HaiBunda

KEHAMILAN

5 Pose Yoga yang Bantu Ubah Posisi Bayi Sungsang

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Mar 2026 06:20 WIB
5 Pose Yoga yang Bantu Ubah Posisi Bayi Sungsang/Foto: iStock
Jakarta -

Mengetahui Si Kecil berada dalam posisi sungsang tentu bikin banyak Bunda cemas. Posisi bayi sungsang adalah kondisi ketika kepala bayi berada di atas rahim dan bokong atau kaki berada di bawah mendekati jalan lahir, terutama saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 3–4 persen bayi masih dalam posisi sungsang saat usia kehamilan cukup bulan (37 minggu ke atas). Meski beberapa bayi bisa berputar sendiri, sebagian lainnya memerlukan intervensi medis atau pendekatan alami, seperti latihan tertentu.

Sebenarnya, sebelum usia 32 minggu, posisi bayi masih bisa berubah-ubah karena ruang rahim masih cukup luas. Namun setelah 36–37 minggu, kemungkinan bayi berputar sendiri mulai menurun.


Salah satu cara yang sering direkomendasikan sebagai terapi pendamping adalah melakukan posisi yoga untuk bayi sungsang. Gerakan tertentu membantu membuka panggul, memberi ruang di rahim, dan memanfaatkan gravitasi agar bayi terdorong berputar ke posisi kepala di bawah.

Namun ingat ya, Bunda, sebelum mencoba pose apa pun, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan atau bidan.

Posisi yoga untuk bayi sungsang

1. Child’s Pose (Balasana)

Pose ini membantu meregangkan punggung bawah dan membuka panggul.

Cara melakukan:

  • Berlutut di atas matras.
  • Buka lutut selebar pinggul.
  • Turunkan badan ke depan hingga dahi menyentuh matras.
  • Rentangkan tangan ke depan.
  • Tahan 30–60 detik sambil bernapas perlahan.

Manfaat: Membantu relaksasi rahim dan mengurangi ketegangan ligamen, sehingga memberi ruang bagi bayi untuk bergerak.

2. Cat–Cow Pose (Marjaryasana–Bitilasana)

Gerakan ini termasuk yang paling populer dalam posisi yoga untuk bayi sungsang.

Cara melakukan:

  • Posisi merangkak (tangan sejajar bahu, lutut sejajar pinggul).
  • Tarik napas, lengkungkan punggung ke bawah (Cow Pose).
  • Hembuskan napas, lengkungkan punggung ke atas (Cat Pose).
  • Ulangi 8–10 kali.

Manfaat:
Membantu mengoptimalkan posisi janin dan mengurangi tekanan di punggung bawah.

3. Forward-leaning inversion (modifikasi aman)

Pose ini memanfaatkan gravitasi untuk membantu bayi berputar.

Cara melakukan:

  • Berlutut di tepi sofa atau kasur.
  • Turunkan kedua tangan ke lantai.
  • Kepala lebih rendah dari pinggul.
  • Tahan 20–30 detik.
  • Lakukan dengan pendamping untuk keamanan.

Catatan penting:
Pose ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak disarankan jika Bunda memiliki tekanan darah tinggi, plasenta previa, atau risiko persalinan prematur.

4. Bridge Pose (Setu Bandha Sarvangasana – Modifikasi Ibu Hamil)

Cara melakukan:

  • Berbaring telentang dengan lutut ditekuk (pastikan tidak terlalu lama di posisi ini).
  • Angkat panggul perlahan.
  • Tahan 15–20 detik.
  • Turunkan perlahan.

Manfaat: Membuka area panggul dan membantu memberikan ruang bagi bayi untuk bergerak.

Jika usia kehamilan sudah besar, gunakan bantal sebagai penopang dan jangan lakukan terlalu lama agar tidak menekan pembuluh darah utama.

5. Puppy Pose (Uttana Shishosana – Modifikasi)

Pose ini membantu membuka dada dan panggul secara bersamaan.

Cara melakukan:

  • Posisi merangkak.
  • Geser tangan lebih jauh ke depan.
  • Turunkan dada mendekati lantai.
  • Pinggul tetap di atas lutut.
  • Tahan 30 detik.

Manfaat: Membantu menciptakan ruang optimal di rahim.

Apakah yoga efektif mengubah posisi bayi sungsang?

Secara medis, belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan yoga secara langsung dapat membalikkan bayi sungsang.

Metode yang terbukti secara klinis untuk membantu memutar bayi adalah prosedur yang disebut External Cephalic Version (ECV), yaitu tindakan medis yang dilakukan dokter dengan memutar bayi dari luar perut ibu.

Namun, bukan berarti yoga tidak bermanfaat sama sekali. Yoga bekerja secara tidak langsung dengan cara:

  • Membantu membuka area panggul
  • Mengurangi ketegangan otot dan ligamen rahim
  • Memperbaiki postur ibu
  • Memanfaatkan gravitasi untuk memberi ruang gerak pada bayi

Jadi, yoga bukan 'memutar bayi', melainkan menciptakan kondisi tubuh yang mendukung bayi untuk berputar sendiri.

Tips aman sebelum mencoba posisi yoga untuk bayi sungsang

Bunda mungkin ingin mencoba posisi yoga untuk bayi sungsang agar Si Kecil bisa berputar ke posisi kepala di bawah. Tapi sebelum mulai, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar posisi yoga untuk bayi sungsang tetap aman untuk ibu dan janin.

1. Konsultasikan dulu dengan dokter kandungan

Langkah pertama dan paling penting adalah meminta persetujuan dokter.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, kondisi seperti plasenta previa, tekanan darah tinggi, perdarahan trimester ketiga, atau risiko persalinan prematur memerlukan pengawasan ketat dan bisa menjadi kontraindikasi untuk melakukan posisi tertentu. Jangan memulai latihan tanpa tahu kondisi medis Bunda secara menyeluruh.

2. Perhatikan usia kehamilan

Latihan biasanya lebih aman dan berpeluang membantu saat usia kehamilan 32–36 minggu, ketika bayi masih memiliki ruang untuk bergerak. Jika sudah lewat 37 minggu, sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter karena ruang dalam rahim semakin terbatas.

3. Jangan lakukan sendirian

Beberapa posisi seperti forward-leaning inversion membutuhkan bantuan pendamping. Pastikan ada suami, anggota keluarga atau instruktur prenatal yoga untuk mencegah risiko jatuh atau kehilangan keseimbangan.

4. Hindari pose terbalik terlalu lama

Posisi dengan kepala lebih rendah dari panggul boleh dilakukan, tetapi Jangan lebih dari 30 detik–1 menit. Lakukan perlahan dan bangun posisi secara bertahap. Jika terasa pusing, mual, atau penglihatan kabur, segera hentikan.

5. Gunakan alas yang nyaman dan aman

Bunda bisa gunakan matras yoga yang tidak licin, Bantal sebagai penopang, Sofa atau dinding untuk bantuan stabilitas. Hindari lantai licin atau permukaan keras tanpa alas.

6. Dengarkan sinyal tubuh

Segera hentikan latihan jika muncul:

  • Nyeri tajam di perut atau panggul
  • Kontraksi teratur
  • Perdarahan
  • Air ketuban merembes
  • Gerakan bayi berkurang drastis

Keamanan selalu lebih penting daripada memaksakan latihan.

7. Jangan menggantikan tindakan medis

Yoga adalah terapi pendukung, bukan pengganti prosedur medis seperti external cephalic version (ECV).

Jika sampai usia cukup bulan bayi masih sungsang, dokter akan membantu menentukan langkah terbaik demi keselamatan Bunda dan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Rasa Sakit yang Terjadi saat Keguguran dan Cara Mengatasinya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang yang Justru Senang saat Rencana Bukber atau Bepergian Batal

Mom's Life Azhar Hanifah

Tunda Umumkan Kehamilan hingga 2 Th, Tina Toon Sempat Enggak PD karena BB Naik Jadi 90 Kg

Kehamilan Amrikh Palupi

7 Kepribadian Orang yang Malas Cuci Piring, Tanpa Disadari Ini Sifat Aslinya

Mom's Life Amira Salsabila

7 Kesalahan Parenting yang Tak Akan Dilakukan Psikolog Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Ngga Disangka, Kakak jadi Saksi Berubahnya Dunia

Komik Bunda Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hanggini Gelar Gender Reveal Unik Bertema Toy Story, Bakal Dikaruniai Anak Laki-laki

7 Ciri Kepribadian Orang yang Justru Senang saat Rencana Bukber atau Bepergian Batal

7 Kesalahan Parenting yang Tak Akan Dilakukan Psikolog Anak

Tunda Umumkan Kehamilan hingga 2 Th, Tina Toon Sempat Enggak PD karena BB Naik Jadi 90 Kg

7 Kepribadian Orang yang Malas Cuci Piring, Tanpa Disadari Ini Sifat Aslinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK