KEHAMILAN
7 Kasus 'Janin Batu' yang Paling Mengejutkan di Dunia, Ada yang 92 Tahun Baru Diketahui
Melly Febrida | HaiBunda
Rabu, 18 Mar 2026 17:00 WIBJanin batu merupakan kondisi medis yang sangat langka. Dalam literatur medis dunia, ada sekitar 300 kasus yang pernah dilaporkan. Dari ratusan tersebut, ada 7 kasus janin batu paling mengejutkan yang pernah tercatat.
Kasus yang dalam istilah medis dikenal dengan lithopedion ini diperkirakan hanya sekitar 0,0054 persen dari seluruh kehamilan. Dengan zaman yang semakin modern, pemeriksaan USG dilakukan rutin sehingga kasus janin batu menjadi sangat jarang ditemukan.
Apa itu lithopedion?
Lithopedion adalah kondisi ketika janin yang meninggal di dalam kandungan tidak dapat dikeluarkan tubuh secara alami, lalu perlahan-lahan mengalami proses kalsifikasi. Akibatnya, janin tersebut berubah menjadi seperti batu di dalam rahim atau rongga perut ibu.
Lithopedion sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos (batu) dan paidion (anak), sehingga sering disebut sebagai bayi batu.
Janin batu ini biasanya terjadi pada kehamilan ektopik, yakni janin yang berkembang di luar rahim seperti tuba fallopi atau rongga perut, yang tidak disadari.
Jika janin sudah cukup besar dan tidak bisa dikeluarkan, tubuh ibu secara otomatis 'melindungi diri' dengan membungkus janin menggunakan lapisan kalsium agar jaringan tubuh tidak mengalami infeksi.
Seperti yang dikutip dari Journal of Medical Case Reports, lithopedion terjadi ketika tubuh melakukan mekanisme pertahanan alami dengan mengkalsifikasi jaringan janin, sehingga menghindari nekrosis dan infeksi berbahaya.
7 Kasus janin batu yang paling mengejutkan di dunia
Beberapa laporan medis mencatat bahwa janin yang membatu bisa bertahan di tubuh ibu selama puluhan tahun. Berikut tujuh kasus janin batu paling mengejutkan yang pernah tercatat.
1. Perempuan 92 tahun yang baru menyimpan janin batu
Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada seorang perempuan lansia berusia 92 tahun dari Tiongkok bernama Huang Yijun.
Janin yang ia kandung diketahui meninggal pada 1948, tetapi baru terdeteksi puluhan tahun kemudian ketika ia memeriksakan kesehatannya. Janin batu tersebut diangkat pada 2009, artinya 65 tahun tersimpan di tubuhnya.
Para dokter menjelaskan bahwa kondisi ini kemungkinan berasal dari kehamilan ektopik abdominal, ketika janin berkembang di rongga perut, bukan di dalam rahim.
2. Perempuan Chili yang menyimpan janin batu selama 50 tahun
Kasus lain terjadi pada seorang perempuan di Chili yang membawa janin mengeras selama 50 tahun. Janin batu itu baru diketahui dalam pemeriksaan rontgen ketika berusia sekitar 90 tahun.
Dilansir BBC, hasil pemeriksaan menunjukkan keberadaan janin yang telah mengapur yang beratnya sekitar 2 kilogram (4,4 pon).
3. Kasus janin batu 40 tahun di Kolombia
Seorang perempuan berusia 82 tahun di Kolombia datang ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit perut. Awalnya, dokter menduga ia mengalami batu empedu.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan radiologi, ternyata penyebabnya adalah janin batu yang telah berada di tubuhnya selama sekitar 40 tahun. Kasus pada perempuan di Kolombia ini menjadi salah satu contoh bagaimana lithopedion bisa tidak terdeteksi selama puluhan tahun.
4. Kasus janin batu 37 tahun di Indonesia
Pada 2017, seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun di Jambi kedapatan mengandung janin batu. Janin tersebut telah meninggal di dalam kandungan sejak 37 tahun lalu, lalu membatu atau mengalami mumifikasi.
Melansir detikhealth, janin tersebut akhirnya berhasil diangkat setelah dokter melakukan pemeriksaan medis. Kasus ini menunjukkan bahwa meski janin batu langka tapi tetap bisa terjadi di berbagai negara.
5. Kasus bersejarah di Prancis pada abad ke-16
Salah satu kasus tertua yang tercatat dalam sejarah medis terjadi pada Madame Colombe Chatri, seorang perempuan Prancis berusia 68 tahun. Ketika diotopsi setelah kematiannya pada tahun 1582, ditemukan mengandung bayi batu yang telah berkembang sempurna di rongga perutnya.
Chatri, yang perutnya dikatakan bengkak, keras, dan nyeri sepanjang hidupnya, telah mengandung anak batunya selama 28 tahun.
6. Kasus autopsi perempuan 87 tahun
Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal The American Journal of Forensic Medicine and Pathology, dokter menemukan janin batu pada seorang perempuan berusia 87 tahun saat autopsi pada April 2014.
Selama otopsi, secara tidak sengaja ditemukan janin mati yang mengalami kalsifikasi di lokasi intraabdominal dan kista kalsifikasi berdiameter 12 cm di ovarium kanan.
Janin tersebut sudah mengalami kalsifikasi hampir sempurna dan diperkirakan telah berada di tubuh pasien selama 24 hingga 68 tahun.
Ini adalah kasus pertama yang secara kebetulan terdeteksi dan diidentifikasi selama autopsi di Turki dan juga salah satu kasus tertua dalam literatur.
7. Perempuan Brasil yang menyimpan janin batu 56 tahun
Kasus lain dilaporkan di Brasil. Seorang perempuan berusia 81 tahun diketahui memiliki janin yang telah mengapur selama sekitar 56 tahun.
Kondisi ini baru diketahui setelah ia menjalani pemeriksaan pemindaian 3D karena infeksi. Sayangnya, setelah menjalani operasi pengangkatan janin tersebut, pasien dilaporkan meninggal akibat komplikasi infeksi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Lithopedion, Fenomena Janin yang Membatu di Tubuh Ibu selama Bertahun-tahun
Kisah Huang Yijun, Perempuan China yang Simpan Bayi Batu di Tubuh hingga Berusia 92 Th
Mengenal Kehamilan Ektopik Terganggu, Ketahui juga Beragam Gejalanya
Bila Pernah Mengalami Kehamilan Ektopik, Bagaimana Peluang Bunda untuk Hamil Lagi?
TERPOPULER
Fotografer Kerajaan Sebut Menyesal Pernah Memotret Putri Diana saat Hamil, Ternyata...
Yura Yunita dan Donne Maula Gelar Syukuran Rumah Baru usai Renovasi, Ini Potretnya
7 Kasus 'Janin Batu' yang Paling Mengejutkan di Dunia, Ada yang 92 Tahun Baru Diketahui
9 Ciri Kepribadian Orang yang Langsung Bersih-bersih Dapur saat Memasak
Standar Besaran THR Ideal untuk Anak Kecil, Usia Prasekolah hingga Remaja Menurut Ahli
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bumbu Dapur Sachet, Bikin Masak Menu Lebaran Lebih Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Cushion untuk Kulit Berminyak yang Bikin Make-up Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Inspirasi Foto Lebaran Bareng Anak ala Keluarga Artis, Intip 5 Posenya
Fotografer Kerajaan Sebut Menyesal Pernah Memotret Putri Diana saat Hamil, Ternyata...
Yura Yunita dan Donne Maula Gelar Syukuran Rumah Baru usai Renovasi, Ini Potretnya
Minuman Berenergi Bisa Tahan Kantuk?
5 Rekomendasi Bumbu Dapur Sachet, Bikin Masak Menu Lebaran Lebih Cepat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Berita Populer: Inara Minta Maaf ke Mawa, Gala Mimpikan Vanessa
-
Beautynesia
Resep Kentang Mustofa ala Chef Devina Hermawan yang Enak dan Garing untuk Sajian Lebaran
-
Female Daily
Tips Jaga Pola Makan Saat Lebaran, Tetap Makan Enak Tanpa Takut Berat Naik!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Momen Seru Cinta Laura Ikutan War Takjil, Pilihan Makanannya Bikin Salfok
-
Mommies Daily
Kelelahan Sensorik pada Anak: Kenali Gejala dan Solusi Bijak Menghadapinya