HaiBunda

KEHAMILAN

Ingin Program Hamil? Perhatikan Cuaca, Kualitas Sperma Menurun di Musim Dingin

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Sabtu, 28 Mar 2026 21:00 WIB
Ingin Program Hamil? Perhatikan Cuaca, Kualitas Sperma Menurun di Musim Dingin/Foto: Getty Images/eggeeggjiew
Jakarta -

Ayah dan Bunda ingin program hamil? Sebelum itu, penting untuk mengetahui bagaimana kualitas sperma di setiap musim agar program hamil tidak dilakukan saat kualitas sperma sedang menurun. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Menjalankan program hamil bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali faktor yang terlibat, mulai dari pemilihan waktu yang tepat, kesehatan fisik, kesehatan reproduksi, serta bagaimana kualitas sperma dan sel telur yang berperan dalam proses pembuahan.

Bagi Ayah yang ingin menjalani program hamil bersama Bunda, menjaga kualitas sperma merupakan hal yang penting. Menurut ahli, kualitas sperma dapat dipengaruhi oleh musim, bahkan di waktu tertentu kualitas sperma dapat mengalami penurunan.


Untuk memahami kondisi tersebut lebih lanjut, simak penjelasan ilmiah dari sebuah studi penelitian yang diterbitkan dalam laman resmi Universitas Manchester berikut ini.

Studi tentang kualitas sperma yang menurun di musim dingin

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari tiga universitas ternama menunjukkan bahwa musim panas menjadi waktu yang paling tepat untuk mendapatkan sperma dengan kualitas terbaik. Sementara di musim dingin, kualitas sperma justru cenderung menurun.

Temuan ini ditulis dalam sebuah jurnal ilmiah berjudul Reproductive Biology and Endocrinology. Dalam studinya, para peneliti menganalisis 15.581 sampel sperma pria berusia 18 hingga 45 tahun yang terdaftar sebagai pendonor di tahun 2018 hingga 2024.

Para pendonor sperma tersebut memiliki latar belakang negara dan iklim yang berbeda-beda, yakni Denmark dan Florida. Meski kondisi cuaca tidak sama, para peneliti menemukan sebuah pola serupa bagaimana kualitas sperma berpengaruh pada suatu musim.

Hasil penelitian kualitas sperma di tiap musim

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan meneliti beberapa indikator kesuburan pria. Mereka dengan cermat menganalisis konsentrasi sperma, motilitas sperma (kemampuan sperma untuk berenang dan bergerak maju), serta volume ejakulasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa sperma yang memiliki kemampuan bergerak paling baik ditemukan pada bulan Juni dan Juli. Sebaliknya, kualitas motilitas sperma paling rendah terjadi pada bulan Desember dan Januari.

Menariknya, pola ini tetap terjadi di Florida yang memiliki suhu hangat sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan musim kemungkinan dapat mempengaruhi kesuburan pria, terlebih untuk pasangan yang sedang menjalankan program hamil.

Penelitian ini juga menemukan bahwa total sperma yang diproduksi tidak mengalami perubahan yang signifikan sepanjang tahun. Selain itu, indikator lain seperti volume ejakulasi dan konsentrasi sperma juga relatif stabil di setiap musim.

Foto: haibunda.com/annisa shofia

Kualitas sperma ternyata tidak sepenuhnya menurun

Melalui studi ini dapat disimpulkan bahwa indikator sperma yang paling dipengaruhi oleh musim adalah motilitas sperma. Artinya, kualitas sperma tidak sepenuhnya menurun di musim dingin, melainkan hanya kemampuan pergerakannya yang menjadi kurang optimal.

Para peneliti turut menjelaskan kaitannya dengan suhu. Berdasarkan temuan tersebut, suhu testis sebagai tempat memproduksi sperma yang ideal adalah sekitar 2 sampai 4 derajat lebih rendah dari suhu tubuh normal yang berkisar di 37 derajat Celcius.

Jika suhunya terlalu tinggi atau terlalu rendah, sperma bisa terganggu dan mempengaruhi kesuburan Ayah. Suhu panas yang berlebih bisa memicu rusaknya membran sel sperma, sementara suhu yang terlalu dingin dapat membuat ekor sperma menjadi kurang fleksibel.

Apa yang harus dilakukan bagi pasangan yang sedang program hamil

Menurut ahli reproduksi dari Universitas Manchester, Profesor Allan Pacey, sekaligus salah satu penulis dari penelitian tersebut, mengatakan bahwa faktor musim sangat penting untuk dipertimbangkan saat mengevaluasi kualitas sperma menjelang program hamil.

Dengan memahami pola musiman tersebut, klinik atau rumah sakit tempat Ayah dan Bunda menjalankan program hamil dapat menentukan waktu pemeriksaan dan pemantauan yang lebih tepat. Tidak lupa untuk selalu menjaga kesehatan agar kualitas dan fungsi reproduksi semakin optimal.

Demikian informasi mengenai perubahan musim yang dapat membuat kualitas sperma menurun menurut para ahli. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan menjawab pertanyaan Bunda dan Ayah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Mulut Rahim Menonjol Keluar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Kebiasaan yang Menunjukkan Karakter Orang Cerdas

Mom's Life Annisa Karnesyia

Keseruan Anak-anak Zaskia Mecca Mudik ke Yogya, Naik Pohon hingga Bebersih Rumah Tanpa IRT

Parenting Nadhifa Fitrina

11 Ciri Kepribadian Ganda atau DID, Sering Tidak Disadari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ingin Program Hamil? Perhatikan Cuaca, Kualitas Sperma Menurun di Musim Dingin

Kehamilan Indah Ramadhani

7 Resep Minuman Bunga Telang yang Punya Banyak Manfaat!

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Kebiasaan yang Menunjukkan Karakter Orang Cerdas

Keseruan Anak-anak Zaskia Mecca Mudik ke Yogya, Naik Pohon hingga Bebersih Rumah Tanpa IRT

Ingin Program Hamil? Perhatikan Cuaca, Kualitas Sperma Menurun di Musim Dingin

11 Ciri Kepribadian Ganda atau DID, Sering Tidak Disadari

3 Mie Bangladesh di Jakarta yang Enak & Rasanya Autentik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK