
Daftar Isi
- Puasa saat hamil trimester 2, berbahayakah bagi janin?
- 5 Tips aman puasa untuk ibu hamil trimester 2
- Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa
- Keadaan janin saat Ibu puasa
- Hukum puasa bagi ibu hamil menurut Islam
- Risiko dan manfaat puasa saat ibu hamil menurut islam
- Manfaat puasa bagi ibu hamil menurut kedokteran
Ibu hamil mendapat kelonggaran untuk tidak berpuasa di Bulan Ramadan. Namun, jika Bunda hendak berpuasa saat hamil trimester, perlu memperhatikan panduan puasa lengkap menurut Islam hingga medis.
Ibu hamil kerap mempertanyakan banyak hal ketika Ramadan tiba. Di satu sisi ingin tetap beribadah, di sisi lain ada kekhawatiran soal kesehatan ibu dan janin. Lantas, apakah aman melakukan puasa saat hamil trimester 2?Â
Puasa saat hamil trimester 2, berbahayakah bagi janin?
Trimester kedua adalah ketika usia kehamilan mencapai 14 sampai 27 minggu. Trimester kedua secara medis sering disebut sebagai fase paling stabil dalam kehamilan. Sebagian dokter menilai puasa untuk ibu hamil trimester kedua relatif lebih aman dibanding trimester pertama. Selama kondisi ibu sehat. Namun, berbahayakah untuk janin jika tetap berpuasa?
Pada trimester ini, organ vital bayi seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan otak sudah lebih berkembang, sehingga ukurannya menjadi lebih besar. Bayi juga mulai bisa mendengar suara dan menelan.Â
Pada trimester kedua, ibu hamil akan memiliki lebih banyak energi. Gejala kehamilan yang tidak nyaman seperti mual muntah sudah mulai mereda. Kondisi fisik ibu hamil seringkali sudah beradaptasi terhadap kehamilan dengan baik. Alhasil, trimester kedua dianggap sebagai periode kehamilan yang paling nyaman dan mudah.
Puasa paling aman untuk ibu hamil ada di trimester ini. Namun, penting untuk pemantauan kondisi ibu dan keadaan janin saat ibu puasa secara berkala.
Dalam Journal of Noutrition yang dilansir dari laman PubMed, sebuah studi menganalisis lebih dari 78.000 kelahiran. Hasilnya, puasa di Ramadan pada trimester awal hingga pertengahan trimester kedua (misalnya minggu 15–27) dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran sangat prematur dibanding perempuan yang tidak berpuasa.
Namun dari analisis gabungan banyak studi, tidak ditemukan bukti kuat bahwa puasa Ramadan secara umum secara signifikan memengaruhi berat lahir, gestational age, atau risiko lahir prematur secara luas.
Ini menunjukkan bahwa puasa saat hamil trimester 2 bisa aman jika nutrisi dan hidrasi tetap terjaga, serta tidak ada kondisi kesehatan yang membuatnya berisiko.
Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization menekankan bahwa kecukupan nutrisi dan cairan selama kehamilan sangat krusial. Sementara itu, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan ibu hamil berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa.Â
5 Tips aman puasa untuk ibu hamil trimester 2
Jika Bunda berencana menjalani puasa di Ramadan tahun ini, berikut kami berikan tips aman puasa saat hamil trimester 2:Â
1. Konsultasi ke dokter
Bunda, sebelum memutuskan berpuasa saat hamil trimester kedua, pastikan kondisi tekanan darah, gula darah, serta kesehatan keseluruhan ibu dinyatakan aman oleh tenaga kesehatan.
2. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka
Ibu hamil usahakan minum lebih banyak air, antara berbuka sampai sahur. Ini penting agar tubuh dan keadaan janin tetap optimal saat ibu berpuasa.
3. Konsumsi makanan gizi seimbang
Pilihlah makanan yang bergizi seimbang yang meliputi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, buah, dan sayuran untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
4. Hindari aktivitas berat selama puasa
Ibu hamil perlu mengurangi aktivitas fisik yang berat, terutama pada siang hari saat berpuasa. Istirahat yang cukup dapat membantu kestabilan kondisi ibu serta mendukung keadaan janin saat ibu berpuasa.
5. Buka puasa bila muncul keluhan
Kenali ciri-ciri ibu  hamil tidak boleh puasa supaya Bunda tidak memaksakan diri untuk berpuasa.
Kondisi Ibu Hamil yang Sebaiknya Tidak Puasa/ Foto: HaiBunda/ Novita Rizki |
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa
Tidak semua ibu kuat menjalani puasa saat hamil trimester 2. Berikut ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa
- Anemia berat.
- Pertumbuhan janin terhambat.
- Menderita diabetes.
- Kontraksi dini.
- Dehidrasi berat.
- Gerakan janin berkurang.
Jika ibu hamil mengalami ciri-ciri di atas, sebaiknya segera membatalkan puasa dan berkonsultasi ke dokter.
Keadaan janin saat Ibu puasa
Banyak ibu hamil yang mengkhawatirkan keadaan janin saat ibu berpuasa. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika ibu sehat dan tetap menjaga nutrisi maka puasa tidak selalu berdampak buruk terhadap pertumbuhan janin.Â
Tubuh ibu akan beradaptasi dengan menggunakan cadangan energi saat berpuasa. Jika Bunda memenuhi asupan saat sahur maupun berbuka, umumnya keadaan janin tetap stabil.
Namun, jika ibu kekurangan cairan maupun kalori dalam waktu lama, dapat terjadi penurunan aliran nutrisi ke plasenta. Untuk itu, pemantauan rutin penting saat Bunda menjalani puasa di trimester kedua.
Hukum puasa bagi ibu hamil menurut Islam
Ibu hamil menurut Islam mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa jika khawatir puasa dapat membahayakan dirinya atau janinnya. Namun, ada penjelasan yang berbeda-beda dari tiap mazhab mengenai hukum puasa untuk ibu hamil. Berikut ini penjelasannya.
- Mazhab Maliki memperbolehkan ibu hamil atau menyusui tidak berpuasa jika khawatir akan jatuh sakit atau terjadi musibah yang berat. Ibu ini harus mengqadha puasa dan membayar fidyah jika tidak berpuasa.
- Mazhab Hanafi membolehkan ibu hamil tidak puasa jika ada kekhawatiran pada diri atau anaknya. Ia hanya wajib qadha tanpa fidyah.
- Mazhab Hambali memperbolehkan ibu hamil atau menyusui tidak berpuasa jika khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk. Mereka harus mengqadha puasa tanpa perlu membayar fidyah, kecuali jika khawatir hanya terhadap anaknya, maka harus membayar fidyah juga.
- Mazhab Syafi'i memperbolehkan tidak berpuasa jika ibu hamil atau menyusui khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika berpuas. Mereka harus mengqadha puasa di lain waktu tanpa membayar fidyah, kecuali jika khawatir hanya terhadap anaknya, maka harus membayar fidyah juga.
Risiko dan manfaat puasa saat ibu hamil menurut islam
Selama berpuasa, dari segi syariat, ada manfaat puasa bagi ibu hamil menurut Islam. Terutama untuk ranah spiritual, seperti kesabaran dan ketakwaan. Namun, Islam juga sangat menekankan keselamatan.
Jika puasa berpotensi membahayakan ibu dan janinnya maka ibu diberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa. Ini berarti, manfaat puasa bagi ibu hamil menurut Islam tidak selalu sama di setiap kondisi. Kesehatan ibu dan janin menjadi prioritas jika berisiko.
Manfaat puasa bagi ibu hamil menurut kedokteran
Ada yang menyebutkan tentang risiko penurunan kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh yang dapat menyebabkan hipoglikemia. Kadar glukosa dibutuhkan untuk memproduksi energi yang penting bagi ibu hamil dan janin.
Secara medis, penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi tentang manfaat atau risiko puasa pada ibu hamil. Pada beberapa penelitian tidak menemukan efek negatif yang signifikan terhadap berat lahir atau pertumbuhan janin.
Namun, ada juga studi yang menunjukkan peningkatan risiko seperti lahir prematur saat tetap berpuasa di trimester kedua tanpa perhatian nutrisi yang benar.
Ini artinya manfaat puasa bagi ibu hamil muda maupun di trimester kedua secara medis belum bisa ditetapkan secara pasti, tapi puasa juga tidak selalu otomatis berbahaya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
9 Resep Menu Sahur Sehat untuk Ibu Hamil yang Baik untuk Janin
Kehamilan
Tips Mengatur Pola Makan untuk Bumil Trimester 3 yang Ingin Puasa Ramadhan Menurut Dokter
Kehamilan
Keringanan Berpuasa dari Allah SWT untuk Ibu Hamil, Simak yuk Bun
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kondisi Ibu Hamil yang Sebaiknya Tidak Puasa/ Foto: HaiBunda/ Novita Rizki
Apakah Ibu Hamil Mual dan Muntah Membatalkan Puasa?
Apakah Mual saat Puasa pada Ibu Hamil Membatalkan Puasa?
Jelang Persalinan, Apakah Ibu Hamil Masih Boleh Berpuasa? Simak Anjuran Dokter