kehamilan
Penurunan Angka Kelahiran Global Sebabkan Kecemasan, Ketahui Dampaknya di Masa Depan
HaiBunda
Sabtu, 11 Apr 2026 11:30 WIB
Daftar Isi
Beberapa tahun terakhir, angka persalinan secara global menurun drastis, Bunda. Fenomena ini hampir terjadi di semua negara, baik itu negara maju maupun negara berkembang. Kira-kira, apa penyebabnya ya?
Berdasarkan data yang diungkap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laman Project Syndicate, lebih dari setengah 193 negara PBB memiliki tingkat kesuburan di bawah 2,1 anak per perempuan, yaitu jumlah ideal dari rata-rata anak yang dilahirkan.
Penurunan angka persalinan tersebut menyebabkan kecemasan masal, Bunda. Pasalnya jika dibiarkan terus berlanjut, penurunan dapat memengaruhi pertumbuhan penduduk dan struktur demografi di masa depan.
Mengapa angka persalinan menurun secara global?
Sejak tahun 1960-an, para ahli ekonomi dan demografi mempelajari fenomena menurunnya angka kelahiran di beberapa negara. Berbagai faktor sempat dianggap penyebab utama, seperti akses kontrasepsi, perubahan ekonomi, hingga biaya membesarkan anak.
Namun, banyak penelitian lain yang menyebutkan bahwa faktor tersebut tidak selalu memengaruhi fenomena ini. Selain teknologi dan ekonomi, pendidikan dan perubahan sosial dinilai menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam menurunnya angka kelahiran.
Berikut beberapa temuan yang diperkirakan menjadi penyebab angka persalinan menurun, menurut para ahli.
1. Meningkatnya pendidikan dan karier perempuan
Salah satu faktor yang menyebabkan angka kelahiran menurun adalah meningkatnya kemajuan pendidikan dan karier bagi perempuan. Kini, semakin banyak perempuan yang menempuh pendidikan tinggi serta membangun karier yang profesional.
Meskipun kemajuan ini dinilai bagus, tetapi banyak perempuan yang akhirnya menunda pernikahan atau kehamilan hingga mereka merasa lebih siap secara mental dan finansial. Karena itu, jumlah anak yang dimiliki cenderung berkurang dibandingkan generasi sebelumnya.
2. Perbedaan pandangan antara laki-laki dan perempuan
Berkaitan dengan faktor sebelumnya, perempuan yang memiliki kemajuan pendidikan dan karier cenderung ingin memiliki lebih sedikit anak. Sementara itu, keinginan memiliki anak dari sebagian laki-laki masih dipengaruhi oleh nilai atau tradisi keluarga sebelumnya.
3. Ketidakseimbangan peran dalam keluarga
Penurunan angka kelahiran juga dipengaruhi oleh kesepakatan dan pembagian peran dalam keluarga, Bunda. Dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa perempuan masih memegang sebagian besar tanggung jawab rumah tangga dan pengasuhan anak.
Maka dari itu, banyak pasangan yang memilih untuk menunda atau bahkan tidak memiliki anak, apabila kesepakatan dan pembagian peran dalam keluarga tidak jelas. Pemerintah juga didorong untuk memberikan berbagai fasilitas untuk keluarga yang memiliki anak.
Dampak dari angka persalinan yang menurun secara global
Menurunnya angka kesuburan secara global tidak hanya mempengaruhi jumlah penduduk di suatu negara, Bunda. Lebih dari itu, dampaknya dapat berakibat fatal bagi ekonomi, struktur sosial, hingga masa depan negara tersebut.
1. Populasi menua lebih cepat
Saat jumlah kelahiran menurun dan belum ada generasi penerus yang berusia produktif, maka populasi di negara tersebut nantinya akan menua. Proporsi penduduk usia lanjut yang semakin besar dapat membuat struktur demografi jadi tidak seimbang.
2. Berkurangnya tenaga kerja produktif
Dalam jangka panjang, rendahnya angka kelahiran dapat menyebabkan berkurangnya jumlah tenaga kerja produktif, Bunda. Ini dapat mempengaruhi produktivitas di sektor ekonomi karena jumlah pekerja yang tersedia untuk industri dan ekonomi semakin sedikit.
3. Tekanan pada sistem jaminan sosial
Menurunnya angka kelahiran juga dapat memberikan tekanan pada sistem jaminan sosial. Sedikitnya penduduk yang berusia produktif akan membuat pajak dan iuran sosial untuk pensiun dan layanan kesehatan menjadi berkurang.
Sementara itu, penduduk yang berusia lanjut terus meningkat dan tentunya mereka membutuhkan pelayanan. Nah, ketidakseimbangan ini berpotensi membuat anggaran negara menjadi terbebani dalam jangka panjang.
4. Perubahan struktur keluarga dan masyarakat
Semakin berkurangnya anak yang lahir dapat mengubah struktur keluarga, Bunda. Misalnya, fenomena satu anak atau tanpa anak menjadi semakin umum di berbagai negara. Perubahan ini mempengaruhi pola interaksi sosial, dukungan keluarga, hingga hubungan bermasyarakat.
Demikian informasi mengenai fenomena angka persalinan menurun secara global. Semoga penjelasannya bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
6 Perawatan Setelah Melahirkan, Bantu Kencangkan Kulit Kendur
Kehamilan
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
Kehamilan
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Kehamilan
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Unik! Melahirkan di Desa Ini Dapat Bonus Rp27 Juta
2 Negara yang Bakal Gratiskan Semua Biaya Persalinan Mulai 2026
Angka Kelahiran di China Berada di Level Terendah Sejak 76 Th Lalu, Apa Penyebabnya?