sign up SIGN UP search


kehamilan

Hamil 7 Bulan & Posisi Bayi Sungsang Bisa Lahir Normal? Ini Kata Dokter

Muhayati Faridatun Jumat, 22 May 2020 13:59 WIB
A pregnant Caucasian woman is indoors in a doctor's office. Her female doctor is wearing medical clothing. The woman is holding her stomach which the doctor writes on a clipboard. Ilustrasi hamil 7 bulan/ Foto: iStock
Jakarta -

Saat kehamilan memasuki usia 28 minggu atau 7 bulan, tapi posisi bayi sungsang, apakah masih bisa melahirkan secara normal? Lebih jelasnya, Bunda simak ya penjelasan dokter berikut ini.

Menurut penjelasan dr.Boy Abidin, Sp.OG(K), di usia kehamilan 28 minggu atau 7 bulan, posisi bayi dikatakan normal jika letak kepala sudah di bawah. Kalau letaknya sungsang berarti kepala bayi masih di atas dan bokong di bawah.

Meski begitu, Boy mengatakan, saat usia kehamilan memasuki 28 minggu, bisa saja kepala bayi masih di atas. Jadi, Bunda enggak perlu khawatir ya kalau posisi bayi sungsang saat hamil 7 bulan.


"Biasanya seiring perjalanan waktu, bayi akan turun dengan sendirinya, atau kepala akan pindah ke arah bawah dan siap lahir secara normal, dengan kepala keluar terlebih dahulu," jelas Boy, dikutip dari YouTube channel dr Boy Abidin.

Boy lalu memaparkan, penyebab bayi sungsang antara lain karena rahim sudah sempit, atau cairan ketuban dalam rahim tidak cukup, sehingga bayi tidak bisa berputar ke bawah. Bisa juga karena lilitan tali pusat, sehingga bayi tidak bisa bergerak bebas ke arah bawah.

Tapi Bunda tidak perlu khawatir, karena masih punya cukup banyak waktu untuk bayi berputar atau turun ke arah jalan lahir. Lalu, apa yang bisa ibu hamil lakukan untuk memperbaiki posisi bayi?

Ilustrasi hamil 7 bulanIlustrasi hamil 7 bulan/ Foto: iStock

Boy menjelaskan, biasanya ditunggu sampai usia kehamilan 8 bulan atau 32 minggu. Kalau pada kehamilan 32 minggu letak bayi masih sungsang, Bunda bisa mengikuti kelas senam hamil atau prenatal. Bunda akan diajari cara mengubah posisi bayi sungsang jadi normal, dengan cara sujud.

"Sujud seperti orang salat, kepala dan dada lebih rendah, tahan 1 sampai 2 menit, lakukan 3 hingga 4 kali sehari," ujar Boy.

Selanjutnya, Boy menambahkan, dengan cara mengajak ngobrol bayi setiap hari, terutama malam hari sebelum tidur. Bunda bisa mengatakan, 'Ayo, Dek, turun ke bawah', sambil diusap-usap. Tentu diharapkan bayi akan mengerti lalu berputar ke arah bawah.

Bisa juga merangsang bayi dengan suara-suara indah di area bawah perut. Di malam hari, sambil ajak ngobrol, bisa didengarkan musik atau suara-suara indah di area bawah, bisa juga tempelkan speaker.

"Jangan di bagian atas perut, supaya bayinya mencari suara. Ini yang bisa kita lakukan secara natural atau alami," saran Boy.

Teknik versi luar

Selain itu, Boy menjelaskan, ada lagi teknik yang disebut versi luar. Tapi hati-hati, teknik ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional, bukan tenaga yang tidak terlatih. Ini suatu tindakan yang sangat berbahaya yakni mendorong dan mengarahkan kepala bayi ke bawah, sehingga harus dilakukan monitor dengan baik.

Karena saat memutar bayi, bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, misal lilitan tali pusat dan tertarik, yang mengakibatkan bayi bisa tercekik. Bisa juga kalau arah putaran salah, lalu ada masalah dengan plasenta dan bisa terlepas. Jadi, harus sangat hati-hati, Bunda.

"Teknik versi luar ini sebenarnya sudah lama ditinggalkan, tidak dilakukan lagi karena risikonya fatal bagi janin. Tapi kalau kehamilan sudah lewat 34 minggu, sudah mendekati masa persalinan, biasanya bayi susah kita putar posisinya jadi kepala di bawah," tutur Boy.

Penyebabnya karena jumlah cairan ketubah lebih sedikit, bayi sudah lebih besar, ruang gerak bayi jadi sempit, sehingga susah berputar ke bawah. Boy menegaskan, kalau kehamilan sudah 36 minggu dan bayi letaknya sungsang, harus hati-hati jika ingin bersalin secara normal.

Ada risiko apalagi bayi sungsang dengan berat cukup besar, yakni di atas 3 kilogram, kemungkinan akan ada masalah. "Kaki, bokong, dan badan bayi bisa dilahirkan, tapi saat melahirkan kepala ada kesulitan, bisa tersangkut sehingga ada risiko terjadi hal fatal," ungkap Boy.

Tak lupa, Boy berpesan agar Bunda menjaga kehamilan dengan melakukan tiga hal berikut:

1. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan berkualitas.

2. Saat memasuki trimester ketiga, pastikan di mana posisi bayi. Apakah letaknya sungsang, adakah lilitan tali pusat, adakah kelainan posisi plasenta.

3. Kalau ada kelainan tersebut, harus persiapkan mental untuk melahirkan secara caesar.

Lalu, apakah berhubungan intim saat usia kehamilan 7 bulan bisa menyebabkan bayi lahir prematur? Simak penjelasan dokter dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi